School Lifes

School Lifes
Episode 9


__ADS_3

setelah mereka selesai menyantap sarapan..


" jadi, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Robin sedikit khawatir


" aku akan kembali ke kehidupanku yang biasa! walau aku mungkin akan berubah? apa kamu akan tetap bersamaku, kak?" tanya Jade ragu


" ah? tentu saja!" Robin merasa senang, dia masih mengangap keberadaan Robin sebagai temannya, dia bahkan memanggilnya kakak.


" hm, besok masih hari festival jadi kamu yang santai saja!" Robin memberikan support untuk Jade


" bukan masalah!" Jade tersenyum manis


esok harinya Jade dan Robin pergi kesekolah dengan sepeda motor, entah apa yang merasuki jade tapi, dia menjadi lebih ceria. Jade menjadi lebih bersemangat dan rajin, dia mulai jarang tidur disekolah, ya walau saat pelajaran itu membosankan dia akan tidur. dia mulai bersosialisasi dengan orang-orang, dan dia mulai membuka dirinya.


mungkin bagi teman-temannya ini merupakan perubahan besar, tapi mereka bisa menerimanya. setidaknya jade bisa lebih bahagia, itu pikir teman-temannya. Jade menghabiskan kesehariannya dengan belajar, dia sekarang sering sekali pergi ke perpustakaan, dia bisa menghabiskan berjam-jam diperpustakaa untuk menyelesaikan kumpulan buku soal.


Robin senang setidaknya Jade terlihat lebih hidup dibanding dulu, walau dia merasa perubahan ini agak sedikit membuat keberadaan robin tersingkir. tapi, Robin masih tetap menyayangi jade seperti adiknya. terkadang robin pergi ke apartemen Jade untuk bermain, kadang mereka belajar bersama, kadang Robin membawa Jade menginap diapartemennya. hm, suasana ini benar-benar baru. rasanya Jade yang dulu telah menghilang.


hari itu awal liburan musim panas. Jade biasanya kembali ke kediaman bersama Camelia, tetapi musim panas ini Jade mengajak Robin dan yang lainnya untuk menyaksikan bintang jatuh digunung. Jade membawa mereka semua ke salah satu Villa milik keluarganya.


" wah, ini Villa milikmu?" tanya William


" hm, ini milik ayahku! tapi, kita bisa memakainya!" Jade tersenyum melihat kegembiraan teman-temannya


" wah, disini ada Kolam renang!" Nathan dan Alex sangat terkejut begitu melihat kolam


" haha, kalian bisa berenang sepuas kalian!" Jade mempersilahkan mereka melakukan apapun yang mereka inginkan. tidak ada orang diVilla itu, tidak ada pelayan, hanya ada mereka. sepanjang siang Alex, Robin dan Nathan berenang dikolam. sementara William dan jade mempersiapkan BBQ untuk nanti malam.


" hm, kelihatannya malam ini kita akan berpesta!" seru Nathan


" ya, pasti sangat menyenangkan!" sambung Zean yang tengah mengatur teleskop bersama Albert


" jade, dimana pangganganya diletakkan?" tanya Steve yang membawa panggangan BBQ dari gudang


" ah, letakkan disini saja. buat tempatnya seperti ini agar mudah dijangkau!" Jade memberi arahan sambil menunjukkan peta tata letak yang baru saja dibuatnya

__ADS_1


" eh, aku baru tahu kamu bisa mengambar seperti ini?" Zean dan Steve terkejut.


" ah, ini? dulu ibuku yang mengajariku!" Jade tersenyum ringan


" hei, kalian bertiga cepat kemari dan bantu kami!" Peter yang sudah kewalahan mengurus arang untuk BBQ melampiaskan amarahnya pada Robin, Albert, dan William yang sedari tadi hanya berenang


" hm,kalau begitu ayo kemari dan tangkap kami!" Wiliiam menantang Peter untuk masuk ke kolam


" heh, awas saja kalian!" Peter bersiap melomapat ke kolam


" hei, mau kemana kamu ?"  Nathan menahan Peter yang ingin bersenang-senang dengan Robin dan yang lainnya


" urgh, lepaskan aku!" Peter berdebar dengan Nathan yang menarik kerah bajunya dari belakang. hal ini membuat semuanya tertawa melihat tingkah lucu peter


" urgh, lepas..kan!?" tanpa disadarinya Peter membuat mereka bedua jatuh ke kolam


BYUURRRR!!!!!!!!!!!!!


