School Lifes

School Lifes
Episode 10


__ADS_3

Beberapa waktu telah berlalu, kini musim panas telah berakhir. dia memutuskan meninggalkan Inggris dan pergi ke LA. sementara semua teman-temannya menunggu kedatangan Jade pagi itu, mereka menunggu seharian namun Jade tidak datang. sementara itu Jade...


BANDARA...


" kita sudah terlambat tuan muda!"kata  salah seorang pelayannya menjemputnya.


" hm, ayo pergi!" Jade melangkah pergi membawa kopernya menuju ke pesawat.


" selamat tinggal, Robin..semuanya!" Jade memandang langit-langit dari jendela, dia hanya bisa mengucap kepergiannya dari langit.


" maaf, aku titipkan ucapan selamat tinggalku pada langit, ku harap deru angin menyampaikannya pada kalian!" Jade memandangi langit dari jendela pesawat. terpantul jelas wajahnya penuh kesedihan.


dia pergi tanpa pamit, ribuan chat masuk kedalam ponselnya. ratusan panggilan dilayangkan ke ponselnya. ponselnya terus saja bergetar namun, dia tidak mempedulikan hal itu.


05:30 PM on LA...


" kita tiba, tuan muda!" pelayan itu menganbil barang-barang tuannya itu. pelayan ini diminta ayahnya untuk menjaganya, keputusan untuk pergi ke LA adalah murni keputusan dari Jade, dia merasa lebih baik dia pergi dan mengalihkan perhatiannya daripada dia harus terus mengingat kejadian tidak mengenakkan itu.


" hm, ayo pergi!" Jade meminta pelayan itu menunjukkan jalannya. pelayan itu membawanya menuju ke kediaman yang telah disiapkan. setibanya Jade dikediaman dia langsung membuka laptop. dia meminta pelayan itu memberikan semua data perusahaan yang sudah ditinggalkannya selama 8 tahun itu.


setelah pelayan itu memberikan tumpukan berkas yang menggunung, Jade mulai membaca semua berkas ity satu per satu, dia mempelajari semua data itu seharian.


" urgh.." pagi itu Jade terbangun dari tidurnya, tumpukan kertas mengelilingi tubuhnya.


" sarapan sudah disiapkan, tuan muda!" pelayan yang menunggu tuannya bangun itu sedari tadi telah berdiri disebelahnya.

__ADS_1


" ah? dimana aku?" Jade melihat atap plafon yang asing, seingatnya kemarin malam dia masih melihat plafon putih di appartemennya. kini plafon putih itu meninggi, bohlam lampu yang biasanya menyilaukan kini berganti menjadi lampu gantung yabg terbuat dari kaca.


" tuan muda ada di LA!" jawab pelayan itu.


" ah, aku lupa?" Jade bangun dan menyingkirkan tumpukan berkas yang telah habis dibacanya. dia meminta pelayan itu menyingkirkan semua berkas itu, Jade berjalan menuju ke kamar barunya.


terlihat ranjang dengan king size berada disana, rak buku besar yang tidak berubah, masih penuh dengan semua koleksi bukunya, sofa yang masih terletak diseberang jendela, didepannya masih meja yang selalu segar dengan vas penuh bunga, kamar mandi super besar layaknya berada dipemandian, dan ruang ganti yang penuh dengan koleksi dari desainer ternama.


" tempat ini tidak berubah ya?" Jade memandangi seluruh sudut kamar itu, dia berjalan menuju ke arah pintu kaca bergaya klasik yang mengarah ke balkon. Jade berdiri didepan pintu itu, kini dia menyentuh gagang pintunya, kemudian mendorong pintu itu. deru angin mengebrak, pintu itu terdorong oleh angin, dan terbuka lebih dulu sebelum Jade selesai menarik gagang pintunya.


Jade memandangi tempat itu, semuanya masih sama seperti  yang dia ingat dulu. sudah cukup lama dia meninggalkan perusahaan yang dirintisnya saat dia masih berusia 7 tahun. memang hal ini sulit dipercaya tapi, sejak umur 3 tahun Jade sudah sangat ahli menangani masalah yang berhubungan dengan perusahaan. karenanya, saat dia berumur 7 tahun dia mencoba menantang dirinya dengan mendirikan sebuah perusahaan, dan itu tidak disangka semuanya berjalan begitu mudah, memang terkadang ada beberapa hal sulit. tapi, Jade bisa menangani semua itu dengan usaha dan kemampuannya.


