
" saatnya pergi!" Jade mengambil kunci mobil yang ada di dekat ranjangnya kemudian melangkahkan kakinya menuju ke basement, dimana sebuah Audi dengan type R10 berwarna merah tengah menanti dirinya.
Jade melajukan mobilnya dengan kecepatan normal menuju ke sebuah cafe yang cukup terkenal di daerah itu. Jade memarkirkan mobilnya tidak jauh dari cafe itu kemudian melangkahkan kakinya memasuki pintu kaca yang membatasi dunia luar dengan cafe itu
" selamat datang!" Seorang pelayan menyambut kedatangan Jade. dia segera mengantar Jade ke sebuah meja kosong kemudian mencatat pesanannya.
ya,sembari menunggu pesanannya tiba,Jade tengah menggunakan earphone dan membaca beberapa berkas yang belum sempat ia selesaikan. kini Jade menjadi pusat perhatian di cafe itu, ya secara Jade itu tampan, manis, dan cute banget. ditambah hari ini dia pake setelan yang agak kebesaran membuatnya terlihat seperti anak kecil.
pelayan datang dengan nampan yang berisi jus lemon, pancake, dan sepiring steak. pelayan menghidangkan makanan itu ke atas meja Jade dengan pelan sebelum ada pengunjung yang tidak sengaja menabrak sang pelayan hingga menumpahkan jus lemon ke pakaian milik Jade.
" ARGH??" Jade terkejut begitu ada sesuatu yang basah mengenai tubuhnya. Jade mendongak dan menemukan sosok gadis manis yang tengah meminta maaf padanya. Jade mengamati lekat-lekat wajah sang gadis hingga dia menemukan bahwa gadis itu adalah gadis yang sama dengan yang menabraknya beberapa waktu lalu.
" Lu?" Gadis itu sontak terkejut dan nenatap wajah sang pelanggan. dia mengenal wajah itu, wajah tampan yang dia tabrak di mall beberapa waktu lalu.
" ah, tuan maaf atas kecelakan yang disebabkan oleh pelayan saya." manager cafe itu datang dan mewakiki pelayannya untuk meminta maaf. Jade masih kesal karena gadis itu membuat kaos limited edision miliknya basah.
" Fay, cepat minta maaf!" manager itu membungkukkan tubuh sang gadis untuk menunjukkan penyesalan mereka. Jade belum puas, seketika terlintas sebuah ide jahil di kepalanya.
" heh, tidak semudah itu" Jade menunjukkan smirknya. manager dan gadis itu saling menatap bingung.
" hm, berapa penghasilan tempat ini semalam? $2000? $5000?" manager itu kembali menatap iris cokelat milik Jade, dicarinya kebohongan dan kelicikan dimatanya.
" kami bisa mendapat 10.000 Dollar dalam.semalam" jawab gadis itu dengan sombongnya, dia menatap sinis pada Jade. Jade hanya terkekeh geli melihat tingkah gadis manis itu. eh, what?
~~
Jade: thor, lu g salah?-_-+
Author:ya kan kemarin lu yang minta cewek ╮(╯▽╰)╭
Jade: tapi ya g gi...
~~
" ho, kalau begitu biar aku sewa gadis menyebalkan ini" Jade menampakkan smirknya. sang manager terkejut mendengar perkataan anak laki-laki itu. sedangkan si gadis, dia tengah membatu.
" maaf tuan, tapi ini bukan.."
" hanya menemani duduk dan melayani semua pesanan yang aku pesan!" belum sempat sang manager menyelesaikan kata-katanya dan Jade sudah memotongnya. sang manager akhirnya mengangguk dan menatap pada gadis manis yang tengah membatu itu.
" ho, kalau begitu aku ingin semua pesananku diganti, kemudian aku mau gadis itu duduk disini dan tidak boleh melayani pelanggan yang lain!"
