School Lifes

School Lifes
Episode 12


__ADS_3

" JADE!" teriak wanita itu, berlari dan mengahampiri Jade


" ah, kakak cantik?" Jade berlari menghampiri wanita itu


" apa kamu baik-baik saja?" tanya Nana


" hm, tapi..." Jade mengurungkan niatnya, dia berencana membuat Nana mengasihaninya.


" tapi apa? apa mereka menggangumu? apa kamu dibully oleh mereka?" tanya Nana dengan serempak, dia memegang erat wajah anak laki-laki itu dan memperhatikannya dengan seksama. dia memeriksa apakah dia terluka atau tidak.


"ah, nona Nana! anak kecil ini menggangu kami bekerja, dia datang kemari dengan tiba-tiba dan langsung menggangu kami bekerja!" kata salah seorang pegawai.


" ah, lenganmu merah?!" Nana terkejut melihat lengan Jade memar, sepertinya itu bekas pukulan dengan benda keras.


" hm, maaf nona kami tidak tahu kalau dia adalah adikmu. dia membuang kontrak kerja yang kami siapkan selama seminggu begitu saja jadi, karena kesal dan kami tidak sengaja melukainya!" seru pegawai lain.


" Jade, siapa yang melakukan ini?" tanya Nana dia terlihat sangat geram.


" bibi yang itu!" Jade menunjuk pada salah seorang wanita yang ada disana.


" kamu silahkan pergi ke HRD dan ambil gajimu!" kata Nana sambil menunjukkan arah pintu keluar pada wanita itu.


" AH, TU..TUNGGU DULU! SAYA MEMUKULKAN KARENA DIA MEMBUANG KONTRAK YANG TELAH KAMI SIAPKAN DALAM SATU MINGGU . JADI, ANDA TIDAK LAYAK MEMECAT SAYA KARENA DIA ADALAH ADIK ANDA!" teriak wanita itu geram.


" eh, itu tadi Kontrak?" Jade memiringkan kepalanya.


" kamu anak kecil tahu apa? lebih baik diam!" kata salah seorang pegawai lain.


" haha, kakak cantik sebaiknya kamu pecat mereka semua!" kata Jade yang menyunggingkan senyumnya. nampak jelas dia sedang meremehkan mereka semua.


" hei, anak kecil lebih baik kamu diam!" kata seorang pegawai pria yang telah mengangkat tanganya dan siap melayangkannya pada Jade.


" jadi ini sikap bawahan di JD Grup?" jade semakin memanasi mereka, dia mengambil kembali kontrak yang dia buang ketempat sampah kemudian menunjukkan kontrak itu pada Nana.


" kakak cantik, apa ini adalah kontrak?" tanya Jade dengan tatapan manisnya. dia menunjukkan puppy eye's miliknya pada Nana. hal ini membuat Nana tidak tahan dengan keimutan anak itu, dia lantas memeriksa kembali kontrak yang diberikan oleh Jade.

__ADS_1


SRAKK


suara kertas yang tengah dirobek dihadapan para karyawan itu membuat para pegawai itu terkejut.


" sekertaris apa yang ada lakukan?" tanya salah seorang pegawai


" heh, seorang anak kecilpun tahu kalau ini bukanlah kontrak, pantas dia membuangnya. kuberitahu kalian ya! ingin bekerja di JD Grup tidak mudah, kalian harus terus berkembang supayan bisa memenuhi keinginan perusahaan. tidak seperti yang kalian lakukan saat ini, setiap hari hanya mengobrol dan tidak bekerja. sementara itu kalian mengeluh tidak mendapat bonus ataupun kenaikan jabatan?" Nana menatap mereka dengan tatapan menghina.


" hm, kakak cantik benar! tapi, aku tidak sepengecut itu mau bersembunyi dibelakang wanita. biar anak kecil ini menunjukkan pada kalian apa yang namanya kontrak!" Jade langsung duduk didepan komputer yang ada disebelahnya, Jari-jarinya menari diatas keybord. matanya hanya fokus dengan apa yang ada didepan matanya, dia tidak menoleh sedikitpun. dalam 5 menit sebuah kontrak baru tercipta, kontrak yang lebih bagus dan menarik telah dibuat oleh Jade. semua pegawai itu memeriksa kontrak yang dibuat oleh Jade, dan mereka semua terkesima.


" ini? tidak mungkin!?"


" ini sudah setara dengan kontrak buatan wakil presdir Zen!"


" tidak, ini lebih baik dari milik wakil presdir!" semua pegawai itu terpana dengan kemampuan Jade. seorang anak kecil yang bisa dibilang masih seorang bocah SMA sudah sangat ahli dalam membuat kontrak. hei, siapa anak ini? pertanyaan ini terus terlintas dibenak semua orang.


" Jade, bagaimana bisa kamu membuat kontrak seperti ini?" tanya Nana yang terkagum-kagum dengan kontrak yang dibuat oleh anak kecil itu.


" heh, disini kamu JD kecil !" tiba-tiba suara lembut seorang pria muncul dari belakang keremunan.


" ah, Presdir!" semua orang langsung menyingkir dan memberi jalan untuk atasan mereka itu.


