School Lifes

School Lifes
Episode 48


__ADS_3

Zen berjalan dengan sempoyongan menuju ke kamarnya, akan tetapi saat dia tengah berada diujung tangga spiral itu, dia mendapati keberadaan Sara yang baru bangun dari tidur lelapnya. gadis itu terlihat masih sangat berantakan, rambutnya masih acak-acakan, matanya masih sedikit tertutup, dan masih ada liur diwajahnya. Zen hanya terkekeh melihat adik angkat barunya.


" pagi, Sara!" Zen melepaskan penatnya dengan menatap Sara yang sangat lucu dan menggemaskan dengan penampilan acak-acakannya.


" pagi, Kak Zen!" Sara hanya membalas Zen dengan sebuah senyuman kecil yang menghiasi wajahnya, dia mencoba membuka kedua matanya secara utuh agar bisa menikmati pagi yang indah itu.


" apa tidurmu nyenyak?" Zen masih sedikit terkekeh melihat adik angkatnya itu, dia ingin sekali mencubit wajah tirus gadis itu.


" sangat!" jawabnya yang sudah membuka kedua matanya, Zen mengusap lembut surai cokelat milik gadis manis itu kemudian berjalan menuju ke kamarnya. Sara berjalan perlahan menuruni tangga spiral itu, setibanya dibawah dia mendapati Jade yang terduduk disofa dengan TV yang menontonnya. ( Tv-nya nyala cuma ngak dilihat :v)


" pagi, Jade!" sapa gadis itu dengan lembut, Jade menoleh ke arah Sara. Jade terkekeh kecil melihat penampilan sara yang sangat lucu dan menggemaskan. dia terus berpikir jika Robin ada disini dia pasti sudah mencubit gemas wajah gadis itu.


" apa kamu lapar?" Jade mencoba mengontrol ekspresinya dan kembali fokus dengan sara yang ada tidak jauh dari dirinya.

__ADS_1


" hm, aku akan membuat sarapan" jawab Sara tersenyum kecil, dia bingung kenapa Jade dan Zen terkekeh saat melihatnya.


" haha, lebih baik kamu mencuci muka dan mandi lebih dulu. aku sudah menyiapkan sandwich dan susu dimeja dapur!" Jade menunjuk ke arah pintu kaca yang tidak jauh dari sana, ya walau tidak jelas tapi setidaknya kacanya masih bisa merefleksikan bayangan gadis itu. Sara menoleh dan mendapati dirinya sangat berantakan di kaca. Sara bergegas naik kemudian masuk ke kamarnya.


Jade segera naik dan memberikan sebuah kaos dan Short Skrit untuk dikenakan gadis itu, ya itu adalah pakaian milik Camelia. setelah mengamati Jade pikir ukurannya sama dengan tubuh Camelia, padahal seharusnya dia jauh lebih tinggi dan lebih ideal dari kondisinya sekarang.


Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian Sara turun dan bergegas ke dapur untuk menyantap sarapan. Jade tengah membantu Zen menyelesaikan tumpukan berkas yang telah menunggu mereka, kira-kira ada sekitar 200 berkas untuk hari ini. Jade memutuskan untuk mengerjakan berkas-berkas itu dan meminta Zen untuk menyelesaikan 20 rapat yang sudah menunggunya hari ini.


" ah?" jade dan Zen sangat terkejut mendengar lantunan nada dari piano tua yang sudah lama tidak ia mainkan, dulu Jade sering memainkan piano itu ditemani dengan Camelia yang duduk disampinya dan menyanyikan lirik lagu yang dia bawakan.


" permainan yang indah!" Zen mengalihkan fokusnya, penatnya hilang begitu mendengar alunan nada yang menghipnotisnya. semua pekerjaan mereka sudah berakhir sekarang, Zen dan Jade memutuskan untuk pergi menuju ke arah lantunan nada yang menghipnotis mereka.


setibanya di depan Studio musik milik Jade, mereka terkejut mendapati Sara yang tengah memainkan piano itu, jarinya kini tengah menari-nari diatas tuts hitam dan putih, sebuah lagu indah yang dia bawakan benar-benar menghipnotis mereka, hingga akhirnya Sara berhenti ketika lagu selesai.

__ADS_1


suara tepukan membuat Sara tersadar dari fokusnya, dia menoleh ke arah sumber suara itu dan mendapati Jade dan Zen ada disana.


" ah!" Sara langsung berdiri begitu mendapati kedua laki-laki itu tengah menatapnya,Sara takut kalau Jade ataupun Zen akan marah.


" kenapa? " Jade dan Zen terkejut mendapati Sara langsung berdiri ketika melihat mereka. Zen pikir mungkin dia agak takut ketika melihat mereka.


" ah, ma..maaf!" Sara tertunduk, dia tidak berani menatap kedua laki-laki yang ada didepannya. dia takut kalau mereka akan marah.


" haha, apa kamu belajar disekolah musik?" Zen berjalan masuk dan menghampiri gadis itu, sedangkan Jade masih bersandar pada pintu. gadis itu hanya menggeleng kemudian mendapati sebuah usapan yang lembut pada surai panjang miliknya.


" apa kamu mau bersekolah ?" Jade menatap lembut pada manik hazel milik Sara. gadis itu terkejut mendengar pertanyaan dari Jade, dia langsung menatap Jade dan menangguk dengan mantap.


" kalau begitu ayo kita belanja!" Jade tersenyum dengan lembut ke arah gadis itu, Sara sedikit bingung dengan ajakan Jade, namun Zen segera meminta Sara untuk turun dan menunggu mereka dibawah.

__ADS_1


__ADS_2