School Lifes

School Lifes
Episode 26


__ADS_3

" HEI TUKANG TIDUR, CEPAT BANGUN!!!!" Zen menggoyangkan tubuh Jade yang masih terlelap dalam tidurnya. ya, Zen mengerti kalau Jade masih sangat lelah, tapi hari ini mereka harus pergi ke STAR a.k.a IHST. mereka harus mendaftarkan Sara kesana, ya walau mereka belum meminta pertimbangan dari Sara, tapi ini adalah keputusan murni dari Jade. Jade tidak mau menyia-nyiakan bakat musik yang begitu hebat, dan Sara memiliki hal itu.


" urgh.." lenguhan kecil membuat Zen menjadi semakin semangat membangunkan Jade, dia meneriaki telinga Jade dan menggoyangkan tubuh Jade dengan keras. sudah 10 menit berlalu dan Jade? dia masih saja belum bangun.


" kak Zen?" Robin tiba-tiba masuk dan mendapati Zen tengah mencoba membangunkan Jade, Zen terkejut mendapati Robin naik ke atas. seingatnya dia meminta Robin untuk menunggu di garasi setelah sarapan.


" kenapa kamu disini?" Zen menoleh ke arah jam dinding yang tengah bertengger dengan anggunya di sudut dinding. Zen sangat terkejut, sekarang sudah pukul 07:45 AM, Zen langsung saja menarik tangan Robin dan membawanya menuju ke garasi, menyalakan mobil dan melajukannya ke sekolah.


Sara yang melihat tingkah keduanya hanya terkekeh sembari memegangi perutnya, Sara  memutuskan untuk pergi ke studio musik. ya, sekarang hanya ada dirinya dan Jade di rumah, Jade tengah asik dengan tidurnya jadi, Sara memutuskan untuk pergi ke studio musik.


setibanya di Studio Sara mendapati sebuah Gitar yang tersandar di sudut ruangan. sebuah Gitar dengan type Yamaha Silent Guitar SLG200N. Sara mendekati gitar itu kemudian meraihnya, dia mendudukkan dirinya ke sebuah Sofa yang ada disudut ruangan kemudian memainkan gitar itu.


Sara memainkan beberapa lagu kemudian berhenti dan mulai menatap ke arah balkon. Sara mulai berjalan ke arah balkon sambil membawa gitar itu, dibukanya pintu balkon dan didapatinya sebuah pemandangan yang sangat indah dari halaman belakang mansion Jade.  Sara mulai mendudukkan dirinya ke sofa yang ada disana dan mulai memetik senar gitarnya, sebuah alunan nada baru tercipta. Sara mulai memainkan gitarnya dan beberapa kali menuliskan nada baru yang dia ciptakan. Sara begitu menikmati permainannya hingga tidak sadar kalau ada alunan dari tuts piano yang mengikuti permainannya. Sara terkejut dan mulai menengok ke arah sumber suara itu.


" JADE!!!" Sara terkejut mendapati Jade ada disana, dia segera menghentikan permainannya dan menatap Jade bingung. Jade tidak peduli kalau Sara berhenti bermain, jari jemarinya terus menerus menari membentuk sebuah harmonisasi nada yang indah.


" kenapa berhenti?" Jade menatap ke arah Sara yang tengah melamun\, Jade berhasil membuyarkan lamunan Sara dan membuatnya kembali memetik senar gitarnya. sebuah kombinasi harmonisasi nada yang sangat indah. permainan mereka berhasil menyihir semua pendengarnya **( Author: ya iya kalau ada yang denger :V). **permainan mereka terus berlanjut hingga Zen tiba dan membuat mereka berhenti.

__ADS_1


" eh, kenapa kalian berhenti?" Zen menatap bingung kedua anak yang ada didepannya, permainan yang begitu indah dihentikan dengan mudahnya. sang pendengar yang begitu menikmati alunan nada itu merasa kesal, akan tetapi bukannya Jade dan Sara melanjutkan permainannya. sebuah jitakkan mendarat ke kepala Zen.


