
" pagi, Jade!" sapa gadis itu dengan lembut, Jade menoleh ke arah Sara. Jade terkekeh kecil melihat penampilan sara yang sangat lucu dan menggemaskan. dia terus berpikir jika Robin ada disini dia pasti sudah mencubit gemas wajah gadis itu.
" apa kamu lapar?" Jade mencoba mengontrol ekspresinya dan kembali fokus dengan sara yang ada tidak jauh dari dirinya.
" hm, aku akan membuat sarapan" jawab Sara tersenyum kecil, dia bingung kenapa Jade dan Zen terkekeh saat melihatnya.
" haha, lebih baik kamu mencuci muka dan mandi lebih dulu. aku sudah menyiapkan sandwich dan susu dimeja dapur!" Jade menunjuk ke arah pintu kaca yang tidak jauh dari sana, ya walau tidak jelas tapi setidaknya kacanya masih bisa merefleksikan bayangan gadis itu. Sara menoleh dan mendapati dirinya sangat berantakan di kaca. Sara bergegas naik kemudian masuk ke kamarnya.
Jade segera naik dan memberikan sebuah kaos dan Short Skrit untuk dikenakan gadis itu, ya itu adalah pakaian milik Camelia. setelah mengamati Jade pikir ukurannya sama dengan tubuh Camelia, padahal seharusnya dia jauh lebih tinggi dan lebih ideal dari kondisinya sekarang.
Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian Sara turun dan bergegas ke dapur untuk menyantap sarapan. Jade tengah membantu Zen menyelesaikan tumpukan berkas yang telah menunggu mereka, kira-kira ada sekitar 200 berkas untuk hari ini. Jade memutuskan untuk mengerjakan berkas-berkas itu dan meminta Zen untuk menyelesaikan 20 rapat yang sudah menunggunya hari ini.
3 jam telah berlalu, lantunan Piano dari Studio musik milik Jade terdengar menghiasi mansion itu.
" ah?" jade dan Zen sangat terkejut mendengar lantunan nada dari piano tua yang sudah lama tidak ia mainkan, dulu Jade sering memainkan piano itu ditemani dengan Camelia yang duduk disampinya dan menyanyikan lirik lagu yang dia bawakan.
" permainan yang indah!" Zen mengalihkan fokusnya, penatnya hilang begitu mendengar alunan nada yang menghipnotisnya. semua pekerjaan mereka sudah berakhir sekarang, Zen dan Jade memutuskan untuk pergi menuju ke arah lantunan nada yang menghipnotis mereka.
setibanya di depan Studio musik milik Jade, mereka terkejut mendapati Sara yang tengah memainkan piano itu, jarinya kini tengah menari-nari diatas tuts hitam dan putih, sebuah lagu indah yang dia bawakan benar-benar menghipnotis mereka, hingga akhirnya Sara berhenti ketika lagu selesai.
suara tepukan membuat Sara tersadar dari fokusnya, dia menoleh ke arah sumber suara itu dan mendapati Jade dan Zen ada disana.
__ADS_1
" ah!" Sara langsung berdiri begitu mendapati kedua laki-laki itu tengah menatapnya,Sara takut kalau Jade ataupun Zen akan marah.
" kenapa? " Jade dan Zen terkejut mendapati Sara langsung berdiri ketika melihat mereka. Zen pikir mungkin dia agak takut ketika melihat mereka.
" ah, ma..maaf!" Sara tertunduk, dia tidak berani menatap kedua laki-laki yang ada didepannya. dia takut kalau mereka akan marah.
" haha, apa kamu belajar disekolah musik?" Zen berjalan masuk dan menghampiri gadis itu, sedangkan Jade masih bersandar pada pintu. gadis itu hanya menggeleng kemudian mendapati sebuah usapan yang lembut pada surai panjang miliknya.
" apa kamu mau bersekolah ?" Jade menatap lembut pada manik hazel milik Sara. gadis itu terkejut mendengar pertanyaan dari Jade, dia langsung menatap Jade dan menangguk dengan mantap.
