
ya, Jade langsung masuk dan mengambil alih kepemimpinan. dia memerintah bawahanannya dengan seenaknya tanpa mempedulikan batas kemampuan mereka.
kalau kalian penasaran kenapa mereka mematuhi perintah Jade yang dominan bocah? karena, Nana dan Zen sudah memberitahu semua bawahan mereka kalau untuk sementara Jade yang akan mengambil alih kepemimpinan.
semua bawahannya hanya mematuhi perintah kemudian segera melaksanakan perintah sang presdir. Jade tidak hanya diam dan memerintah, Jade mengambil alih sebuah komputer dan mencari dalang yang membuat masalah dengannya.
tidak butuh waktu lama bagi Jade untuk menemukan sang pembuat onar. Jade langsung memutus jaringan hacker tersebut sedangkan bawahannya mencoba menstabikan harga saham perusahaan mereka.
setelah perjuangan yang cukup panjang dan akhirnya mereka bisa bernafas lega, terutama para bawahan yang sejak tadi mendapat tekanan dari aura membunuh milik Jade.
" hahh..." Jade menyandarkan tubuhnya dikursi kemudian menatap anak buahnya yang terlihat sangat kewalahan itu.
__ADS_1
" kalian tetap disini dan mengawasi, besok pagi kalian pulang dan beristirahat dirumah! aku memberi waktu 2 hari untuk kalian beristirahat!"
seketika pandangan semua orang teralihkan oleh kata-kata Jade, mereka menatap Jade dengan pandangan tidak percaya sedangkan Jade hanya mengangguk dan menorehkan sebuah senyuman tanpa dosa.
seketika ruangan itu menjadi ricuh dengan teriakan bahagia dari para karyawan. sudah lama mereka tidak mendapat libur di hari biasa , jadi mereka akan memanfaatkan waktu libur yang diberikan oleh Jade dengan baik.
Jade hanya menghela nafasnya sedangkan para karyawan yang sibuk dengan komputer yang ada didepan mereka. mereka tengah sibuk memantau harga saham mereka, walau biasanya pasar saham akan ditutup sebentar lagi, dan mereka masih sangat was-was.
semua orang menatap ke arah presdir mereka yang kini tengah...uhm...terlelap dalam tidurnya. seketika pandangan mereka melembut melihat sang presdir yang terlelap dalam mimpinya.
" pasti berat menjadi sosok presdir di usia muda!" salah seorang bawahannya mengambil jaket milik Jade yang ia buang di lantai kemudian menyelimuti Jade dengan jaket itu.
__ADS_1
para karyawan melanjutkan pemantauan mereka hingga pagi menjelang. pagi tiba dengan cepat dan Jade masih terlelap diruang rapat.
Nana baru tiba pagi ini, dia mencari sosok Jade yang seharusnya berada di ruang istirahatnya. Nana mencari Jade keseluruh ruangan namun dia tidak mendapati sosok manis itu, Nana mencoba menghubungi Jade akan tetapi dia malah mendapati ponsel milik Jade yang ada di bawah sofa.
Nana menghubungi Zen. Zen yang mendapati kabar kalau Jade menghilang langsung melajukan mobilnya menuju ke kantor. dia bahkan tidak mengantar Robin dan Sara ke sekolah.
saat ini di kediaman Jade..
" hah, bagaimana kita pergi?" keluh Sara sembari menatap Robin yang masih asik dengan telfonnya. ya, Robin menghubungi Zen yang meninggalkan mereka begitu saja.
" permisi" sebuah suara muncul dari balik pintu, Robin segera melangkahkan kakinya dan membuka pintu.
__ADS_1
" eh, siapa ya?" tanya Robin mendapatin sosok pria berusia 19 tahun dengan rambut yang dicat merah, mata biru, dengan stelan celana jeans robek-robek dan jaket hitam dengan lambang bunga mawar yang melilit sebuah perisai dengan 2 bilah pedang yang disilangkan diatasnya.