School Lifes

School Lifes
Episode 80


__ADS_3

" tapi..."


Fay PoV


" tapi..."  baru saja aku bicara dan Jade sudah meletakkan jari telunjuknya dibibirku. dia menatapku lembut dan menempelkan keningnya pada dahiku, diusapnya wajahku dan ditatapnya iris mataku dengan lembut.


" semua akan baik-baik saja, aku akan kembali!" ucapnya berusaha menenangkanku. aku mengukir senyum kemudian mencium bibirnya pelan, Jade hanya diam dan mengukir senyumnya kemudian mengusap lembut rambut panjangku dan melangkahkan kakinya pergi.


aku masih menatapnya dengan penuh kekhawatiran hingga punggung lebarnya menghilang dari balik pintu. aku menjatuhkan diriku ke kursi dan langsung dihampiri oleh Sara. dia mengelus pundakku dengan lembut dan seketika air mata lolos dari pelupuk mataku.


" hiks..sara..." tangisku dan Sara langsung memelukku. kak Nana menghampiriku dan mengusap lembut kepalaku. entah kenapa aku merasakan firasat buruk, sepertinya sesuatu yang buruk akan terjadi.


" tenanglah, Jade bukan orang yang lemah!" ucap Robin yang berjalan pergi menjauh dari ruang tamu. Sarah masih mengusap pungggungku dan mencoba menghilangkan isak tangisku, kak Nana juga semakin mengelus kepalaku dengan lembut dan menghilangkan tangisku.

__ADS_1


aku menatap Robin yang berjalan menjauh seakan menyiratkan kalau dia bersedih. punggung lebarnya terlihat hancur dan dari caranya berjalan dia tampak lelah. aku menghapus air mataku dan  mengakhiri isak tangisku. Sara tersenyum padaku dan menangkup wajahku, kak Nana mengusap lembut punggunguku agar aku tidak menangis lagi.


" tenanglah, kamu harus percaya pada Jade!" ucap kak Nana dan membuatku harus mengukir senyum dan menghilangkan kesedihanku.


aku percaya kalau Jade adalah orang  yang kuat. aku harus percaya padanya dan aku harus menunggunya degan sabar, aku tidak boleh menangis. aku sudah berjanji padanya bukan? aku harus kuat!


Robin PoV


aku melangkahkan kakiku keluar menuju ke taman belakang. aku mendudukkan tubuhku dikursi dan mendongakkan kepalaku menatap langit mendung. aku melihat beberapa bodyguard yang merupakan anak buah dari kak Leo tengah memasang ranjau, senjata, dan kamera CCTV dibeberapa tempat. selain itu mereka juga mulai berjaga dan meningkatkan keamanan.


aku harap ini hanya mimpi~ batinku


PLAKK

__ADS_1


" ouch!!"


aku benar-benar bodoh. aku pikir kalau aku menampar wajahku,ini semua akan berubah. akan tetapi dengan apa yang terjadi semuanya sangat berbeda. ini sangat sakit dan menyakitkan, bukan wajahku. akan tetapi dadaku, rasanya hatiku sangat sakit.


disaat Jade tengah berjuang akan tetapi aku hanya bisa diam dan duduk disini. aku benar-benar bodoh, payah, tidak berguna. disaat orang-orang yang ada disekitar Jade tengah berjuang dan membantunya aku hanya bisa diam dan menjadi beban. seharusnya kak Nana juga membantu Jade dikantor dan kini? dia harus menjaga kami dan meninggalkan kesempatan untuk membantunya.


 


" PAYAH!!!" teriakku.


" bodoh!" sebuah suara datang kearahku, aku menoleh dan mendapati seorang gadis cantik yang berjalan ke arahku.


Sara, itulah dia. dia berhenti didepanku kemudian berjongkok agar bisa menatap wajahku yang tertunduk ini. dia meletakkan tangannya di punggung tanganku dan mengusapnya lembut menyalurkan ketenangan.

__ADS_1


" semua akan baik-baik saja!"


__ADS_2