
" eh, siapa ya?" tanya Robin mendapatin sosok pria berusia 19 tahun dengan rambut yang dicat merah, mata biru, dengan stelan celana jeans robek-robek dan jaket hitam dengan lambang bunga mawar yang melilit sebuah perisai dengan 2 bilah pedang yang disilangkan diatasnya.
" tuan muda Zen meminta saya mengantar anda!" jawab pria itu. Robin segera memanggil Sara kemudian mereka berangkat bersama pria itu.
" uhm..kak?" Robin memecah keheningan yang melanda sedari tadi, jarak mansion dengan STAR cukup jauh sedangkan pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
" Leo, panggil saja Leo tanpa embel-embel kak!" serunya sembari menoleh dan menorehkan senyum pada Robin.
"hm, jadi kak Leo kemana kak Zen pergi?" tanya robin dan membuat Leo mendengus kesal.
//
Leo adalah tangan kiri Jade sekaligus anak buah kepercayaannya yang ditugaskan untuk menangani segala masalah yang berhubungan demgan.dunia mafia.
apa Author pernah menyingung kalau jade adalah mafia sebelumnya? ini memang dari awal sudah diplan seperti itu namun kalau belum ditulis harap maklum author lupa 🙏
__ADS_1
Leo adalah pria tinggi dengan rambut yang dicat perak dan mata cokelat yang indah. terdapat sebuah lesung pipi diwajahnya, tatapan matanya sangat tajam namun begitu lembut.
Leo seorang yang hangat, lembut, dan humoris. akan tetapi jangan pernah membangunkan singa yang tengah tidur, pepatah ini sungguh mencerminkan sosok Leo. ya, Leo akan sangat mengerikan saat marah, dia bisa menjadi iblis dalam sedetik jika ada yang memancing kemarahannya.
//
" ah, Zen ada urusan dikantor!" Jawab Leo dengan senyum yang mengembang diwajahnya.
" oh" Robin mengangguk kemudian mendudukkan dirinya dengan benar kemudian membuka ponselnya.
tanpa terasa mereka telah tiba di halaman sekolah, Leo memasukkan mobilnya 0,1 detik tepat sebelum gerbang sekolah ditutup.
" hahh..." Leo menghela nafas dengan sebuah senyum kepuasan terukir diwajahnya, Robin dan Sara kini tengah mencoba menetralkan ekspresi mereka yang masih terkejut dengan cara mengemudi Leo yang mengerikan.
" sampai jumpa sepulang sekolah!" Leo memberikan lambaian pada Robin dan Sara sedangkan kedua anak itu berlari menjauhi Leo sembari mengucap berbagai jenis sumpah serapah.
__ADS_1
Sara dan Robin segera masuk ke kelas sebelum mereka mendapat ceramah dari guru BK.
sedangkan itu, dikantor. Zen langsung masuk dengan tergesa-gesa dan mencari sosok Nana yang tengah kebingungan mencari Jade. setelah menemukan sang sekertaris, Zen langsung memeluk tubuh ramping Nana dan menyalurkan kehangatan padanya.
" semua akan baik-baik saja!" Zen mengusap lembut pucuk kepala Nana dan menenangkan sang gadis.
" Jade, dia tidak ada dimanapun! ponselnya juga tidak dia bawa, semua mobilnya masih ada dikantor!" ucap Nana, Zen semakin mengeratkan pelukannya kemudian menenggelamkan kepala gadis manis itu ke dadanya.
" tenanglah, kita akan mencarinya!" ucap Zen lembut kemudian mengecup ujung rambut Nana.
" sudah tenang?" Zen menatap manik mata Nana dengan lembut, dia tidak ingin gadis ini semakin khawatir.
kalau boleh jujur, Zen jauh lebih khawatir dengan kondisi Jade dibanding Nana. Zen mendudukkan Nana kemudian mengenggam bahunya dengan lembut.
" kamu tunggu disini aku akan mencarinya keluar!" seru Zen sembari menatap lembut manik mata Nana kemudian mengelus kepalanya lembut.
__ADS_1
" hm" Nana tersenyum. Zen melangkahkan kakinya pergi dan mencari sosok Jade yang tengah menghilang.