
"apa kamu mau bersekolah ?" Jade menatap lembut pada manik hazel milik Sara. gadis itu terkejut mendengar pertanyaan dari Jade, dia langsung menatap Jade dan menangguk dengan mantap.
" kalau begitu ayo kita belanja!" Jade tersenyum dengan lembut ke arah gadis itu, Sara sedikit bingung dengan ajakan Jade namun Zen segera meminta Sara untuk turun dan menunggu mereka dibawah.
tidak lama kemudian Zen dan Jade turun dengan pakaian santai, Sara sempat terpesona dengan kedua laki-laki yang turun dari tangga itu.
Jade membawa sebuah buku sketsa dan Zen masih sibuk menelfon seseorang. Sara menganga melihat kedua manusia itu, entah mereka benar manusia atau malaikat.
" apa sudah puas?" Zen terkekeh melihat Sara yang masih ternganga melihat mereka.
" ah?" Sara terkejut mendapati kedua malaikat..eh manusia.. sudah berada didepan matanya. Sara segera menutup mulut dengan kedua tangannya, dan menggeleng.
__ADS_1
" jadi, Sara kamu ingin kamar yang seperti apa?" Jade membuka buku sketsa miliknya, mengambil pena dan menatap Sara dengan serius.
" eh? untuk apa?" Sara hanya memiringkan kepalanya tanda tidak mengerti. dia bingung kenapa Jade menanyakan pertanyaan yang ....uhm... tidak berguna baginya.
" hahh....apa kamu mau tetap tinggal di kamar tamu?" Jade menghela nafas panjang, dia benar-benar tidak percaya dengan gadis yang didepannya.
" ah, aku suka kamar yang sederhana dan menenangkan. " Sara tanpa sadar melukiskan senyumnya, Zen hanya tersenyum melihat tingkah manis gadis itu.
" aku mau nuansa monokrom, dengan dominan putih!" Sara memandang Jade dengan tatapan penuh harap.
" aku mau tempat dimana aku bisa membaca buku dengan tenang dan bisa menulis dengan bebas, aku ingin bisa mendengar deru angin yang bisa membawa harmoni dari alam, aku ingin...ketenangan" Sara mulai menatap Jade, dia berharap Jade memahami apa yang dia inginkan, dan ya, hanya beberapa menit dan Jade sudah meletakkan sebuah desain di depan mata Sara.
__ADS_1
" ah, cantiknya.." Sara terpesona dengan basil Desain yang dibuat oleh Jade, dia tidak percaya dengan sedikit gambaran darinya Jade bisa membuat sebuah kamar yang mirip dengan kamar impiannya, Jade bahkan meletakkan gambar sebuah piano disalah satu sudut ruangan.
" apa kamu suka?" Jade menaikkan sebelah alisnya, dia hanya bisa berharap Sara menyukai desain buatannya. Sara mengangguk dan memberikan sebuah senyuman untuk Jade.
" kalau begitu ayo kita pergi!" Zen sudah puas melihat tingkah manis kedua adik angkatnya itu, dia mengangkat tubuhnya dan mengajak kedua makhluk menggemaskan itu keluar. Jade dan sara hanya mengangguk dan mengikuti kemana Zen membawa mereka. Zen membawa mereka menuju ke toko furniture, Sara bingung kenapa mereka ada disana hingga Jade bilang kalau mereka akan mengganti semua interior dikamar tamu.
Sara memilih beberapa barang yang dia suka, Jade dan Zen tidak mempedulikan seberapa mahal benda itu. asal Sara senang mereka tidak peduli dengan uang.
setelah selesai membeli interior, Zen membawa kedua anak itu ke mall. Sara bingung kenapa mereka membawanya ke mall, apa yang akan mereka beli.
Zen dan Jade membawa Sara menuju ke beberapa toko pakaian, mereka memaksa Sara memilih beberapa pasang stelan yang cocok untuknya. Sara menolak jelas hal ini, tapi mereka tetap memaksa hingga Sara menikmati kegiatan Shoping itu.
__ADS_1