School Lifes

School Lifes
Episode 62


__ADS_3

"ho, kalau begitu aku ingin semua pesananku diganti, kemudian aku mau gadis itu duduk disini dan tidak boleh melayani pelanggan yang lain!"


seketika sang manager dan pelayan itu sontak mereka bergegas melayani Jade yang kini kembali berkutat dengan berkas-berkasnya.


tidak lama Jade menunggu dan pelayan itu datang dengan senampan penuh makanan manis dan beberapa gelas coffe.


" maaf membuat anda menunggu!" seru sang gadis sembari meletakkan piring dengan hati-hati.


" duduk!" Gadis itu segera mendudukkan dirinya dikursi yang ada dihadapan Jade. dia hanya diminta duduk disana tanpa melakukan apapun.


kini sudah satu jam dan Jade masih tidak angkat bicara, dia bahkan belum menyentuh hidangan yang ia pesan.


" apa anda tidak lapar?" tanya gadis itu dan membuat Jade menoleh sebentar kemudian meletakkan berkasnya.


" makanlah jika kamu mau" jawab Jade yang kemudian meneguk secangkir coffe hitam yang dia pesan.


" adik kecil jangan bercanda denganku, bukankah umurmu baru 18 tahun? lalu apa yang kamu lakukan malam-malam begini diluar?" tanya gadis itu dengan kesal. dia juga harus bekerja, dan Jade malah menahannya.

__ADS_1


" haha bukankah umurmu juga baru 18? selain itu aku bukan anak kecil!" Jade mengambil ponselnya kemudian mencari kontak ponsel seseorang. setelah menemukan apa yang dia cari, Jade langsung mengirim pesan ke kontak itu.


" hufth" gadis itu menggembungkan pipinya membuat Jade gemas. Jade hanya terkekeh kemudian mengembalikan fokusnya dengan berkas.


tanpa disadari gadis itu mulai memakan pesanan milik Jade, gadis manis itu memakan semua makanan dengan lahap dan membuat Jade tersenyum. rasanya sudah lama Jade tidak merasa lepas begini, Jade tersenyum sejenak kemudian mengembalikan fokusnya dengan berkas-berkas.


kini sudah pukul 10 malam dan cafe itu harus tutup. Jade yang menyadari hal itu segera merapikan berkas-berkasnya kemudian mengangkat tubuhnya dari kursi.


" oh kamu mau pulang?" tanya gadis itu yang melihat Jade berdiri, dia merasa lega jika anak ini menghilang dari hadapannya.


" hm, thank for your time!" Jade mengukir sebuah senyum diwajahnya membuat gadis manis itu tersipu karena senyumnya.


kini Jade melajukan mobilnya menuju ke perusahaan, dia segera memarkirkan mobilnya di basement kemudian mengambil tumpukan berkasnya dan melangkahkan kakinya menuju ke kantor.


" hahh, ini melelahkan!" Jade melempar tubunya ke atas ranjang kemudian memandangi langit-langitnya. ditatapnya plafon berwarna biru tua dengan corak bima sakti yang menghiasinya.


Jade hanya termenung sembari memikirkan segudang pekerjaan yang harus dia tangani, selain itu dia juga baru mendapat kabar kalau beberapa anak perusahaannya terkena masalah.

__ADS_1


kepala Jade terasa pening, matanya mulai terasa berat. rasa kantuk mulai menyerang dirinya, matanya mulai terpejam seiring otaknya yang berhenti berpikir.


Jade kini mengistirahatkan tubuhnya, sebuah tidur yang indah dan menenangkan untuk dirinya.


baru 3 jam Jade tertidur dan dering ponsel membangunkannya dari tidur. Jade meraih ponsel yang masih ada disakunya kemudian menggeser dialnya ke atas.


**


" siapa yang menggangu tidurku!? apa kamu tidak tahu aku baru tidur!?"


"....."


" APA?"


"...."


"cih, aku segera turun!"

__ADS_1


**


Jade terpaksa bangun dari tidurnya kemudian melangkahkan kakinya menuju ke ruang rapat dibawah. disana nampak beberapa pekerja yang dipanggil mendadak masih dalam keadaan berantakan.


__ADS_2