__ADS_1
seketika sang manager dan pelayan itu sontak mereka bergegas melayani Jade yang kini kembali berkutat dengan berkas-berkasnya. tidak lama Jade menunggu dan pelayan itu datang dengan senampan penuh makanan manis dan beberapa gelas coffe.
" maaf membuat anda menunggu" seru sang gadis sembari meletakkan piring dengan hati-hati.
" duduk!" Gadis itu segera mendudukkan dirinya dikursi yang ada dihadapan Jade. dia hanya diminta duduk disana tanpa melakukan apapun.
kini sudah satu jam dan Jade masih tidak angkat bicara, dia bahkan belum menyentuh hidangan yang ia pesan.
" apa anda tidak lapar?" tanya gadis itu dan membuat Jade menoleh sebentar kemudian meletakkan berkasnya.
" makanlah jika kamu mau" jawab Jade yang kemudian meneguk secangkir coffe hitam yang dia pesan.
" adik kecil jangan bercanda denganku, bukankah umurmu baru 18 tahun? lalu apa yang kamu lakukan malam-malam begini diluar?" tanya gadis itu dengan kesal. dia juga harus bekerja, dan Jade malah menahannya.
" haha bukankah umurmu juga baru 18? selain itu aku bukan anak kecil!" Jade mengambil ponselnya kemudian mencari kontak ponsel seseorang. setelah menemukan apa yang dia cari, Jade langsung mengirim pesan ke kontak itu.
" hufth" gadis itu menggembungkan pipinya membuat Jade gemas. Jade hanya terkekeh kemudian mengembalikan fokusnya dengan berkas.
tanpa disadar gadis itu mulai memakan pesanan milik Jade, gadis manis itu memakan semua makanan yang ada di meja dengan lahap hingga membuat Jade tersenyum puas, sudah lama dia tidak mereasa selepas ini. jade menghapus senyumnya dan kembali menyibukkan dirinya dengan berkas-berkas.
kini sudah pukul 10 malam dan cafe itu harus tutup. Jade yang menyadari hal itu segera merapikan berkas-berkasnya kemudian mengangkat tubuhnya dari kursi.
" oh kamu mau pulang?" tanya gadis itu yang melihat Jade berdiri, dia merasa lega jika anak ini menghilang dari hadapannya.
" hm, thank for your time!" Jade mengukir sebuah senyum diwajahnya membuat gadis manis itu tersipu karena senyumnya.
kini Jade melajukan mobilnya menuju ke perusahaan, dia segera memarkirkan mobilnya di basement kemudian mengambil tumpukan berkasnya dan melangkahkan kakinya menuju ke kantor.
" hahh, ini melelahkan!" Jade melempar tubunya ke atas ranjang kemudian memandangi langit-langitnya. ditatapnya plafon berwarna biru tua dengan corak bima sakti yang menghiasinya.
Jade hanya termenung sembari memikirkan segudang pekerjaan yang harus dia tangani, selain itu dia juga baru mendapat kabar kalau beberapa anak perusahaannya terkena masalah.
kepala Jade terasa pening, matanya mulai terasa berat. rasa kantuk mulai menyerang dirinya, matanya mulai terpejam seiring otaknya yang berhenti berpikir.
Jade kini mengistirahatkan tubuhnya, sebuah tidur yang indah dan menenangkan untuk dirinya.baru 3 jam Jade tertidur dan dering ponsel membangunkan Jade dari tidurnya, Jade marih ponselnya yang berada disaku celananya kemudian menggeser dialnya ke atas.
**
" siapa yang menggangu tidurku!? apa kamu tidak tahu aku baru tidur!?"
"....."
" APA?"
__ADS_1
"...."
"cih, aku segera turun!"
