
mereka kemudian beranjak pergi dan menuju ke kelas, akan tetapi saat mereka hampir tiba dikelas Nathan yang menghadang mereka didepan kelas 10-C. saat itu Nathan tengah bernegosiasi dengan anggota kelas 10-C, akan tetapi mereka mengajukan syarat. akhinya Nathan terpaksa menyetujui syarat yang diberikan
" ada apa Nathan?" tanya Robin
" ah, Jade ! Robin! kalian sudah tiba!" kata salah seorang anggota kelas 10-C yang kemudian memegang tangan mereka dan menarik mereka masuk kedalam kelas.
" eh? ada apa ini?" tanya Robin bingung
" Nathan?" panggil Jade
" maa..maaf kalian berdua! mereka menyetujui untuk bertukar tema dengan kita. akan tetapi mereka meminta kalian tetap disini selama sehari!" kata Nathan dengan nada cemas, dia membungkuk untuk menunjukkan ketulusannya dalam meminta maaf
" hahh, kenapa kamu tidak bilang sejak tadi?" ketus Robin
"eh?" Nathan mengangkat kepalanya, dia melihat Jade yang mengangguk dengan wajah penuh kemalasan sedangkan Robin tersenyum dengan bangga.
saat itu Nathan menyadari mereka rela berkorban demi teman-teman mereka. sepintas terlihat air mata mulai tergenang di bola mata Nathan, dia kemudian tersenyum dan menarik perwakilan kelas 10-C dan membawanya ke ruang osis untuk menandatangani proposal pergantian tema festival musim semi tahun ini. sementara itu disisi lain Jade dan Robin meratapi nasib mereka, bagaimanapun kelas 10-C adalah tempat yang paling dibenci oleh Robin dan Jade. kelas itu memang penuh dengan fans mereka akan tetapi isi kelas itu seluruhnya adalah anak laki-laki.
( **what? anak laki-laki? ) **hm\, semuanya mulai melihat dan menatap Jade dan Robin dengan tatapan aneh. Jade merasakan dingin dilehernya\, beberapa anak mulai mendekati Robin dan menyentuhnya. melihat hal itu Jade menghadang mereka dan meminta Robin untuk keluar dari jendela\, mendengar hal itu Robin bergegas pergi dari jendela. memang terlihat tidak setia kawan akan tetapi Robin tahu kemampuan Jade\, maka dari itu dia pergi dan meninggalkan Jade sendiri didalam.
beberapa lama kemudian Jade membuka jendela dan meminta Robin yang tengah duduk bersandar dicabang pohon untuk masuk, dan saat dia masuk. Robin terkejut, Serigala liar dan mesum yang tadi semuanya hilang menjadi kelinci yang tunduk pada singa. tidak tahu bagaimana caranya Jade menundukkan mereka, akan tetapi tidak terlihat adanya bekas perkelahian atau apapun. Robin akhirnya memberanikan diri untuk bertanya
" Jade apa yang terjadi?" tanya Robin
" ...." Jade hanya terdiam dan membisu sambil menunjuk ke depan tepatnya ke meja guru, disana ada Pak Lee yang tengah mengawasi mereka. bukan karena apa, tapi karena Pak Lee adalah kepala sekolah mereka yang baru dan dia membawa surat skorsing ditangannya.
" eh, bagaimana bisa pak lee ada disini?" tanya Robin
" mereka yang membawanya kemari!" jawab Jade
" mereka? ....apa maksudmu penjaga rahasia yang diminta mengawasimu?" tanya Robin
"hm..." Jade hanya mengangguk
tidak terasa seharian mereka berada disana. Robin sibuk mengerjakan buku latihan sementara Jade tertidur dengan tidak tenang, keberadaan Pak Lee membuat suasana kelas itu suram. beberapa anak disana gemetar, berbisik, dan seketika mereka semua menjadi kikuk.
" HUUAAHHH....." Jade terbangun dari tidurnya mendengar keributan yang ada disekitarnya.
" apa sudah jam pulang?" tanya Jade
__ADS_1
" hm, apa kamu mau kembali sekarang?" tanya Robin
" ehm!" Jade berdiri dan mengambil tasnya, kemudian mereka berjalan pergi keluar. Pak Lee mulai berhenti memberi ceramah saat melihat Jade dan Robin keluar dengan santainya
" AH, JADE! ROBIN! KEMBALI ! DENGARKAN BAPAK HINGGA SELESAI!" kata Pak Lee dengan kesal
" hah, disana sangat berisik aku tidak bisa tidur" keluh Jade
" eh, kantong matamu terlihat, apa kamu tidak tidur semalam?" tanya Robin
" tidak, aku tidak bisa tidur semalam! Lia memintaku mengajarinya, jadi aku membantunya belajar hingga larut malam. setelah itu aku harus menyelesaikan pekerjaanku hingga pukul 3 pagi. setelah itu aku baru tidur sebentar dan matahari sudah terbit!" ketus Jade dengan kesal
" apa kamu mau tidur dikelas dulu?" tanya Robin
" tidak aku tidur dirumah saja!" jawab Jade dengan nada datar
saat mereka akan kembali, didepan gerbang Nathan dan yang lainnya tengah menanti mereka.
