
**16:00 **
kediaman Jade...
" Huuaahhh.." Jade terbangun dari tidurnya
" ah, kakak sudah bangun! " Camelia langsung memeluk kakaknya dan menyiapkan makan malam untuk mereka
" ah, Lia? kamu makan dulu saja! kakak akan mulai bekerja!" kata Jade yang kemudian masuk membuka laptonya dan mulai memainkan Game
Jade adalah seorang Pro Gamers yang sudah memiliki penghasilan diatas 100 Juta USD dalam sehari, itupun hanya saat dia melakukan sekali Live Streming , dan biasanya Jade melakukan 10 sampai 12 kali Live dalam satu malam. ya mungkin kelihatannya ini adalah hal sepele tapi, bagi Jade bermain Game adalah satu-satunya waktu dimana dia merasa hidup.
Jade memang sudah sering bermain Game dari kecil, orang tuanya merupakan pemilik salah satu perusahaan Game terbesar dunia, karenanya bermain Game adalah hidupnya. Jade mulai menjadi Stremer saat dia berusia 10 tahun, dan mereka mulai hidup terpisah dari orang tuanya sejak berumur 15 tahun. ya walau terkadang itu sulit bagi Jade karena dia tidak bisa bergantung pada Orang tuanya tapi, Jade yakin dia bisa hidup dengan kemampuannya sendiri, dan itu yang terjadi hingga saat ini Jade yang berawal dari seorang Pro Gamers menjadi seorang Stremer pada usia 10 tahun, dan kini diumur yang ke 16 tahun dia telah menjadi ProGammer yang bahkan kemampuannya telah diakui dan dia bahkan telah menjual 3 Game buatannya sendiri dan Game itu menjadi sangat Populer.
**23:30 **
kamar Jade..
" huahh..!" Jade merenggangkan seluruh tubunya
" eh? ada notifikasi?" Jade membukan surel E-mail nya
____________________________________________________________________________________________
To : Jade and Camelia
* teruntuk Jade dan Camelia\, bagaimana kabar kalian? apa kalian baik-baik saja? apa kalian rindu pada Mama dan Papa?. hm\, Mama dan Papa sangat merindukan kalian\, tidak lama lagi Kakek akan merayakan ulang tahun yang ke 65. Kakek berharap kalian bisa datang! kakek bilang dia sangat merindukan kalian!. Jade maaf kami harus merepotkanmu untuk menjaga Camelia\, maaf kami harus memisahkan kalian dari kami. tapi percayalah! kami sangat menyayangi kalian\, kami mengirim kalian pergi karena kami ingin melindungi kalian. Mama dan Papa berharap kamu bisa memaafkan kami dan datang pada pesta ulang tahun Kakek. kami sudah menyiapkan Tiket pesawat untuk kalian\, kalau kalian punya waktu kami harap kalian bisa datang.
Penuh kasih Mama dan Papa
Tuesday, 30 March
____________________________________________________________________________________________
" hahh, benar-benar?" Jade menggaruk kepalanya
" hufth, lebih baik aku melanjutkan bermain !" kata Jade
__ADS_1
Jade kemudian kembali bermain, dia kembali online hingga tengah malam kemudian dia melakukan kerja sambilan sebagai Bug Hunter ( Hacker peretas yang bertugas membobol suatu situs untuk mencari kelemahan situs tersebut). hanya butuh waktu sebentar paling lama memakan waktu 1 jam bagi Jade untuk membobol pertahanan suatu perusahaan besar.
03:00
kamar Jade...
" ah, sudah pagi ya ?" Jade menggosok matanya dan mulai berjalan ke ranjang, Jade kemudian memutuskan untuk tidur dan beristirahat.
**06:00 **
THRUSDAY 2, APRIL
Pagi itu Jade akhirnya bisa tidur walau hanya 3 jam, selepas itu Camelia memaksa Jade untuk bangun dan pergi bersiap untuk menuju ke sekolah. Tidak butuh waktu lama hanya 10 menit bagi Jade untuk bersiap, dia hanya mandi dan merapikan rambutnya kemudian berjalan pergi menuju kesekolah.
" urgh.." Jade kesal, hari ini ada pelajaran olahraga, dia memang atletis akan tetapi Jade yang sudah terbiasa hanya tidur dan duduk dikursi selama berjam-jam, merasa tubuhnya kehilangan semua kemampuan untuk bergerak. baginya berjalan saja sudah membuat otot-ototnya lemas dan mati rasa.
