School Lifes

School Lifes
Episode 83


__ADS_3

" hehe, maaf-maaf!"


Jade hanya diam dan sesekali terkekeh melihat canda tawa dan pertengkaran antara Zen dengan Nana. sungguh ini sangat menyenangkan. sekarang mereka berada dalam perjalanan menuju ke Villa milik Jade, semua sudah berakhir, Jade yang memenangkan pertempuran, dan dia juga yang sudah menyadarkan ayahnya.


Jade mendapat apa yang dia inginkan, walau begitu dia tidak bisa membenci ayahnya terlalu lama. Jade meminta maaf pada ayahnya akan tetapi sebagai bukti jika mereka sudah tidak memiliki hubungan, dia membuang marganya.


sekarang tidak ada lagi Jade  Stevens, yang ada hanya Jade. presdir JD dari JD Grup. hanya itu dan cukup itu, sudah cukup banyak masalah yang dia bawa dan kini sudah saatnya untuk mengakhiri semua ini.


Zen melangkahkan kakinya memasuk Villa, Jade masih setia berada dalam gendongannya, dan Nana masih setia menggenggam erat tangan Zen. mereka berjalan masuk dan ya, mereka disambut dengan pelukan hangat dan penuh sayang dari ketiga orang yang ada dirumah itu. kecuali Leo? ya, Leo masih mengurus sisa anak buahnya yang harus dirawat dirumah sakit.

__ADS_1


" JADE!!!" teriak Sara, Robin dan Fay bersamaan. mereka berlari dan memeluk Jade yang masih ada digendongan Zen, jelas saja Zen tumbang dan jatuh mencium lantai yang keras itu.


" are you okay, Fay?" tanya Jade terbangun karena benturan, dan  sebuah jitakan medarat dengan mulus diatas kepalanya.


Robin yang menjitaknya dan Sara menatap garang pada Jade dan Fay yang sibuk bermesraan, tanpa mereka sadari kalau Zen dan Nana sudah melenggang pergi menjauh dari mereka berempat. Jade mengelus kepalanya berharap sakitnya akan menghilang dan Fay hanya bisa terkekeh melihat tingkah ketiga berasaudara itu.


" apa hanya Fay yang kamu pedulikan?" tanya Sara galak.


sosok yang terlihat imut nan manis itu ternyata bukan orang yang lemah. dia bagai lautan yag jernih nan indah akan tetapi gelombang yang ia hasilkan sangat dahsyat, kedalamannnya sangat dalam dan banyak ikan dan binatang buas yang hidup didalamnya.

__ADS_1


" hahh, apa semua sudah selesai Jade?" kali ini Fay yang bertanya. dia sungguh sangat merindukan sosok kekasih tercintanya itu, akan tetapi ada sedikit perasaan khawatir dan cemas melihat sang kekasih kini berantakan dan kurus.


" hm, ini sudah berakhir. dan maaf aku tidak akan pernah bisa memberikan nama Stevens pada mu! aku sudah membuan nama itu sebagai bukti jika konflik ini sudah berakhir!" ucap Jade dengan sendu.


Fay hanya mengukir senyumnya sebelum dia menarik Jade masuk kedalam pelukannya dan dipeluknya Jade dengan sangat erat, diusapnya punggung lebar itu dan diciumnya kening Jade penuh cinta. Jade mengukir senyumnya lembut dan membalas pelukan Fay, dipeluknya sang kekasih dengan erat, seakan dirinya takut jika Fay akan menghilang.


" semua sudah berakhir sekarang, aku tidak keberatan jika aku tetap memakai maragaku, selama kamu berasamaku, itu sudah cukup!" ucap Fay dalam pelukan Jade.


Jade melepas pelukan itu dan menatap Fay amat dalam, dibawanya tangannya itu menyentuh wajah cantik Fay dan dibelainya dengan lembut. Jade memajukan wajahnya dan mendekatkan dirinya dengan Fay, tangannya sontak memegang tengkuk Fay dan mendorong Fay mendekat padanya. diambilnya bibir merah milik Fay dan dilumatnya dengan pelan, dan penuh sayang.

__ADS_1


" will you marry me? Fanny Laura Maxxist?"


__ADS_2