
" kenapa tidak duduk?"
" ah!" gadis itu terkejut mendapati Jade ada dibelakangnya secara tiba-tiba, dia bahkan tidak mendengar langkah kaki Jade.
Jade hanya terdiam dan langsung duduk sambil menunggu jawaban.
" apa kamu tidak suka dengan kursinya?" pertanyaan konyol ini membuat gadis itu langsung duduk disalah satu kursi yang ada.
tidak lama kemudian Zen dan Robin datang dari dapur dengan membawa beberapa macam makanan. Jade yang melihatnya langsung tergiur akan aroma hidangan buatan Zen.
Hidangan langsung disajikan diatas meja, dan tanpa basa-basi ketiga manusia itu langsung menantap hidangannya, sedangkan gadis itu hanya terdiam.
" apa kamu tidak lapar? atau tidak suka dengan makanannya?" Zen yang mendapati piring gadis itu masih kosong langsung saja angkat bicara tanpa berpikir.
" ah, aku akan makan nanti saja" gadis itu tersenyum simpul.
" hei, bukankah kita keluarga?" Robin mangambil piring gadis itu kemudian mengisinya dengan Spageti dan meatball, mengisi gelasnya dengan air dan mengambilkan dessert untuknya.
" ah, terimakasih" gadis itu mulai menyantap hidangan yang diambil Robin.
" ah, so yummy!" gadis itu terkejut ketika menelan makanannya, cita rasa yang khas kemudian tekstur dan aroma yang belum pernah ia temukan dimanapun.
" haha, makanlah yang banyak!" Zen yang ada disebelah gadis itu langsung mengusap kepalanya dengan lembut.
setelah makan malam berakhir terjadi perang memperebutkan dessert, untung saja gadis itu sudah mendapat dessert lebih dulu atau dia harus ikut berperang dengan ketiga serigala itu.
" terimakasih semuanya" gadis itu hanya tersenyum melihat tingkah ketiga laki-laki itu, setelah mendengar gadis ini berterimakasih mereka terdiam.
" tidak apa, jangan berterimakasih pada kami. " Zen tersenyum lembut.
" hm, berterimakasihlah pada robin" Jade tersenyum balas, dia menatap lembut gadis yang ada didepannya.
" oh ya, siapa namamu?" Robin baru sadar kalau mereka belum berkenalan, gadis itu berdiri kemudian memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
" namaku Sara Miechel, terimakasih untuk semuanya" gadis itu tersenyum.
" so Sara, namaku Zen. ini Jade dan itu Robin. kami bukan dari orang tua yang sama, tapi Jade memperlakukan kami layaknya keluarga.
" jadi bagaimana kalau kamu melihat rumah ini sekarang?" Robin mengulang kembali tawarannya. gadis itu hanya menangguk dan tersenyum tanda setuju, Zen dan Jade membersihkan sisa kekacauan makan malam.
" aku rasa dia yang terbaik bagi Robin" Jade mengelap piring yang telah dibasuh oleh Zen.
" hm, kamu benar! kelihatannya gadis itu juga suka dengan Robin. kalau mereka jadian kita hanya harus menghapus mereka dari kartu keluarga!" Zen memberikan piring basah pada Jade, mendengar ucapan Zen, Jade hanya menangguk dan tersenyum.
disisi lain Robin tengah membawa gadis itu mengagumi keindahan Villa milik Jade, Robin membawanya ke seluruh tempat yang ada diVilla itu, dan gadis itu tertarik dengan studio musik milik Jade.
keesokan harinya semua orang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing, hari ini Jade bangun lebih dulu jadi, dia yang membuat sarapan.
Zen sibuk dengan rapat paginya, Robin tengah sibuk bersiap menuju ke sekolah dan Sara, dia masih sibuk dengan bantal dan gulingnya ( masih tidur 😂)
" pagi, Jade!" Robin turun dan mendapati Jade ada didapur, dia tengah memasak sarapan untuk mereka berempat.
" hm, dimana Sara dan Zen ?" Robin mengamati setiap sudut dapur. dia hanya mendapati peralatan dapur, ruangan yang tenang dan sedikit asap yang mengarah ke cerobong.
" Zen masih rapat, sedangkan Sara...aku tidak tahu!" Jade mengendikkan bahunya dan tersenyum pada Robin. setelah selesai dengan acara masak memasaknya Jade langsung melepas apronnya kemudian bergegas menuju ke kamar Zen.
