School Lifes

School Lifes
Episode 8


__ADS_3

setelah Jade tenang Robin membawanya pulang. dia mengantar Jade hingga ke Apartemennya, setibanya di apartemen Jade bilang dia ingin sendiri, akhirnya Robin pergi meninggalkan Jade yang mengurung dirinya. esok harinya Robin ingin mengunjung Jade namun password key apartemennya sudah diganti. Robin pikir jade masih ingin menenangkan dirinya, 2 hari telah berlalu, tiba-tiba Jade menelfonnya.


" halo, jade?"


" ro..bin...bisakah..kamu ke..mari?" tanya Jade, suaranya terdengar sangat lemah. hal ini membuat Robin khawatir


" aku segera kesana! apa kunci pintunya?" tanya Robin panik


" 12..6..1"


begitu mendengar suara Jade yang begitu lemas membuat Robin panik, Robin yang sedang berada disekolah dan mengurus kegiatan Festival langsung pergi tanpa meminta izin lebih dulu.dia bergegas pergi ke tempat Jade, setibanya di apartemen Jade, dia langsung masuk dan melihat kondisi tempat itu benar-benar kacau. pakaian jade ada dimana-mana, buku-buku berceceran, dan sampah tisu yang telah terdapat noda darah.


hal ini mebuat Robin panik, dia mencari Jade dimana-mana, dan dia menemukan jade ada dikamar Camelia, dia mengalami deman tinggi. Robin yang baru sadar akan hal itu membawa Jade kembali ke kamarnya ( setelah Robin membersihkan kamar Jade yang sebelumnya terlihat seperti kapal pecah ) dia kemudian kembali ke Apatement miliknya dan mengambil obat, dia juga mengambil beberapa bahan makanan.


dia kemudian mengompres tubuh Jade, kemudian membersihkan seluruh apartemen milik Jade. dia membereskan setiap kekacauan yang dibuat Jade, dia mencuci pakaian, mencuci piring, dan menjemur pakaian, membereskan buku, membuang sampah, dan membereskan pecahan kaca dan piring kemudian membuangnya.


setelah selesai beres-beres Robin membuat semangkuk bubur untuk Jade. ya, walau rasanya tidak selezat masakan buatan Jade tapi itu layak dimakan, tidak lama setelah Robin selesai membuat bubur, Jade keluar dari kamarnya. dia melihat robin yang tengah memasak didapurnya lengkah dengan apron yang biasa dipakai olehnya.


saat Robin berbalik untuk menghidangkan bubur, dia melihat jade yang duduk termenung begitu saja dimeja makan. Jade duduk sambil memandangi Robin.


" Jade?" Robin mencoba menyadarkan Jade kembali


" eh? apa yang..?" jade baru sadar kalau Robin sudah duduk didepannya


" hehe, apa yang kamu lamunkan?" Robin sedikit meledek jade


" eh.."

__ADS_1


" ini makanlah" Robin menyodorkan semangkuk bubur


Jade tidak bicara dan langsung menyantap bubur yang telah dimasak oleh Robin. walau rasanya hambar dia tetap menghargai usaha Robin yang membuat makanan untuknya, selesai makan Robin mencuci mangkuk itu dan memberikan Obat untuk jade. Jade sangat terkejut, dia sangat bersyukur memiliki Robin yang menganggapnya seperti adiknya sendiri


" setelah ini kamu istirahat saja!" kata Robin yang melepas apron yang dia kenakan


" robin!" Jade menghentikan Robin yang akan pergi


" thanks for all. pleas do not leave me alone!" Jade mengengam erat baju seragam milik Robin


" hahh, baiklah! aku akan menemanimu disini!" jawab Robin


Robin akhirnya menemani Jade seharian, dia bahkan menemani jade hingga malam. dia meminta izin orang tuanya untuk menginap ditempat Jade, dia bilang Jade sedang sakit, karenanya harus ada orang yang merawatnya. setelah Jade tidur dikamarnya, Robin tidur di sofa yang ada diruang tamu. sementara itu saat tengah malam, Robin pindah ke kamar Jade. dia tidak bisa tidur di ruang tamu. Robin sebelumnya tidur disofa yang ada dikamar Jade namun dia tidak bisa tidur, akhirnya dia pindah ke ranjang Jade, Ranjang dengan ukuran Super King Size yang bisa ditempati oleh 4 orang itu, digunakan oleh Jade seorang diri.


esok harinya, Robin tidak bisa tidur. dia memperhatikan wajah Jade yang tidur dengan polos semalaman, selain itu dia baru tahu kalau Jade biasanya tidur dengan telanjang dada. biasanya saat Robin tidur ditempat Jade biasanya Jade memakai kaos atau piyama. tapi kali ini dia melihat hal yang baru diketahuinya. Jade kecil yang sangat polos tengah tertidur dengan lelap.