" haha, apalagi yang kamu lakukan JD kecil?" tanya Zen memiringkan kepalanya, dia menunjukkan senyum liciknya pada Jade.


" heh, sepertinya kamu harus memecat beberapa bawahanmu..Zen!" kata Jade sambil menatap mata Zen yang setajam elang namun terlihat selembut tatapan anak kucing


" eh, ada apa disini..Nana?" tanya Zen pada sekertarisnya itu.


"anu, tuan mereka membully Jade!" jawab Nana dengan tegas, dia tidak bisa mentolelir sikap bawahannya ini. mau bagaimanapun mereka harus menghormati siapapun, selain itu hasil kerja mereka juga sangat buruk. mereka pantas mendapatknannya.


"kalau begitu kalian semua silahkan pergi menuju ke ruang HRD, itu ada disebelah kanan dikoridor lantai 5!" kata Zen yang menunjukkan pintu keluar pada mereka.


" ta..tapi, Presdir!" seseorang mencoba untuk membela dirinya.


" aku sudah tahu, hasil kerja kalian sangat buruk! selain itu, aku bukan presdir. aku hanya wakil yang menjalankan perintahnya!" seru Zen dengan senyum liciknya. mereka tidak bisa melakukan apapun, mereka hanya bisa pasrah dan menerima keputusan atasannya itu.

__ADS_1


" kerja bagus Predir!" Zen mengusap surai cokelat Jade.


" hehe, mau dimanapun setiap orang harus menghormati orang lain! tidak peduli apapun yang mereka lakukan, mereka tetap harus mengoreksi diri mereka sendiri!" kata Jade yang menunjukkan senyum smirknya itu.


"eh, Presdir?" Nana tidak mengerti degan apa yang dikatakan oleh atasannya itu.


" haha, benar kakak cantik! perkenalkan Presdir Jade!" Jade mengulurkan tangganya dan tersenyum manis pada Nana. kini dia terlihat seperti kucing kecil yang sedang menemukan tuannya.


" ah? senang bertemu dengan anda Presdir!" Nana langsung bersikap formal dan menunjukkan profesionalitasnya dalam bekerja.


" haha, kakak cantik panggil saja aku Jade seperti tadi!" kata Jade tersenyum.


" eh, tapi Pres.." belum sempat wanita ini menyelesaikan kata-katanya, Jade sudah memotong ucapan wanita itu.


" ini perintah!" kata Jade tersenyum.


" baiklah, Jade!" Nana kembali kesikapnya yang tadi.


" hm, kalau begitu jangan beritahu mereka aku adalah presdir! Zen, bukan masalahkan kalau aku memecat semua pegawai ini?" tanya Jade sambil menunjukkan smirknya itu.


" tidak masalah, ini kantormu!" jawab Zen dengan santainya.


" hm, baiklah! kakak cantik ayo bermain drama seperti tadi!" Jade menarik lengan Nana dan menatap matanya dengan puppy eye's miliknya. tatapan yang sedingin es dan setajam elang tadi kini berubah menjadi sehangat mentari.


" baiklah, tapi kamu tidak boleh sampai terluka!" kata Nana yang menyentuh hidung anak kecil itu.


"..." Jade hanya mengangguk kemudian menarik wanita itu dan membawanya menggelilingi seluruh kantor.


selama Tournya dia memecat banyak pegawai yang tidak memiliki kemampuan dan sopan santun. ada beberapa dari mereka yang kemampuannya tidak terlalu menonjol namun mereka memiliki kemauan dan sopan santun yang baik, jadi Jade tetap mempertahankan mereka. hal ini membuat Zen sangat terkejut, dari 10.000 orang yang bekerja dikantor pusat kini hanya tinggal 100 orang saja. Zen terpaksa membuka lowongan pekerjaan secara tiba-tiba, dan kantor itu langsung saja diserbu oleh para pendatang baru. mereka yang telah menunggu lama untuk bisa bekerja di JD Grup, kini mereka memiliki kesempatan itu. 20.000 email masuk ke kantor, mereka melamar untuk menjadi pegawai dari JD Grup.


Jade meminta Zen memberitahu seluruh anak buahnya untuk menerima semua e-mail tadi. dia bilang besok dai sendiri yang akan mewancarai mereka!. hm, Zen hanya bisa mengatakan iya pada atasanya itu. keesokan harinya, Jade memakai piyamanya kemudian berjalan dari kantor menuju keruang HRD,dia benar-benar tidak main-main saat ini, dia berniat mewawancarai calon pegawainya dengan piyama.


" huahh!" Jade masih lusuh dengan piyama yang dia kenakan, semalam dia dan Zen harus lembur untuk mengadakan wawancara hari ini, jadi mereka berada dikantor sepanjang malam dan tidak tidur. pagi ini Jade baru selesai memeriksa 20.000 berkas, dan dia baru tidur selama satu jam hari ini-_- poor Jade..


" huahh!" Jade masih sangat mengantuk pagi ini, memang dia sudah biasa tidur hanya beberapa jam, tapi biasanya dia lanjut tidur dikelas tapi kali ini dia harus mewawancarai 20.000 orang untuk tes wawancara awal.

__ADS_1


" apa kamu baik-baik saja, Jade?" tanya Nana yang ditugaskan untuk menemani Jade.


__ADS_2