BUKK
Sebuah bantal mendarat tepat diwajah Zen, dia benar-benar kesal dengan orang yang sudah membuang bantal kewajah tampannya itu.
" JADE!!" Teriak Zen memecah keheningan rapat yang dia adakan via Video Call itu.
" oh, jadi presdir Zen sudah mengambil alih jabatanku ya?" Jade mengambil laptop Zen kemudian mengantikannya melakukan rapat.
" ok jadi, posisi presdir akan kembali ke tanganku. sekarang kita tunda rapatnya dan biarkan wakil presdir Zen untuk menyantap sarapannya!" Jade hanya tersenyum kemudian menutup paksa laptop Zen, Zen hanya bisa terkekeh melihat tingkah Jade.
Kini Jade tengah berkacak pinggang didepan Zen, dia menatap Zen dengan tatapan membunuh. ya hal ini bukan tanpa alasan tapi, karena Zen tidak mempedulikan panggilannya.
__ADS_1
" haha, ayo kita makan!" Zen melepas Jas yang membalut tubuhnya kemudian berjalan keluar dari kamarnya dan diikuti oleh Jade.
Zen langsung melangkahkan kakinya menuju ke dapur sedangkan Jade masih harus membangunkan Sara. dia mengetuk pintu kamar tamu ( kamar sara) beberapa kali. sudah cukup lama Jade mengetuk pintu dan tidak mendapati jawaban dari sang pemilik kamar.
" hahh, dia pasti masih tidur?" Jade memutar pelan knop pintu dan melihat dari celah pintu, dia mendapati Sara yang masih terlelap dalam tidurnya. Jade akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Sara dan bergegas menyantap sarapannya.
" oh Jade, dimana Sara?" Zen terkejut mendapati Jade sendirian, dia mencari keberadaan gadis manis itu.
" dia masih tidur!" Jade mendudukkan tubuhnya ke kursi yang ada kemudian menyantap sarapannya.
" oh" Zen hanya menangguk sedangkan Robin masih sibuk meminum susu Vanilla buatan Jade.
" ayo pergi kak!" Robin menarik Zen dari kursinya dan membawanya menuju ke garasi.
" hei, tunggu dulu. bagaimana dengan Jade?" Zen masih menggigit sandwich yang ada dimulutnya dan tidak berniat melepaskannya .
" setelah mengantar Robin segera kembali, kita akan belanja!" Jade melambai pada Robin dan Zen yang tengah menjauh menuju ke garasi rumah mereka.
tidak butuh waktu lama bagi Zen untuk mengantar Robin ke sekolah, setelah kembali dari Sekolah Zen langsung kembali dengan setumpuk berkas yang ia bawa pulang dan puluhan rapat yang menunggu dirinya hari ini.
" kamu sudah kembali!" Jade terkejut mendapati Zen yang sudah kembali dengan wajah kusut dan siap membuka tumpukan berkas yang sudah menantinya diruang belajar.
" hm, aku akan kembali dengan rapat dan berkas yang sudah menunggu!" Jade hanya menghela nafas melihat Zen yang sudah tidak bersemangat dipagi hari yang cerah ini.
Zen berjalan dengan sempoyongan menuju ke kamarnya, akan tetapi saat dia tengah berada diujung tangga spiral itu, dia mendapati keberadaan Sara yang baru bangun dari tidur lelapnya. gadis itu terlihat masih sangat berantakan, rambutnya masih acak-acakan, matanya masih sedikit tertutup, dan masih ada liur diwajahnya. Zen hanya terkekeh melihat adik angkat barunya.
" pagi, Sara!" Zen melepaskan penatnya dengan menatap Sara yang sangat lucu dan menggemaskan dengan penampilan acak-acakannya.
" pagi, Kak Zen!" Sara hanya membalas Zen dengan sebuah senyuman kecil yang menghiasi wajahnya, dia mencoba membuka kedua matanya secara utuh agar bisa menikmati pagi yang indah itu.
" apa tidurmu nyenyak?" Zen masih sedikit terkekeh melihat adik angkatnya yang baru, dia ingin sekali mencubit wajah tirus gadis itu.
" sangat!" jawabnya yang sudah membuka kedua matanya, Zen mengusap lembut surai cokelat milik gadis manis itu kemudian berjalan menuju ke kamarnya. Sara berjalan perlahan menuruni tangga spiral itu, setibanya dibawah dia mendapati Jade yang terduduk disofa dengan TV yang menontonnya. ( Tv-nya nyala cuma ngak dilihat :v)
__ADS_1