School Lifes

School Lifes
Episode 46


__ADS_3

" hm, mau melihat-lihat setelah makan malam?" Robin menatap gadis itu, dia melihat gadis kecil yang sangat manis.


" apa boleh?" gadis itu merasa ragu, bagaimanapun dia adalah orang asing disini. ya, walau sudah diangkat jadi saudara tetapi tetap saja dia masih baru.


" tentu saja!" Robin hanya tersenyum. gadis itu terpesona dengan senyum Robin, sangat manis dan indah.


" kita tiba!" Robin langsung membantu Zen menyiapkan makan malam, dia pergi ke dapur dan mengambil makanan yang sudah siap. gadis itu hanya terdiam didepan meja makan, dia tidak tahu harus apa dan bagaimana.



" kenapa tidak duduk?"


" ah!" gadis itu terkejut mendapati Jade ada dibelakangnya secara tiba-tiba, dia bahkan tidak mendengar langkah kaki Jade.


Jade hanya terdiam dan langsung duduk sambil menunggu jawaban.


" apa kamu tidak suka dengan kursinya?" pertanyaan konyol ini membuat gadis itu langsung duduk disalah satu kursi yang ada.

__ADS_1


tidak lama kemudian Zen dan Robin datang dari dapur dengan membawa beberapa macam makanan. Jade yang melihatnya langsung tergiur akan aroma hidangan buatan Zen.


Hidangan langsung disajikan diatas meja, dan tanpa basa-basi ketiga manusia itu langsung menantap hidangannya, sedangkan gadis itu hanya terdiam.


" apa kamu tidak lapar? atau tidak suka dengan makanannya?" Zen yang mendapati piring gadis itu masih kosong langsung saja angkat bicara tanpa berpikir.


" ah, aku akan makan nanti saja" gadis itu tersenyum simpul.


" hei, bukankah kita keluarga?" Robin mangambil piring gadis itu kemudian mengisinya dengan Spageti dan meatball, mengisi gelasnya dengan air dan mengambilkan dessert untuknya.


" ah, so yummy!" gadis itu terkejut ketika menelan makanannya, cita rasa yang khas kemudian tekstur dan aroma yang belum pernah ia temukan dimanapun.


" haha, makanlah yang banyak!" Zen yang ada disebelah gadis itu langsung mengusap kepalanya dengan lembut.


setelah makan malam berakhir terjadi perang memperebutkan dessert, untung saja gadis itu sudah mendapat dessert lebih dulu atau dia harus ikut berperang dengan ketiga serigala itu.


" terimakasih semuanya" gadis itu hanya tersenyum melihat tingkah ketiga laki-laki itu, setelah mendengar gadis ini berterimakasih mereka terdiam.

__ADS_1


" tidak apa, jangan berterimakasih pada kami. " Zen tersenyum lembut.


" hm, berterimakasihlah pada robin" Jade tersenyum balas, dia menatap lembut gadis yang ada didepannya.


" oh ya, siapa namamu?" Robin baru sadar kalau mereka belum berkenalan, gadis itu berdiri kemudian memperkenalkan dirinya.


" namaku Sara Miechel, terimakasih untuk semuanya" gadis itu tersenyum.


" so Sara, namaku Zen. ini Jade dan itu Robin. kami bukan dari orang tua yang sama, tapi Jade memperlakukan kami layaknya keluarga.


" jadi bagaimana kalau kamu melihat rumah ini sekarang?" Robin mengulang kembali tawarannya. gadis itu hanya menangguk dan tersenyum tanda setuju, Zen dan Jade membersihkan sisa kekacauan makan malam.


" aku rasa dia yang terbaik bagi Robin" Jade mengelap piring yang telah dibasuh oleh Zen.


" hm, kamu benar! kelihatannya gadis itu juga suka dengan Robin. kalau mereka jadian kita hanya harus menghapus mereka dari kartu keluarga!" Zen memberikan piring basah pada Jade, mendengar ucapan Zen, Jade hanya menangguk dan tersenyum.


disisi lain Robin tengah membawa gadis itu mengagumi keindahan Villa milik Jade, Robin membawanya ke seluruh tempat yang ada diVilla itu, dan gadis itu tertarik dengan studio musik milik Jade.

__ADS_1


__ADS_2