School Lifes

School Lifes
Episode 45


__ADS_3

" hm, kalau mau aku bisa mengangkatmu sebagai saudara" Zen tersenyum pada gadis itu, dia ingin memberikan rasa aman padanya. kekerasan dalam rumah tangga adalah hal yang tidak mudah ditangani.


" tidak perlu, terimakasih. sungguh aku terima tawaranmu" gadis itu tersenyum, kini senyumnya begitu merekah. dia bahkan lupa kalau wajahnya terluka.


" apa tidak sakit?" Jade yang sedari tadi melihat gadis itu tersenyum bisa merasakan nyeri yang teramat pada tubuhnya.


" tidak, aku sudah terbiasa" gadis itu memegang sudut bibirnya. dia teringat sekilas kekejaman ayahnya.


" hahh..kalau begitu kami akan membuatmu lupa akan rasa sakit ini!"  Robin mengambil sapu tangannya kemudian membersihkan luka itu dengan pelan dan hati-hati.


Zen akhirnya membawa gadis itu, sebelumnya dia sudah meminta izin pada orang-orang dari lembaga perlindungan anak. sebelum kembali ke rumah, Zen membawa gadis itu ke balai pencatatan sipil di LA. Jade sudah memutuskan untuk menjadikan gadis itu sebagai saudara angkat.


setelah selesai mendaftarkan gadis itu, mereka kembali ke villa milik Jade. setibanya di Villa.


" wahh, apa ini rumah mu?" gadis itu terpesona dengan keindahan bangunan yang ada didepannya itu. dia tidak henti memperhatikan setiap sudut dari rumah itu.


__ADS_1


" bukan, itu rumah kita!" Jade melempar senyum manisnya pada gadis itu.


" ah" gadis itu tersipu malu, tapi dibalik itu dia sangat senang bisa bertemu dengan orang-orang yang baik seperti Jade dan yang lainnya.


" ayo masuk!" Zen membukakan pintu mobil untuk gadis itu kemudian membawa mereka masuk.


Zen segera pergi menuju ke dapur dan membuat makan malam, sedangkan Robin kembali ke kamar dan mandi. Jade menunjukkan kamar tamu yang bisa digunakan gadis itu.


" kamu bisa memakai kamar tamu ini lebih dulu, besok kita akan pergi membeli perabot yang kamu mau!" Jade menunjukkan kamar tamu yang terlihat begitu luas dan elegant dengan kombinasi cat emas dan cream.



" thanks..." gadis itu menoleh ke arah Jade namun tidak ada siapapun disitu.


tidak lama setelah Jade pergi, kini Robin datang ke sana.


TOK TOK

__ADS_1


" ah, siapa?" gadis itu membuka pintu dan terkejut mendapati Robin disana.


" hei" Robin memberanikan diri untuk menyapa gadis itu.


"ah, hei" gadis itu membalas sapaan Robin, walau atmosfirnya sangat canggung -_-||


" uhm...ini saatnya makan malam, ayo aku antar kamu kesana" Robin memberanikan dirinya untuk mengajak gadis itu.


" hm, thanks" gadis itu hanya tersenyum.


mereka kemudian berjalan menuju ke ruang makan, ya walau rumah itu minimalis tapi tetap saja, jika tidak hafal akan tersesat 😅


" wah, rumah ini sangat indah!" gadis itu mengamati setiap inchi dari bangunan megah itu.


" hm, mau melihat-lihat setelah makan malam?" Robin menatap gadis itu, dia melihat gadis kecil yang sangat manis.


" apa boleh?" gadis itu merasa ragu, bagaimanapun dia adalah orang asing disini. ya, walau sudah diangkat jadi saudara tetapi tetap saja dia masih baru.

__ADS_1


" tentu saja!" Robin hanya tersenyum. gadis itu terpesona dengan senyum Robin, sangat manis dan indah.


" kita tiba!" Robin langsung membantu Zen menyiapkan makan malam, dia pergi ke dapur dan mengambil makanan yang sudah siap. gadis itu hanya terdiam didepan meja makan, dia tidak tahu harus apa dan bagaimana.


__ADS_2