" ah, uhuk...uhuk..uhuk..." Peter mencoba memuntahkan air yang masuk kedalam mulutnya


" uargh!" Jade yang baru keluar dari air mencoba menstabilkan dirinya


" urgh, ZEAN! STEVE!" jade melemparkan air pada mereka


tidak terasa mereka larut dalam kesenangan, semuanya merasa sangat senang. hanya dengan hal sederhana mereka bisa sesenang itu.


" hahhh....ini melelahkan!" Albert menjatuhkan dirinya ke sofa


" hah, kamu hanya berenang seharian!" Nathan menaikkan nada bicaranya


" haha,kalian ini benar-benar tidak bisa akur" Robin dan yang lainnya tertawa melihat tingkah kedua temannya itu.


"eh, disini ramai sekali?" Jade tiba dengan membawa senampan hot coklat.


" wah, kelihatannya lezat!" Zean langsung menghampiri Jade dan mengambil segelas Hot Coklat yabg dibawanya.

__ADS_1


"hei, tenanglah. semuanya akan kebagian!" Jade menangkat nampannya dan menjauhkannya dari jangkauan Zean.


" hm,ini lezat!" Steve meneguk hot coklat itu.


" iya, kamua sangat hebat Jade!" william menambahkan.


" hm, kalian tidak tahu. tapi, Jade sangat ahli dalam memasak!" Robin menyeru.


mereka kemudian melanjutkan malam dengan bersenda gurau sambil bermain poker. beberapa hari mereka menghabiskan liburan di Villa milik Jade, hingga waktunya mereka kembali ke rumah.


" kami pergi dulu, Jade!" Albret dan yang lainnya pamit.


" apa kamu akan tetap berada disini, Robin?" tanya William yang melihat Robin terlihat santai.


" tidak, Setelah ini aku akan berlibur dengan Mama dan Papa ke pantai!" Robin menyahut sambil menunjuk ke dalam mobil, dimana kopernya diletakkan.


" haha, berhati-hatilah!" Jade mengantar pergi teman-temannya.


setelah semua orang pergi. Jade masuk kedalam dan pergi ke area taman, dia pergi dan melepas kucing peliharaanya.


" hahh, tempat ini menjadi sangat sepi. benarkan, Snow?" Jade tengah duduk bersandar dibawah pohon dengan kucing peliharaannya itu.


Jade akhirnya menghabiskan sepanjang siangnya untuk tidur dibawah pohon dengan kucing peliharaanya itu. saat malam datang dia masuk kedalam dan pergi ke perpustakaan.


" kemarilah, snow!" Jade memanggil kucing kecilnya yang tengah tidur diatas meja.


" miww.." Kucing itu langsung berlari masuk ke pelukan tuannya itu.


" hm, aku tidak sedih! mungkin ini terakhir kalinya aku bertemu dengan mereka. tapi, mungkin ini yang terbaik. setelah musim panas ini berakhir kita akan pergi ke LA!"


Jade mengelus kucing kecilnya, dia berkata sambil menatap jendela yang terbuka. pemandangan langit malam menyejukkan hatinya, dan sedikit membawa perasaan sedih pada dirinya.


" Lia, apa kamu baik-baik saja disana?" Jade teringat akan mendiang adiknya, rasanya baru beberapa waktu lalu dia mengajari adiknya di ruang belajar. padahal sudah 3 bulan berlalu sejak kematian adiknya itu, dan sejak saat itu dia tidak pernah menghubungi orang tuanya. Ayahnya pernah menelfonnya beberapa kali tapi dia tidak menghiraukannya, ibu tirinya pernah mengunjunginya tapi dia menolak bertemu dengannya.


** hm\, kalau kalian bertanya kenapa ada ibu tiri\, hal ini karena ibu kandung Jade telah meninggal saat melahirkan Camelia. **

__ADS_1


Beberapa waktu telah berlalu, kini musim panas telah berakhir. dia memutuskan meninggalkan Inggris dan pergi ke LA. sementara semua teman-temannya menunggu kedatangan Jade pagi itu, mereka menunggu seharian namun Jade tidak datang. sementara itu Jade...


__ADS_2