" ouch, Jade kenapa?" erangnya dengan kesal, seketika dia tersadar kalau sedari tadi ponselnya bergetar. Zen segera menjawab panggilan itu dan meninggalkan kedua anak yang sibuk dengan segudang sumpah serapa yang tengah mereka keluarkan.


tidak lama kemudian Zen kembali dengan wajah masam, Jade sangat mengerti maksud dari Zen. Jade langsung berjalan pergi ke kamarnya mengganti pakaian dan memakai parfum miliknya. dia tidak peduli kalau dia belum mandi, yang jelas sekarang dia harus pergi ke perusahaan.


~~


Author: ih jorok amat sih lu Jade 😖


jade: siapa juga yang mau digituin  __--


~~


Zen segera menarik Sara yang masih melongo melihat Jade yang langsung berlari menuju ke kamarnya. Zen segera membawa Sara turun ke bawah, dia segera membawa Sara keluar. Jade yang sudah siap segera menyusul Zen dan Sara yang sudah ada dibawah. mereka langsung pergi ke luar mansion, disana sudah ada sebuah Lamborgini Huracan EVO Spyder berwarna Hijau yang sudah menunggu kedatangan mereka.


mereka segera masuk kedalam, Zen segera memasukkan perseneling dan melajukan mobil indah itu menuju ke kantor milik Jade. saat hampir tiba di kantor, Jade segera mengambil aba-aba dan bersiap untuk melompat. Zen tidak mengurangi laju mobilnya ataupun menginjak pedal rem agar mobil berjalan lebih pelan. Sara terkejut mendapati Jade yang tengah bersiap melompat dari mobil.

__ADS_1


" ah,Jade apa yang kamu lakukan?" Sara menengok ke belakang, dimana jade duduk. sebenarnya dia hanya ingin mengambil air akan tetapi melihat Jade yang tengah bersiap melompat membuat Sara begitu terkejut.


" kamu duduk saja yang tenang, Sara!" Jade melempar senyum pada Sara, terlihat jelas ada aura kegilaan yang mucul disekitar Jade. Sara segera mengalihkan pandangannya dan menatap Zen yang seakan tidak peduli dengan apa yang akan dilakukan oleh Jade.


" kak Zen, apa yang kamu lakukan? cepat hentikan mobilnya!" Sara menatap Zen penuh dengan kemarahan bercampur dengan ke khawatiran, akan tetapi baik Zen maupun Jade tidak mempedulikan gadis itu. Jade kini sudah siap melompat sedangkan Zen semakin menambah laju kecepatan mobilnya.


" hei, apa kalian gila?" Sara menatap bergantian ke arah Zen dan Jade, dia tidak berani melihat hal gila macam apa yang akan dilakukan oleh Jade dan Zen. Sara menutup matanya dengan kedua telapak tangan miliknya, bibirnya terus berucap sambil mengucapkan berbagai macam doa.


"ya, sampai jumpa ZEN!!" Teriak Jade yang melangkahkan kakinya dan melompat begitu saja dari mobil yang melaju dengan kecepatan 250 km/h. Sara masih tidak berani melihat hingga akhirnya Sara memberanikan dirinya menoleh ke belakang dan melihat ke arah Jade.


" JADE!!!!" Teriak Sara khawatir membuat Zen menurunkan kecepatannya perlahan, kemudian melempar senyum kecil pada Sara. Sara tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Zen, dia masih saja santai saat Jade melakukan hal gila seperti ini.


" apa kamu gila?" maki Sara pada Zen yang tengah melempar senyum padanya. Sara tidak habis pikir, Jade mau melakukan bunuh diri dengan cara yang amat gila.


" tenang saja, Jade pasti baik-baik saja! dia adalah anak yang kuat, selain itu kita tidak bisa berhenti sekarang. kita harus mengejar waktu" Zen perlahan lahan menaikkan kecepatan mobilnya kembali, kini dirinya fokus dengan jalanan sedangkan Sara masih sangat kesal dengan tingkah Zen dan Jade.


Zen melajukan mobilnya menuju ke STAR. setibanya di STAR, Sara tidak mengerti  kenapa Zen membawanya ke mari, sedangkan ini bukan watunya pulang sekolah. Sara memandang bingung pada Zen, Zen sangat peka dengan maksud tatapan yang dilontarkan oleh Sara.

__ADS_1


" ayo turun!" Zen membukakan pintu untuk Sara yang masih menatapnya bingung. Sara melangkahkan kakinya mengikuti kemanapun Zen membawanya.


__ADS_2