" eh, KYAAAA!!!" Jade sangat terkejut melihat robin ada disebelahnya, dan tangannya menopang dagu.


" apa kamu sudah bangun, jade?" tanya Robin dengan sedikit nada mengejek


" a..apa yang kamu lakukan disini?" tanya Jade yang langsung menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya.


" hehe, kenapa? aku sudah lihat semuanya! tubuhmu sangat indah, aku baru tahu kalau kamu memilik ABS!" Robin meledek Jade


BLUUSSSHH!!!


seketika wajah Jade memerah, dia turun dari ranjang dengan selimut membungkus tubuhnya. dia kemudian masuk ke kamar mandi dan mengambil kaos yang ada dilemari.

__ADS_1


" hehe, Jade benar-benar manis saat kebingungan!" robin malah sibuk menertawakan Jade.


setelah memakai pakaiannya Jade pergi keluar, dia melihat Robin telah tertidur. dia melihat Kompres dan wadah air dimeja. dia pikir Robin pasti sangat lelah karena menjaganya semalaman. jade akhirnya keluar dari kamarnya dan membiarkan Robin tidur, saat dia keluar Jade sangat terkejut.


" apakah..Robin...?" Jade terkejut melihat ruangan yang sebelumnya sangat berantakan itu kini sangat bersih dan rapi.


" dia juga memperbaiki ini?" Jade memegang sebuah bingkai foto. bingkai itu berisi fotonya dengan Camelia, dan seingatnya beberapa hari yang lalu Jade melempar bingkai ini karena termakan amarah, dan hari ini bingkai yang pecah itu telah kembali semula. dia harap semuanya memang begini sedari awal, tidak ada yang berubah. tetapi saat dia masuk ke kamar adik kecilnya itu, dia melihat semuanya begitu sepi. apartemen yang dulunya penuh dengan omelan Camelia, kini...begitu hening..begitu sepi..hal ini membuatnya sedih.


" tidak ,Jade! kamu sudah memutuskan, kamu tidak akan sedih lagi! kamu bukan orang lemah, jika kamu sedih Lia juga akan sedih!" kata Jade yang mencoba menguatkan dirinya yang terpuruk. Jade kemudian pergi ke arah dapur. dai membuka lemari es,dan dia tidak mendapati apapun didalamnya. Jade kemudian memutuskan untuk pergi keluar dan membeli bahan makanan. Jade meninggalkan catatan yang ditempelkan dilemari es untuk Robin.


Jade keluar dengan sepeda motornya, dia pergi membeli bahan makanan dan cemilan. tidak butuh wajtu lama bagi Jade untuk membeli apa yang dia perlukan, hanya 30 menit dan Jade sudah kembali ke apartemennya. Jade memasak sepanci Sup, dia pikir itu akan baik jika dia melihat kondisi kesehatannya saat ini. saat Jade selesai memasak, dia melihat Robin yang keluar dari kamarnya.


" hm, kelihatannya lezat!" kata Robin yang menghampiri Jade didapur.


"  kamu mau mencobanya?" tanya Jade, sebenarnya tanpa diminta Robin pastinya akan memakan masakan buatan Jade. Jade sangat pintar dalam memasak, rasa masakannya tidak kalah dengan koki profesional.


" eh, kamu memasak Sup?" Robin sedikit terkejut melihat Jade membuat Sup. sangat jarang sekali melihat dia mau memakan sayuran, biasanya Jade memasak hidangan berat dengan Style barat atau Dessert. biasanya hanya Camelia yang membuat Sup., tapi hari ini Jade memasak sayuran?


" hm, sepertinya lebih baik aku memakan Sup hingga aku benar-benar pulih!" Jade mencoba menyingkirkan rasa ketidak percayaan Robin.


" syukurlah!" Robin malah merasa senang, setidaknya Jade masih memiliki semangat untuk hidup


" eh?" Jade bingung, apa sebesar itu rasa tidak percaya Robinn padanya


" tidak, syukurlah kamu baik-baik saja!" terlihat jelas ada kilauan air mata dimata Robin.


"ini!" Jade memberika tisu pada Robin.

__ADS_1


" hm, thanks! " Robin mneghapus air mata itu sebelum dia jatuh dan membasahi wajahnya.


__ADS_2