School Lifes

School Lifes
Episode 69


__ADS_3

" aku tidak bisa, saat ini perusahaan masih membutuhkan keberadaanku!" Seru Jade menatap dingin pada Leo yang ada didepannya, Aura dingin mulai keluar dari tubuhnya dan membuat ruangan yang sebelumnya hangat jadi mencekam.


" TIDAK! " Leo menarik lengan Jade kemudian membawanya keluar dari kantornya diikuti dengan Zen yang mengekor dibelakangnya. Jade meronta mencoba menolak paksaan sang kakak dan ingin segera melanjutkan pekerjaannya.


Jade masih memiliki misi untuk membawa perusahaannya ke puncak dunia dengan segera, karenanya dia harus tetap dikantor dan terus bekerja. Jade mencoba melepas cekalan tangan Leo akan tetapi gagal, tubuh kecilnya tidak cukup kuat selain itu beberapa bulan ini dia tidak makan dengan teratur jadi tubuhnya semakin lemah.


" maaf, Jade!" Zen yang sudah bosan langsung memukul syaraf tidur Jade dan menangkap tubuhnya yang terjatuh. Leo langsung mengangkat tubuh Jade yang tersandar ditubuh Zen kemudian membawanya menuju ke parkiran basement.

__ADS_1


setibanya di basement Zen langsung masuk dan menyalakan mobilnya, Leo meletakkan Jade dikursi belakang kemudian dia pindah ke samping kursi pengemudi. Zen segera melajukan mobilnya menuju ke rumah begitu Leo sudah masuk dan memakai sabuk pengamannya.


kini mereka sudah tiba dikediaman Jade. Leo mengangkat tubuh Jade dan membawanya menuju ke kamar Jade, Leo meletakkan Jade yang masih tertidur ke atas ranjang kemudian meninggalkannya. Leo melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu dimana Zen sudah menanti dirinya disana.


" bagaimana ?" tanya Zen dan hanya dibalas dengan sebuah senyum tanpa dosa dari Leo. Leo merebahkan dirinya ke sofa yang ada disebelah Zen kemudian mendongakkan kepalanya dan menatap langit-langit ruang tamu. Zen hanya menghela nafas melihat Leo yang seperti itu, Zen sangat mengerti kalau Leo sangat khawatir dengan keadaan Jade.


Zen memang menghkhawatirkan kondisi Jade akan tetapi dia tidak akan pernah menentang ataupun melawan perintah Jade. berbeda dengan Leo yang selalu memikirkan kondisi Jade dibanding dengan perasaan Jade, Leo lebih memilih Jade marah dan membencinya. itu lebih baik dibanding dirinya yang harus melihat Jade menderita.

__ADS_1


setelah beberapa lama dan Zen memutuskan panggilannya, Leo hanya mendengus kesal melihat Zen yang dengan seenaknya mengambil ponsel miliknya. Zen mulai mengangkat tubuhnya dan melangkahkan kakinya menjauhi Leo dan menuju ke pintu.


" mau kemana?" tanya Leo yang membuat Zen harus menghentikan langkahnya. Zen menoleh ke Leo kemudian memutar bola matanya dengan malas. ya mau bagaimana lagi? Leo tahu dia mau kemana dan apakah Leo harus bertanya kemana Zen akan pergi? oh ini menyebalkan.


" aku harus menjemput raja dan ratu!" Zen kembali melenggangkan kakinya dan Leo hanya menatap punggung Zen yang berjalan menjauh. Leo kini memejamkan matanya kemudian memasuki dunia mimpi dimana ia bisa beristirahat dengan lebih tenang dan nyaman.


baru sejenak Leo dapat terlelap dan dua suara dari makhluk absurb membangunkannya.

__ADS_1


" ok, semuanya ROBIN yang gans ini sudah pulang dengan calon istrinya ini!!!" teriak Robin dan disambung dengan sebuah pukulan dari Zen yang mendarat dikepalanya. Robin mengelus pelan kepalanya sedangkan Sara hanya terkekeh dan melangkahkan kakinya menuju tangga yang akan membawanya menuju ke kamarnya.


" cih, cepat mandi sana! " ketus Leo yang membuat perang membara diruang tamu. Zen tidak mempedulikan kedua mahluk absurb itu, dia melangkahkan kakinya menuju ke dapur dan menyiapkan makan malam untuk mereka.


__ADS_2