
" tolong jaga Jade!"
Fay mengukir senyumnya dan menatap dalam pada Zen. dia mengangguk pelan kemudian mengepalkan tangannya dan mengangkatnya tanda ia akan berjuang. Zen hanya bisa tersenyum dan mengusap lembut surai panjang milik Fay.
" aku janji aku akan menjaganya dengan baik, Jade adalah cahaya bagiku! dia bagai mentari yang datang dikala gelapnya malam!" seru Fay.
" dan kamu adalah cahaya yanag baru bagi Jade!" jawab Zen.
Fay dan Zen melanjutkan percakapan mereka hingga acara mencuci mereka selesai. setelahnya Zen membawa Fay pergi ke ruang tamu dan melanjutkan percakapan mereka disana, ditemani dengan beberapa cemilan dan beberapa kaleng soda.
selain Zen dan Fay disana juga ada Sara dan Robin yang asik bermain PS4. sesekali mereka bertengkar karena Robin curang dan Sara harus menelan kekalahan.
suasana rumah yang ramai dan hangat, Jade benar-benar rindu akan hal itu. dan dia tidak menyesal telah membawa Fay masuk kedalah lingkungannya. Jade bisa mendengar percakapan dan keramaian yang ada diruang tamu dari kamarnya.
__ADS_1
" aku harap kebahagiaan ini tidak akan pernah hilang!" gumam Jade sembari menatap langit-langit kamarnya.
sedangkan itu di markas The Blood Devil, Leo terbangun dan mendapati catatan dari Jade. dia langsung saja pergi dan melangkahkan kakinya menuju mobil dan membawanya menuju ke mansion Jade. setibanya disana Leo langsung memarkirkan mobilnya dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
akan tetapi, sebuah kebetulan karena dia bisa bertemu dengan Nana disana. ya, Leo tidak sengaja bertemu dengan Nana didepan pintu masuk. sontak Leo menyapa Nana dan mengajaknya masuk.
" JADE!!!" teriak Leo dan membuat semua penghuni ruang tamu menoleh ke arah Leo. Leo melangkahkan kakinya mendekati mereka diikuti dengan Nana yang mengekor dibelakangnya.
" Nana!" Zen langsung bengkit dan menghampiri pujaan hatinya sedangkan Leo merebahkan dirinya disamping Fay yang asik dengan film dan cemilannya.
" Fanny laura Maxxist!" seru Fay sembari mengukir senyum diwajahnya. Leo tersenyum singkat dan berpikir.
Leo PoV
__ADS_1
aku baru duduk dan mendapati seorang gadis cantik dan manis disampingku. aku bertanya siapa dirinya dan dia hanya mengukir senyum yang membuatku ikut tersenyum tanpa kusadari.
" Fanny laura Maxxist!" serunya sembari mengukir senyum diwajahnya. aku tersenyum singkat dan berpikir.
apa mungkin dia adalah gadis yang dibicarakan oleh Jade beberapa waktu yang lalu. kalau dilihat sepertinya dia adalah anak yang baik, dan bukan wanita penggoda yang mencintai harta dan kekayaan. aku bisa melihatnya dari sorot mata dan senyumnya, senyum yang tulus dan membawa kebahagiaan.
" Leo!" jawabku sembari mengedarkan pandangan mencari sosok Jade yang tidak kutemukan sedari tadi.
aku menatap pada Sara dan Robin akan tetapi mereka mengacuhkanku, sedangkan Zen dan Nana? mereka masih asik dengan dunia mereka. aku menghela nafas pelan kemudian mengangkat tubuhku dan merenggangkan tubuhku.
" angap saja rumah sendiri, dan hiraukan saja mereka!" seruku sembari melangkahkan kakiku menjauh.
aku melangkahkan kakiku dan membawa tubuhku menuju ke kamar Jade. setibanya didepan pintu kamar Jade, aku membuka pintunya pelan dan mendapati Jade yang tengah terlelap dalam tidurnya. aku melangkahkan kakiku kemudian mengusap lembut surai Jade dan mengecup keningnya.
__ADS_1
" sleep well, Jade!" kataku sembari mengecup keningnya lembut.