**
Jade terpaksa bangun dari tidurnya kemudian melangkahkan kakinya menuju ke ruang rapat dibawah. disana nampak beberapa pekerja yang dipanggil mendadak masih dalam keadaan berantakan.
ya, Jade langsung masuk dan mengambil alih kepemimpinan. dia memerintah bawahanannya dengan seenaknya tanpa mempedulikan batas kemampuan mereka.
kalau kalian penasaran kenapa mereka mematuhi perintah Jade yang dominan bocah? karena, Nana dan Zen sudah memberitahu semua bawahan mereka kalau untuk sementara Jade yang akan mengambil alih kepemimpinan.
semua bawahannya hanya mematuhi perintah kemudian segera melaksanakan perintah sang presdir. Jade tidak hanya diam dan memerintah, Jade mengambil alih sebuah komputer dan mencari dalang yang membuat masalah dengannya.
tidak butuh waktu lama bagi Jade untuk menemukan sang pembuat onar. Jade langsung memutus jaringan hacker tersebut sedangkan bawahannya mencoba menstabikan harga saham perusahaan mereka.
setelah perjuangan yang cukup panjang dan akhirnya mereka bisa bernafas lega, terutama para bawahan yang sejak tadi mendapat tekanan dari aura membunuh milik Jade.
" hahh..." Jade menyandarkan tubuhnya dikursi kemudian menatap anak buahnya yang terlihat sangat kewalahan itu.
" kalian tetap disini dan mengawasi, besok pagi kalian pulang dan beristirahat dirumah! aku memberi waktu 2 hari untuk kalian beristirahat!"
seketika pandangan semua orang teralihkan oleh kata-kata Jade, mereka menatap Jade dengan pandangan tidak percaya sedangkan Jade hanya mengangguk dan menorehkan sebuah senyuman tanpa dosa.
seketika ruangan itu menjadi ricuh dengan teriakan bahagia dari para karyawan. sudah lama mereka tidak mendapat libur di hari biasa , jadi mereka akan memanfaatkan waktu libur yang diberikan oleh Jade dengan baik.
Jade hanya menghela nafasnya sedangkan para karyawan yang sibuk dengan komputer yang ada didepan mereka. mereka tengah sibuk memantau harga saham mereka, walau biasanya pasar saham akan ditutup sebentar lagi, dan mereka masih sangat was-was.
" presdir, semuanya sudah berakhir!" teriak seorang anggota IT yang tengah memantau kondisi pasar saham dan mendapati pasar telah ditutup dengan kondisi saham perusahaan yang stabil.
semua orang menatap ke arah presdir mereka yang kini tengah...uhm...terlelap dalam tidurnya. seketika pandangan mereka melembut melihat sang presdir yang terlelap dalam mimpinya.
" pasti berat menjadi sosok presdir di usia muda!" salah seorang bawahannya mengambil jaket milik Jade yang ia buang di lantai kemudian menyelimuti Jade dengan jaket itu.
para karyawan melanjutkan pemantauan mereka hingga pagi menjelang. pagi tiba dengan cepat dan Jade masih terlelap diruang rapat.
Nana baru tiba pagi ini, dia mencari sosok Jade yang seharusnya berada di ruang istirahatnya. Nana mencari Jade keseluruh ruangan namun dia tidak mendapati sosok manis itu, Nana mencoba menghubungi Jade akan tetapi dia malah mendapati ponsel milik Jade yang ada di bawah sofa.
Nana menghubungi Zen. Zen yang mendapati kabar kalau Jade menghilang langsung melajukan mobilnya menuju ke kantor. dia bahkan tidak mengantar Robin dan Sara ke sekolah.
saat ini di kediaman Jade..
" hah, bagaimana kita pergi?" keluh Sara sembari menatap Robin yang masih asik dengan telfonnya. ya, Robin menghubungi Zen yang meninggalkan mereka begitu saja.
__ADS_1
" permisi" sebuah suara muncul dari balik pintu, Robin segera melangkahkan kakinya dan membuka pintu.
" eh, siapa ya?" tanya Robin mendapatin sosok pria berusia 19 tahun dengan rambut yang dicat merah, mata biru, dengan stelan celana jeans robek-robek dan jaket hitam dengan lambang bunga mawar yang melilit sebuah perisai dengan 2 bilah pedang yang disilangkan diatasnya.