" eh, Alex?" Robin terkejut melihat teman-temannya belum pulang
" JADE! ROBIN!" mereka semua berlari dan memeluk kedua anak itu
" maaf..maaf..maafkan kami! seharusnya kami tidak membiarkan kalian berkorban demi kami!" kata William
"hah, tidak apa! ada pak Lee disana yang menjaga kami!" seru Robin sembari menenangkan mereka
" hm, tenanglah! setidaknya kita mendapat proposalnya bukan?" kata Jade
" ..." mereka semua terdiam sejenak, kemudian mereka tersenyum dengan senangnya
setelah merasa tenang mereka semua kembali ke rumah mereka masing-masing. begitu pula dengan Jade dan Robin\, mereka kembali ke appartment mereka. saat tiba di appartment jade. jade menemukan adikknya terkapar dilantai dengan pakaian basah kuyup. Jade dan Robin sangat terkejut\, dia meminta Robin untuk memanggilkan ibunya agar mereka bisa melepas pakaian Camelia. tidak lama kemudian Robin datang bersama ibunya. ibu Robin menggantikan pakaian Camelia sementara Robin membuat bubur dan Jade pergi ke apotik dengan motor sportnya **CBR 500 **berwarna hitam miliknya.
Jade pergi membeli obat pereda demam, kemudian bergegas kembali ke appartmentnya. setibanya disana .
" Jade, bibi sudah menggantikan baju Camelia dan Robin sudah membuat bubur untuknya dimeja makan, jika dia bangun suruh dia makan baru minun obat!" kata ibu Robin
" hm, terimakasih bibi Lily!" kata Jade pada wanita paruh baya itu, walau sudah berumur 40 tahun tetapi ibu Robin masih terlihat sangat muda. Lilian Sparrow atau Nyonya Sparrow itulah namanya, aku biasa memanggilnya bibi lily. rambut cokelat yang indah dengan mata cokelat yang indah menghiasi wajahnya.
" kalau begitu Bibi pulang dulu ya! " kata bibi Lily
__ADS_1
" ah, Ma aku disini dulu!" seru Robin
" hm, jangan lupa pulang untuk makan malam!" kata Bibi Lily
" baik, Ma! " kata Robin
" maaf merepotkan kalian!" kata Jade dengan nada menyesal
" bukan masalah, bukankah kita sudah seperti keluarga!" seru Robin
" ...." Jade hanya menganguk.
tidak lama setelah itu Camelia bangun, Jade yang melihat adiknya terbangun langsung memeluknya.
" syukurlah kamu baik-baik saja!" kata Jade
" kak, lepaskan! kamu bisa tertular!" kata Camelia
" hah, gadis bodoh! kakakmu ini boleh sakit, tapi tidak denganmu! kalau kamu sakit siapa yang akan menjaga dan menguatkan kakak, hng?" tanya Jade sambil menunjuk-nunjuk jarinya ke kepala Camelia
" hm, maaf!" kata Camelia
" sudahlah, ayo makan ini dulu! Robin yang membuatnya" kata Jade
" hm,....EHHH?" setelah mengambil mangkuk yang diberikan Jade, Camelia terdiam sejenak kemudian memperhatikan pakaiannya. dia terkejut bajunya terlah berganti
" apa sih teriak-teriak?" tanya Jade sambil menutup telinganya dengan kedua tangannya
" SIAPA YANG MENGGANTI PAKAIANKU?" tanya Camelia kesal, wajahnya memerah entah itu karena malu atau karena demam
" Bibi Lily yang menggantikannya!" jawab Jade dengan nada datarnya
" oh, kenapa bibi bisa kemari?" tanya Camelia lega
" aku dan Robin menemukanmu tergeletak dilantai dengan seragam basah, kemudian aku meminta dia memanggil bibi kemari" jawab Jade dengan acuh
" oh" Camelia kembali fokus memakan buburnya.
jade hanya diam melihat adik kecilnya itu makan, dia tidak berbicara tidak berucap. dia hanya memperhatikan adik kecil kesayangannya itu. dia ingin menanyakan banyak hal, dia ingin tahu kenapa Lia demam, dia ingin tahu kenapa bajunya basah sementara diluar tidak hujan, dia ingin tahu apa adiknya dijahili atau tidak, dia ingin tahu siapa yang menyebabkan hal ini terjadi. ada begitu banyak pertanyaan dalam hatinya yang tidak bisa dia keluarkan. dia tahu jika dia tidak bertanya dia akan tersiksa, tapi jika dia bertanya adik kecilnya itu yang akan menderita
__ADS_1