School Lifes

School Lifes
Episode 56


__ADS_3

" hahh, lama tidak bertemu pak tua!" Jade membuka pintu dengan pelan, dia langsung memberikan tekanan yang luar biasa, semua yang ada didalam ruangan sangat meresa tertekan. aura dingin keluar begitu saja, tatapan yang setajam elang membuat suasana semakin mengerikan, sedangkan Nana hanya bisa begidik ngeri melihat Jade yang begitu dingin.


" jade?" ayah Jade, Steven Criss. dia menatap dingin pada anak laki-laki semata wayangnya, dia berusaha menetralkan ekspresi wajahnya, dia tengah mencoba menahan dirinya agar tidak begidik ketakutan.


" bukankan aku sudah bilang Pak tua, aku tidak akan pernah mengambil alih Criss grup. " Jade mendudukkan dirinya ke kursi, dimeja terdapat sebuah papan nama bertuliskan Presdir. jade menaikkan kakinya ke atas meja, dan menyandarkan tubuhnya. Steven hanya menggeleng melihat tingkah putranya itu, kalau bukan karena dia adalah kunci yang bisa membawa Criss grup ke puncak dunia, Steven tidak akan mau datang dan memohon ke tempat seperti ini.


" hahh, aku tidak datang untuk itu. Mamamu sedang sakit, dia ingin melihatmu!" Steven memberanikan dirinya untuk mendekat ke meja, dia mendudukkan dirinya ke kursi yang ada disana. dia mengikat tangannya dan menjalin anyaman, kemudian menggunakannya untuk menopang dagunya.

__ADS_1


BRAKKK


tiba-tiba Jade mengangkat kakinya, dia mengayunkannya dan...meja terbelah dua. Steven segera mundur dan mengambil jarak, sedangkan ruangan itu? kini dipenuhi dengan aura membunuh dari Jade. Jade mengangkat tubuhnya dan mengambil posisi berdiri, dia mulai berjalan mendekat ke arah papanya itu.


" Ja..de..?" Steven mulai begidik ngeri, dia tahu kalau Jade menguasai berbagia macam ilmu beladiri dan dia tahu kalau anak itu bisa membunuhnya kapan saja. Jade terus mendekat ke arah Steven, setelah dirasa cukup dia menarik kerah baju Steven.


" urgh.."

__ADS_1


tidak lama kemudian pertugas security datang dan menghentikan Jade, Steven segera pergi meninggalkan kantor Jade, dia masih belum ingin mati sekarang. petugas sedikit kewalahan saat menahan Jade dari amukannya, mereka bahkan mendapat beberapa pukulan yang mendarat diwajah dan perut mereka.


" Jade!" Nana memukul syaraf tidur Jade, sehingga Jade tertidur. petugas security segera meletakkan Jade yang terlelap ke sofa. setelahnya para petugas meminta izin untuk undur diri, Nana segera menelfon Zen dan memberitahu keadaan Jade.


Zen sangat terkejut mendengar Jade mengamuk hingga tidak terkendali, Zen segera membawa Sara dan pergi menuju ke kantor. sebenarnya membawa Sara ke kantor adalah hal yang buruk, tapi dia sudah tidak punya banyak waktu. akan jadi masalah besar jika Jade mengamuk.


setibanya di kantor Zen langsung memarkirkan mobilnya di parkiran basement kemudian membawa Sara menuju ke kantor presdir. Zen dan Sara disambut oleh Nana yang tengah menunggu mereka di depan pintu masuk. Zen menitipkan Sara ke Nana kemudian bergegas masuk dan memeriksa keadaan Jade.

__ADS_1


" JADE!!!" Zen membuka pintu kemudian melayangkan pandangannya ke segala penjuru ruangan. setelah menemukan keberadaan Jade yang tengah terlelap Zen menjadi tenang, dia mulai berjalan mendekat ke arah Jade dan mendapati Jade yang tengah tertidur.


" hahh, syukurlah!" Zen mengusap lembut surai cokelat milik Jade kemudian melangkahkan kakinya menuju ke luar.


__ADS_2