" apa tuan muda mau makan dikamar?" tanya pelayan yang telah menunggu tuannya sedari tadi diruang makan namun, tidak kunjung datang. Jade terkejut tiba-tiba pelayannya bisa ada disana, dia menoleh dan tersenyum.


" apa ada masalah, tuan muda?" tanya pelayan itu khawatir.


" bukan masalah!" Jade menuruni tangga dengan perlahan dia mengamati seluruh ruangan itu, dia memandangi setiap sudut bangunan itu, dan dia kadang tertawa ketika mengingat kenangan akan tempat itu.


setibanya diruang makan, Jade langsung menyantap sarapannya dia begitu menikmati sarapan pagi itu, rasanya sudah begitu lama dia tidak memulai hari dengan kesibukan. selama beberapa tahun ini Jade selalu menyibukkan dirinya dimalam hari dan mengistirahatkan dirinya dimalam hari.


"hm, ini lezat!" kata Jade yang menyantap sup yang dihidangkan oleh pelayannya itu


" ah, terimakasih tuan muda!" pelayan itu merasa senang, namun dia harus tetap bersikap profesional. di Villa ini hanya ada Jade dan pelayannya itu disana, semuanay dikerjakan sendiri oleh pelayan Jade.


" oh ya, aku belum tahu..siapa namamu?" tanya Jade pada pelayan yang terlihat masih berumur 20 tahun itu.

__ADS_1


" ah, tuan muda bisa memanggilku Jimmy!" jawab pelayan itu.


" ah. Jimmy ya, nama yang bagus!" Jade menatap pelayan itu dengan senyuman manis yang mereka diwajahnya.


" tuan muda, pagi ini akan ada beberapa dewan eksekutif dari perusahaan yang akan mampir!"  Jimmy mencoba mengalihkan topik pembicaraan, dia harus bisa bersikap profesional.


" ah, suruh mereka kembali! aku akan pergi ke kantor!" Jade memberi arahan pada Jimmy, dia ingin pergi melihat LA  yang sekarang.


" saya akan menyiapkan mobil, tuan muda!" Jimmy bergegas menyiapkan mobil yang akan dibawa oleh tuannya itu


" ah, Jimmy! siapkan Lamborgini Veneno milikku!" Jade memberi arahan pada Jimmy.


" baik, tuan!" Jimmy pergi menuju ke garasi dikediamannya, memang Villa itu terlihat kecil. hanya sebuah bangunan dengan beberapa kamar, sekitar 2 sampai 4 kamar, dengan perpustkaan dan dapur, tapi Villa ini memeiliki taman dan garasi yang besar. Jade suka mengkoleksi mobil dia memiliki ratusan mobil yang berjejer di Villa itu.


selepas sarapan Jade pergi mandi kemudian dia bergegas pergi ke perusahaanya, kantor Pusat dari Grup JD. itu nama perusahaan milik Jade, perusahaan yang dirintisnya dalam waktu 8 tahun ini kini menguasai seluruh pasar Amerika dan Eropa.


" ah, sudah lama tidak kemari!" Jade turun dari mobilnya, seusai memarkirkan mobilnya di basement dia pergi menuju ke kantor presdir, tapi kali ini dia tidak pergi dengan lift Presdir, dia pergi masuk lewat pintu depan. dia merasa terkejut semuanya sudah sangat berubah, perusahaan kecil yang dulu dia bangun kini telah menjadi salah satu raksasa dunia


" ah, maaf adik kecil. tapi, siapa kamu?" tanya seorang pegawai perusahaan yang melihat Jade masuk.


" kakak yang cantik, aku kemari karena Presdir Jade memintaku membawakan mobilnya kemari!" kata Jade dengan senyum polosnya itu.


" urgh..haha...ahahaha...hahahhaa...." pegawai itu tertawa mendengar alasan Jade datang kesana, Jade memang sangat usil dan nakal.


" hei, kemarilah! dengar adik kecil ini bilang kalau dia adalah suruhan presdir Jade!" kata pegawai itu yang memanggil salah satu pegawai lainnya.

__ADS_1


__ADS_2