School Lifes

School Lifes
Episode 6


__ADS_3

selepas Camelia selesai makan, Jade memintanya meminum obat kemudian meminta dia tidur. saat Jade akan pergi dari kamarnya


" kak.." Camelia menahan lengan baju Jade


" ada apa?" tanya Jade lembut


" apa kakak tidak ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya?" tanya Camelia


" hm, lebih baik kamu tidur dulu! saat kamu pulih baru ceritakan pada kakak!" kata Jade lembut sambil mengusap kepala adiknya itu.


Jade kemudian kembali ke ruang tamu, dia memanggil beberapa mata-mata yang diminta ayahnya mengawasi Camelia. dia memanggil mereka kemudian mengintrogasi mereka. Jade mendapat jawaban dari semua pertanyaannya, karena mengetahui kenyataan yang tidak pernah disadarinya, Jade memberi izin para mata-mata untuk mengancam semua yang menyakiti Camelia, walau tidak sampai membuhun tetapi setidaknya Camelia bisa aman.


Jade tidak peduli jika dia terlihat kejam atau buruk, selama adiknya itu baik-baik saja dia tidak keberatan menjadi seorang monster. Jade akhirnya meminta mereka pergi kemudian Jade menyelesaikan pekerjaannya seperti biasa, dia tidak lupa memeriksa buku latihan yang diberikannya pada Camelia. dia memeriksa semua jawaban dari soal yang dikerjakan adiknya. dia juga tidak lupa menandai bagian-bagian dan soal-soal penting. hingga larut malam Jade bekerja keras, hingga akhirnya Jade tertidur lagi diruang tamu pada pagi harinya.


" HUAAAAHHHHH......" Jade terbangun karena udara dingin menyentuh tubuhnya


" urgh, sudah pagi?" tanya Jade yang menggosok matanya, Jade mencoba mengumpulkan semua energi kemudian mengangkat tubuhnya dan membereskan semua barang-barangnya kemudian beranjak pergi ke kamarnya dan mandi.


selepas mandi Jade membersihkan rumah kemudian membuat sarapan, tidak lupa dia membangunkan Camelia yang terlelap. dia tidak memanggilnya, kali ini Jade memaksa masuk ke kamar Camelia.


KRIIIEETTTTT...........


" sayang, ayo bangun!" kata Jade lembut, dia mengelus kepala adik kecilnya yang tengah tidur ini


" urgh, dua menit lagi!" kata Camelia yang kemudian memiringkan posisinya ke sebelah kiri menghadap dinding.


" hahh, baiklah! segera turun dan bersiap-siap" kata Jade yang kemudian meninggalkan adikknya yang tengah terlelap itu


Jade kemudian menyiapkan sarapan dan membuka beberapa buku pelajarannya kemudian mengerjakan beberapa tugas yang harusnya dikumpulkan minggu depan. tidak lama kemudian Camelia tiba, dia melihat kakaknya itu yang tengah makan sambil mengerjakan tugasnya. suara ketukan sendok yang saling sahut dengan piring membuat selera makan Camelia memuncak, dia melihat kakaknya menoleh dan tersenyum padanya.


" apa yang kamu tunggu, kucing kecil?" tanya Jade lembut

__ADS_1


" ah," Camelia akhirnya mendekat dan menyantap sarapan bersama dengan kakaknya itu, dia sempat berpikir memberitahu kakaknya kebenaran mengenai masalah yang terjadi tadi malam, akan tetapi


" anu, kak!" kata Camelia ragu


" kalau kamu merasa sulit, lebih baik tidak perlu kamu katakan! jika itu membuatmu sakit, lebih baik kamu lupakan! dan jika kamu ingin membaginya, katakan saja! kakak akan selalu bersamamu" kata Jade lembut


" ah" Camelia terpana mendengar perkataan kakaknya itu, dia pikir sejak dulu jade memang begitu menyayaginya akna tetapi. itu pertama kalinya Camelia melihat wajah Jade yang menyembunyikan begitu banyak beban akan tetapi dirinya tetap bisa tersenyum dengan begitu indah.


" nanti jangan lupa minum obatmu!" kata Jade yang beranjak pergi


" hm," Camelia tersenyum, dia senang Jade mengelus kepalanya.


