
keesokan harinya semua anggota mansion Jade terbangun oleh dering jam weker yang membangunkan mereka, semua orang terbangun dari tidurnya terkecuali Jade yang masih sibuk berkencan dengan bantal dan selimutnya. ya, semalam Jade harus pergi ke kantor karena ada masalah darurat, jadi dia baru tidur pukul 4 pagi. dan pagi ini? ya, pagi ini Zen membangunkan Jade secara paksa akan tetapi hal itu gagal.
" HEI TUKANG TIDUR, CEPAT BANGUN!!!!" Zen menggoyangkan tubuh Jade yang masih terlelap dalam tidurnya. ya, Zen mengerti kalau Jade masih sangat lelah, tapi hari ini mereka harus pergi ke STAR a.k.a IHST. mereka harus mendaftarkan Sara kesana, ya walau mereka belum meminta pertimbangan dari Sara, tapi ini adalah keputusan murni dari Jade. Jade tidak mau menyia-nyiakan bakat musik yang begitu hebat, dan Sara memiliki hal itu.
" urgh.." lenguhan kecil membuat Zen menjadi semakin semangat membangunkan Jade, dia meneriaki telinga Jade dan menggoyangkan tubuh Jade dengan keras. sudah 10 menit berlalu dan Jade? dia masih saja belum bangun.
" kak Zen?" Robin tiba-tiba masuk dan mendapati Zen tengah mencoba membangunkan Jade, Zen terkejut mendapati Robin naik ke atas. seingatnya dia meminta Robin untuk menunggu di garasi setelah sarapan.
__ADS_1
" kenapa kamu disini?" Zen menoleh ke arah jam dinding yang tengah bertengger dengan anggunya di sudut dinding. Zen sangat terkejut, sekarang sudah pukul 07:45 AM, Zen langsung saja menarik tangan Robin dan membawanya menuju ke garasi, menyalakan mobil dan melajukannya ke sekolah.
Sara yang melihat tingkah keduanya hanya terkekeh sembari memegangi perutnya, Sara memutuskan untuk pergi ke studio musik. ya, sekarang hanya ada dirinya dan Jade di rumah, Jade tengah asik dengan tidurnya jadi, Sara memutuskan untuk pergi ke studio musik.
setibanya di Studio Sara mendapati sebuah Gitar yang tersandar di sudut ruangan. sebuah Gitar dengan type Yamaha Silent Guitar SLG200N. Sara mendekati gitar itu kemudian meraihnya, dia mendudukkan dirinya ke sebuah Sofa yang ada disudut ruangan kemudian memainkan gitar itu.
__ADS_1
" JADE!!!" Sara terkejut mendapati Jade ada disana, dia segera menghentikan permainannya dan menatap Jade bingung. Jade tidak peduli kalau Sara berhenti bermain, jari jemarinya terus menerus menari membentuk sebuah harmonisasi nada yang indah.
" kenapa berhenti?" Jade menatap ke arah Sara yang tengah melamun\, Jade berhasil membuyarkan lamunan Sara dan membuatnya kembali memetik senar gitarnya. sebuah kombinasi harmonisasi nada yang sangat indah. permainan mereka berhasil menyihir semua pendengarnya **( Author: ya iya kalau ada yang denger :V). **permainan mereka terus berlanjut hingga Zen tiba dan membuat mereka berhenti.
" eh, kenapa kalian berhenti?" Zen menatap bingung kedua anak yang ada didepannya, permainan yang begitu indah dihentikan dengan mudahnya. sang pendengar yang begitu menikmati alunan nada itu merasa kesal, akan tetapi bukannya Jade dan Sara melanjutkan permainannya. sebuah jitakkan mendarat ke kepala Zen.
" ouch, Jade kenapa?" erangnya dengan kesal, seketika dia tersadar kalau sedari tadi ponselnya bergetar. Zen segera menjawab panggilan itu dan meninggalkan kedua anak yang sibuk dengan segudang sumpah serapa yang tengah mereka keluarkan.
__ADS_1