" kalau begitu ayo kita belanja!" Jade tersenyum dengan lembut ke arah gadis itu, Sara sedikit bingung dengan ajakan Jade, namun Zen segera meminta Sara untuk turun dan menunggu mereka dibawah.
Jade membawa sebuah buku sketsa dan Zen masih sibuk menelfon seseorang. Sara menganga melihat kedua manusia itu, entah mereka benar manusia atau bukan, entah kenapa dimatanya keduanay terlihat sangat tampan.
" apa sudah puas?" Zen terkekeh melihat Sara yang masih ternganga melihat mereka.
" ah?" Sara terkejut mendapati kedua malaikat..eh manusia.. sudah berada didepan matanya. Sara segera menutup mulut dengan kedua tangannya, dan menggeleng.
" jadi, Sara kamu ingin kamar yang seperti apa?" Jade membuka buku sketsa miliknya, mengambil pena dan menatap Sara dengan serius.
" eh? untuk apa?" Sara hanya memiringkan kepalanya tanda tidak mengerti. dia bingung kenapa Jade menanyakan pertanyaan yang ....uhm... tidak berguna baginya.
__ADS_1
" hahh....apa kamu mau tetap tinggal di kamar tamu?" Jade menghela nafas panjang, dia benar-benar tidak percaya dengan gadis yang didepannya.
" ah, aku suka kamar yang sederhana dan menenangkan. " Sara tanpa sadar melukiskan senyumnya, Zen hanya tersenyum melihat tingkah manis gadis itu.
" warna apa yang kamu mau?" Jade mulai membayangkan kamar apa yang diinginkan Sara, dia mulai menorehkan pensil ke atas kertas dan membuat desain kamar impian Sara.
" aku mau nuansa monokrom, dengan dominan putih!" Sara memandang Jade dengan tatapan penuh harap.
" aku mau tempat dimana aku bisa membaca buku dengan tenang dan bisa menulis dengan bebas, aku ingin bisa mendengar deru angin yang bisa membawa harmoni dari alam, aku ingin...ketenangan" Sara mulai menatap Jade, dia berharap Jade memahami apa yang dia inginkan, dan ya, hanya beberapa menit dan Jade sudah meletakkan sebuah desain di depan mata Sara.
" ah, cantiknya.." Sara terpesona dengan basil Desain yang dibuat oleh Jade, dia tidak percaya dengan sedikit gambaran darinya Jade bisa membuat sebuah kamar yang mirip dengan kamar impiannya, Jade bahkan meletakkan gambar sebuah piano disalah satu sudut ruangan.
" apa kamu suka?" Jade menaikkan sebelah alisnya, dia hanya bisa berharap Sara menyukai desain buatannya. Sara mengangguk dan memberikan sebuah senyuman untuk Jade.
" kalau begitu ayo kita pergi!" Zen sudah puas melihat tingkah manis kedua adik angkatnya itu, dia mengangkat tubuhnya dan mengajak kedua makhluk menggemaskan itu keluar. Jade dan sara hanya mengangguk dan mengikuti kemana Zen membawa mereka. Zen membawa mereka menuju ke toko furniture, Sara bingung kenapa mereka ada disana hingga Jade bilang kalau mereka akan mengganti semua interior dikamar tamu.
Sara memilih beberapa barang yang dia suka, Jade dan Zen tidak mempedulikan seberapa mahal benda itu. asal Sara senang mereka tidak peduli dengan uang ( wajarlah Presdir Jade_-)
setelah selesai membeli interior, Zen membawa kedua anak itu ke mall. Sara bingung kenapa mereka membawanya ke mall, apa yang akan mereka beli pikirnya.
Zen dan Jade membawa Sara menuju ke beberapa toko pakaian, mereka memaksa Sara memilih beberapa pasang stelan yang cocok untuknya. Sara menolak jelas hal ini, tapi mereka tetap memaksa hingga Sara menikmati kegiatan Shoping itu.
__ADS_1