
" semalam aku meminta kak Nana untuk menemaniku lembur!!" sahut Jade dengan santainya, dia haya tersneyum sesaat kemudian mengembalikan fokusnya pada ratusan berkas yang tengah menunggunya.
" kapan kamu akan pulang?" Zen mengubah topik pembicaraan mereka. seketika Jade menoleh ke arah Zen, dia terkejut dengan pertanyaan Zen.
pulang?
kenapa aku harus kembali?
dimana aku akan kembali?
Jade menatap bingung pada Zen. batinnya terus berperang dengan akalnya. ya, dia ingin pulang tapi, dia tidak ingin kembali dengan emosi yang masih meledak-ledak.
" hahhh, aku mau disini dulu! mungkin akan merepotkan kak Nana untuk beberapa lama, tidak masalah bukan?" Jade menorehkan senyumnya pada Zen. Zen hanya mengangguk, ya walau dia tidak mau sang kekasih harus berada di kantor seharian tapi, itu lebih baik di banding Jade yang pergi dan menggila.
" kalau begitu aku kembalikan ini!" Zen membuka loker mejanya kemudian memberikan stempel presdir pada Jade. Jade terkejut mendapati benda terkutuk itu. ya, stempel presdir adalah benda terkutuk bagi Jade. kembalinya stempel presdir berarti seluruh kekuasaan kembali ke tangan Jade, dan itu artinya semua pekerjaan akan kembali di tangan Jade.
" TIDAK!!!" Jade sontak berteriak melihat benda terkutuk itu,Zen hanya terkekeh dan menggoda Jade yang sangat takut dengan stempel itu. ya, benda itu pernah membuat Jade harus duduk didepan meja selama beberapa bulan tanpa makan dan tidur.
__ADS_1
~~
Zen: alayy lu thor :V
Author: biarin_-
~~
" urgh, berisik" Nana yang terbangun mendengar teriakan Jade membuatnya terpaksa melempar bantal ke arah Jade. Jade menerima lemparan itu dengan senang hati, dia menikmati bantal yang empuk itu menampar wajahnya.
saat bantal itu mendarat di wajah Jade, Zen langsung menarik bantal itu kembali dan melempar stempel terkutuk milik Jade.
" sampai jumpa, JD Kecil!" Zen menarik lengan Nana kemudian membawanya keluar, sedangkan Jade kini sibuk menyumpahi Zen dan Nana dengan segudang sumpah serapah yang dirapal oleh bibirnya.
Zen membawa Nana pergi keluar, dia segera membawa Nana ke parkiran basement dimana mobilnya sudah menunggu mereka. Zen membawa Nana pergi ke appartemen milik Nana, memintanya mandi sedangkan dirinya membuat sarapan untuk Nana.
selepas mandi dan sarapan, Zen membawa Nana ke mobilnya kemudian mengajaknya pergi ke taman bermain.
__ADS_1
Zen dan Nana menghabiskan hari untuk berkencan , sedangkan Jade? ya, dia juga tengah berkencan. kencan dengan berkas dan rapat :)
~~
Jade: thor, cariin gue pacar dong →_→
Author: lah, nanti lu gak jomblo dong!!
Jade: biarlah, sekali-kali biar ngak kek lu, tiap malem ncan ama laptop
Author: ok, jangan nyesel ya~_~
Jade: ngapain juga gue nyesel, yang penting gue bisa jauh-jauh dari ni kertas ama laptop ^.^
~~
ya, kini sudah masuk waktu makan malam. Jade membuka lemari es yang ada di kantornya, namun Jade tidak menemukan apapun di dalamnya. Jade akhirnya memutuskan untuk pergi keluar, sebelumnya dia melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya.
__ADS_1
"ah, aku memang sangat tampan!" kata-kata Narsis untuk pertama kalinya keluar dari mulut Jade. kini dirinya tengah berdiri di depan kaca dan menatap dirinya yang terbalut dengan kaos panjang agak kebesaran berwarna hitam, jeans hitam, dan sneakers putih