" pagi Jade ! " sapa Robin. hm, memang kedua anak ini tidak pernah terpisahkan bagai Roti dengan selai yang sudah disiapkan dimeja makan.
" pagi.." Jade mendongakkan kepalanya dan tersenyum.
" hahh, dasar anak ini? kemarilah !" Robin menurunkan tubuhnya agar Jade bisa naik.
" hahh, Jade hari ini pak Lee meminta kita menemuinya di kantor!" Robin mengingatkan Jade kalau kemarin wali kelas mereka meminta Jade untuk ikut lomba
" hm..." Jade tidak mempedulikan Robin dan langsung tertidur
Tidak lama kemudian pelajaran dimulai seperti biasa. akan tetapi hari itu tidak biasa, tiba-tiba kepala sekolah datang ke kelas mereka dan mencari Jade.
BRAKK...
" ah, kepala sekolah ?" semua orang terkejut saat kepala sekolah datang
" Dimana Jade ?" tanya Kepala sekolah
" ah, Jade?" Semua orang menoleh ke Robin
" hahh..." Robin menghela nafas dan berdiri kemudian berjalan menuju ke arah kepala sekolah
__ADS_1
" apa kamu Jade ?" tanya Kepala sekolah
" bukan ! tapi, jika anda memiliki pesan untuk Jade saya bisa menyampaikannya " sahut Robin
" Apa dia tidur ? Bawa dia ke kantor ku !" kata Kepala sekolah
"..." semua orang terdiam
Robin kemudian mengangkat Jade dan menggendongnya menuju ke kantor kepala sekolah. setibanya disana Kepala sekolah mulai membangunkan Jade dengan segala cara akan tetapi gagal, Kepala sekolah bahkan mencoba menyiram Jade dengan air akan tetapi Robin yang menerima siraman air dari kepala sekolah.
" namamu Robin kan ?" tanya kepala sekolah
"..." Robin hanya terdiam dan menatap mata kepala sekolah dengan tatapan tajam
" apa yang kamu lakukan ?" tanya kepala sekolah
" hahh...Bapak bisa mencoba membangunkannya sesuka bapak, tapi jika bapak mau menyakitinya saya tidak akan tinggal diam!" jawab Robin
" ah, ternyata rumor itu benar ya? kalian anak muda benar-benar lupa akan adat! bahkan kalian bisa menyimpang seperti ini? sungguh memalukan!" kata kepala sekolah merendahkan
" terserah kepala sekolah mau bicara apa. tapi, bagiku Jade sudah seperti adikku sendiri! karenanya, aku tidak terima ada orang yang mencoba menyakitinya" kata Robin
Kepala sekolah hanya tertegun dan terdiam, itu pertama kalinya ada orang yang tidak menganggap posisi dan kedudukannya. suasana menjadi sangat hening, deru angin membuka paksa jendela. angin dingin mulai masuk ke dalam dan memenuhi ruangan menyentuh kulit Jade yang tengah tertidur lelap. Keheningan ruangan itu mulai membangunkan Jade yang terlelap.
" urgh.. apa yang terjadi?" Jade yang terbangun terkejut dia berada diruang kepala sekolah
" ah, Robin! apa yang terjadi?" tanya Jade
"aku tidak apa" kata Robin
" Bodoh! "
Jade langsung melepas jaketnya dan memakaikannya ke tubuh Robin. dia menatap ke sekeliling dan mengamati apa yang terjadi selama dia tertidur. dia melihat kepala sekolah yang terlihat merendahkan mereka.
" hahh...jadi kepala sekolah, kita bicarakan hal ini lain kali!"
Jade menarik lengan Robin dan membawa mereka keluar. Mereka kemudian bergegas kembali ke kelas. setibanya dikelas semua orang menghawatirkan mereka, William yang melihat Robin basah kuyup segera meminjamkan pakaian olahraga yang memang sengaja dibawanya, sementara itu yang lain khawatir dengan kening Jade yang terluka karena tergores Jam tangan milik kepala sekolah. Zean yang melihat itu segera memberikan pertolongan pertama pada Jade agar lukanya tidak terinfeksi. beberapa gadis menyelinap ke kantin dan membelikan minuman untuk Jade dan Robin.
__ADS_1
" kalian semua, terimakasih banyak"
untuk pertama kalinya Jade bicara pada mereka, dia bahkan membungkukkan tubuhnya untuk menunjukkan ketulusannya