Saat Jade akan pergi, Jade meletakkan buku latihan milik Camelia dimeja makan. Camelia terkejut saat kakaknya meletakkan buku latihannya disana, Camelia tersenyum. dia berteriak dari ruang makan sebelum kakaknya pergi


" THANKYOU, KAK!" teriak Camelia dari ruang makan


Jade pergi ke sekolah dengan CBR 500 miliknya, hari ini dia ingin melampiaskan amarahnya, dia masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar semalam.


" apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Jade


" maaf tuan muda, ada beberapa anak yang menggangu Nona! mereka merasa iri akan kepopuleran dan prestasi yang dimiliki nona, selain itu juga karena Nona sangat dikagumi oleh anak laki-laki disekolahnya. Jadi kemarin mereka sengaja menjebak nona di toilet kemudian membuli nona" jawab pengawal itu


Jade masih terus memikirkan kata-kata pengawal itu, dia berpikir semalaman dan akhirnya dia tidak tidur lagi. setibanya di sekolah, Jade sangat malas menghadapi para gadis yang telah menunggunya, jadi Jade memutuskan untuk melompati pagar belakang sekolah, dia melihat Alex sedang berjalan menuju ke sekolah, saat itu juga Jade menitipkan sepeda motornya pada Alex sementara dia masuk ke sekolah dengan melompati pagar. setibanya dikelas Jade langsung tumbang, hal itu membuat semua teman-temannya khwatir.


saat makan siang-pun tiba, Nathan meminta Jade membantunya menyusun kegiatan festival. Jade akhirnya terpaksa membantu Nathan hingga jam pulang sekolah.


" urgh, akhirnya selesai!" kata Nathan


" hm," Jade berdiri dari kursi, kemudian melangkahkan kakinya dan pergi menuju ke parkiran.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

__ADS_1


" aku pulang" kata Jade yang baru tiba di apartement nya, Jade melihat sekeliling. Camelia tidak ada dirumah, itu yang membuat dia khawatir. Jade kemudian mencarinyake seluruh komplek apartemennya. namun dia tidak menemukannya, hingga hari menjelang malam. Jade akhirnya menemukan Lia di taman yang tidak jauh dari komplek apartemennya.


" LIA!!" panggil Jade


"eh, kakak? kenapa .." Belum sempat Lia menyelesaikan kata-katanya, Jade sudah memeluknya dengan sangat erat


" gadis bodoh, kenapa kamu tidak menjawab telfonku?" Jade merasa kesal, bagaimanapun rasa khawatirnya seperti dipermainkan


" ah,maaf! tadi baterai ponselku habis" kata Lia yang melepas pelukan kakaknya itu


" hufth, syukurlah kamu baik-baik saja" Jade menjatuhkan dirinya ke kursi disebelah lia


" apa kamu baik-baik saja, kak?" tanya Lia yang melihat kakaknya sangat berantakan, wajahnya terlihat panik, pakaiaannya berantakan, rambutnya acak-acakan, dan kantong mata yang sangat hitam terlihat jelas di wajahnya, matanay terlihat sembab. Jade terlihat sangat kelelahan


" aku baik-baik saja, biarkan aku tidur sebentar!" kata Jade yang meletakkan kepalanya ke bahu adik kecilnya itu


" hm." Camelia hanya bisa tersenyum


Jade tertidur lelap, walau hanya selama beberapa menit tapi Jade terlihat sangat damai dan tenang. Camelia merasa sedikit bersalah membuat kakaknya itu khawatir. Lia melihat Jade yang tengah tidur, dia tidak percaya kalau kakaknya terlihat sangat polos dan manis saat tidur. sementara Jade tidur, Lia melihat pemandangan matahari terbenam dari taman, pemandangganya sangat indah. dai teringat akan ibunya. dia teringat dulu ibunya selalu membawanya melihat mata hari terbenam di rumah mereka, pemandangan Sunset dari Rooftop. sekilas percikan air mata turun dari matanya. Jade yang tidur tiba-tiba terbangun dan menghapus air mata adik kecilnya itu


" **bodoh\, **aku disini. jadi jangan sedih lagi\, aku akan selalu bersamamu! aku yang akan melindungimu! tenang saja\, kakak ada disini!" kata Jade yang tengah menghapus air mata adik perempuannya itu


" hm, " Lia menghapus air matanya dan menguatkan dirinya


" ayo kita pulang!" Jade berdiri dan mengulurkan tangganya untuk adik kecilnya itu


****


Camelia" hm, kita pulang jalan kaki?"


Jade " aku bawa motor!"

__ADS_1


__ADS_2