
" ouch, Jade kenapa?" erangnya dengan kesal, seketika dia tersadar kalau sedari tadi ponselnya bergetar. Zen segera menjawab panggilan itu dan meninggalkan kedua anak yang sibuk dengan segudang sumpah serapah yang tengah mereka keluarkan.
tidak lama kemudian Zen kembali dengan wajah masam, Jade sangat mengerti maksud dari Zen. Jade langsung berjalan pergi ke kamarnya mengganti pakaian dan memakai parfum miliknya. dia tidak peduli kalau dia belum mandi, yang jelas sekarang dia harus pergi ke perusahaan.
~~
Author: ih jorok amat sih lu Jade 😖
jade: siapa juga yang mau digituin __--
Author: gue yang mau gituin lu XD
__ADS_1
~~
Zen segera menarik Sara yang masih melongo melihat Jade yang langsung berlari menuju ke kamarnya. Zen segera membawa Sara turun ke bawah, dia segera membawa Sara keluar. Jade yang sudah siap segera menyusul Zen dan Sara yang sudah ada dibawah. mereka langsung pergi ke luar mansion, disana sudah ada sebuah Lamborgini Huracan EVO Spyder berwarna Hijau yang sudah menunggu kedatangan mereka.
mereka segera masuk kedalam, Zen segera memasukkan perseneling dan melajukan mobil indah itu menuju ke kantor milik Jade. saat hampir tiba di kantor, Jade segera mengambil aba-aba dan bersiap untuk melompat. Zen tidak mengurangi laju mobilnya ataupun menginjak pedal rem agar mobil berjalan lebih pelan. Sara terkejut mendapati Jade yang tengah bersiap melompat dari mobil.
" kamu duduk saja yang tenang, Sara!" Jade melempar senyum pada Sara, terlihat jelas ada aura kegilaan yang mucul disekitar Jade. Sara segera mengalihkan pandangannya dan menatap Zen yang seakan tidak peduli dengan apa yang akan dilakukan oleh Jade.
" kak Zen, apa yang kamu lakukan? cepat hentikan mobilnya!" Sara menatap Zen penuh dengan kemarahan bercampur dengan ke khawatiran, akan tetapi baik Zen maupun Jade tidak mempedulikan gadis itu. Jade kini sudah siap melompat sedangkan Zen semakin menambah laju kecepatan mobilnya.
__ADS_1
" hei, apa kalian gila?" Sara menatap bergantian ke arah Zen dan Jade, dia tidak berani melihat hal gila macam apa yang akan dilakukan oleh Jade dan Zen. Sara menutup matanya dengan kedua telapak tangan miliknya, bibirnya terus berucap sambil mengucapkan berbagai macam doa.
"ya, sampai jumpa ZEN!!" Teriak Jade yang melangkahkan kakinya dan melompat begitu saja dari mobil yang melaju dengan kecepatan 250 km/h. Sara masih tidak berani melihat hingga akhirnya Sara memberanikan dirinya menoleh ke belakang dan melihat ke arah Jade.
" JADE!!!!" Teriak Sara khawatir membuat Zen menurunkan kecepatannya perlahan, kemudian melempar senyum kecil pada Sara. Sara tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Zen, dia masih saja santai saat Jade melakukan hal gila seperti ini.
" apa kamu gila?" maki Sara pada Zen yang tengah melempar senyum padanya. Sara tidak habis pikir, Jade mau melakukan bunuh diri dengan cara yang amat gila.
" tenang saja, Jade pasti baik-baik saja! dia adalah anak yang kuat, selain itu kita tidak bisa berhenti sekarang. kita harus mengejar waktu" Zen perlahan lahan menaikkan kecepatan mobilnya kembali, kini dirinya fokus dengan jalanan sedangkan Sara masih sangat kesal dengan tingkah Zen dan Jade.
Zen melajukan mobilnya menuju ke STAR. setibanya di STAR, Sara tidak mengerti kenapa Zen membawanya ke mari, sedangkan ini bukan watunya pulang sekolah. Sara memandang bingung pada Zen, Zen sangat peka dengan maksud tatapan yang dilontarkan oleh Sara.
__ADS_1
" ayo turun!" Zen membukakan pintu untuk Sara yang masih menatapnya bingung. Sara melangkahkan kakinya mengikuti kemanapun Zen membawanya.