
hari ini hari minggu, jade dan Robin
memutuskan untuk pergi ke taman bermain sedangkan Zen harus pergi ke kantor. Jade pergi dengan Robin mengendarai sebuah Porsche 911 Carrera 4 cabriolet berwarna hitam miliknya.
Jade melajutkan mobilnya dengan kecepatan standar dijalanan LA yang ramai, Robin hanya fokus dengan musik yang dimainkan oleh Playist lagunya hingga..
" JADE AWASS!!!" Seorang gadis lompat begitu saja ke jalan, Jade langsung saja menginjak rem-nya tanpa berpikir panjang hingga mereka hampir menabrak gadis itu.
" ah, apa kamu baik-baik saja,Robin?" jade menatap ke Robin yang masih terlihat syok dan kacau. mereka berdua kemudian memutuskan untuk turun dan memeriksan kondisi gadis itu.
" apa kamu baik-baik saja?" Robin mengulurkan tangannya pada gadis itu. gadis itu menerima uluran tangan Robin kemudian berdiri.
" ouch.." gadis itu tersungkur kembali ke tanah, kakinya terluka. robin bergegas memeriksan kaki gadis itu sedangkan Jade hanya diam dan memperhatikan.
" SARA, APA YANG KAMU LAKUKAN
DISINI?" seorang laki-laki dengan badan yang kekar datang menghampiri, dia tampak kesal. pria itu menatap ke arah gadis yang kini tersungkur ketanah.
" tuan, apa anda mengenalnya?" jade bertanya pada pria itu dengan santainya.
" ah, maaf nak. apa dia membuat
kalian kerepotan?" tanya pria itu dengan sopan, namun tidak menghilangkan ekspresi kesal dan marahnya.
" gadis ini melompat ke jalan begitu saja, untung saja saya masih bisa mengendalikan mobil jadi, tidak ada
__ADS_1
yang terluka." jade menatap tajam pada pria yang ada didepannya.
" maaf, tapi gadis ini terkilir. apa kami perlu mengganti rugi?" Robin ikut bicara dengan pria kekar itu, ya walau separuh tubuhnya bergetar dia tetap mencoba memberanikan diri.
" APA!? GADIS BODOH, KAMU INI
HANYA MEREPOTKAN SAJA!" pria itu menarik lengan gadis itu dan mencengkramnya dengan sangat kuat.
" argh.." gadis itu meringis kesakitan. jade hanya diam dan mengambil beberapa ratus dollar dari dalam dompetnya.
" maaf paman, kalau dia putrimu
ini. kami akan ganti rugi biaya pengobatannya" Jade memberikan beberapa lembar uang pada pria yang ada didepannya, dia kemudian menarik tangan Robin dan membawanya pergi.
maaf putriku membuat masalah bagi kalian" Pria itu tersenyum kemudian
membawa gadis itu kembali ke dalam rumah. Robin hanya memperhatikan gadis yang mulai berjalan menjauh itu.
" ada masalah?" Jade menatap Robin yang sedari tadi melamun, Robin menatap ke luar jendela dengan tatapan yang penuh kesedihan.
" ah, tidak!" robin kembali menfokuskan dirinya dengan ponselnya, walau begitu dia semakin memikirkan gadis tadi.
tidak butuh waktu lama mereka tiba ditaman bermain, Jade dan Robin kini sudah berada diparkiran. Jade sudah turun dan membeli tiket, sedangkan robin masih melamun dimobil.
" ayo pergi, robin!" Jade menatap kebelakangnya, tidak ada keberadaan Robin disana. Jade terus mencari keberadaan Robin, hingga dia menemukan sosoknya yang tengah duduk dalam lamunannya dimobil.
__ADS_1
" Robin?" Jade menatap Robin, dia pikir Robin mungkin masih sedikit trauma dengan hal tadi.
" ah, Jade? kenapa kamu turun?" Robin terkejut mendapati Jade ada didepannya, dia benar-benar larut dalam lamunannya karena seorang gadis.
" kita sudah sampai! aku juga sudah membeli tiket!!" jade menunjukkan dua tiket yang ada ditangannya pada Robin.
" ah, maaf! ayo kita pergi" Robin membuka pintu mobil kemudian berjalan menuju ke area taman bermain.
" apa kamu baik-baik saja, Robin?" Jade masih memikirkan Robin yang sedari tadi melamun. dia takut kalau Robin teringat dengan kecelakaan yang di alami oleh orang tuanya.
" aku tidak apa, hanya saja... paman yang tadi terlihat aneh?" Robin menatap ke bianglala yang tidak jauh dari tempat mereka duduk.
" eh, kamu masih memikirkan yang tadi?"
" maaf!" Jade khawatir kalau Robin benar-benar memikirkan orang tuanya.
" tidak, kenapa kamu minta maaf?" Robin bingung dengan Jade, memang cara mengemudi Jade tadi agak membahayakan gadis itu, tapi kesalahannya tetap ada pada gadis itu.
" hahh, ayo kita naik itu!" Robin menunjuk ke arah bianglala. daripada hanya duduk dan memikirkan gadis itu, lebih baik mereka bersenang-senang.
" hahh? serius?" Jade terkejut Robin mengajaknya naik bianglala. bukan karena Jade takut ketinggian, tapi bianglala adalah tempat yang ..uhm... romantis?
" hm, kenapa?" Robin bingung dengan tatapan Jade, Jade menatapnya dengan penuh kebingungan.
" hahh, ayo kita naik roller coaster!" Jade mengangkat tubuhnya dan berjalan menuju ke antrian panjang roller coaster, Robin hanya pasrah mengikuti keinginan adiknya ini
__ADS_1