
" apa kalian ingin terlambat?" tanya Zen yang membuka kaca jendela sambil memandang kedua insan yang masih terpana dengan mobil itu. Sara segera membuka pintu dan masuk disusul dengan Robin yang mengikuti Sara dibelakang. setelah keduanya masuk, Zen segera melajukan mobilnya menuju ke STAR.
" kak, dimana Jade?" tanya Sara yang membuat Robin teringat kalau Zen belum menjawab pertanyaannya tadi.
" ya benar, dimana bocah itu?" tanya Robin dengan nada kesal, Zen belum menjawab pertanyaannya tadi, dan kini Sara bahkan menanyakan pertanyaan yang sama dengannya.
" Jade ada urusan, jadi dia tidak bisa pulang untuk beberapa hari kedepan!" jawab Zen sambil menatap tajam pada Robin. segera menyadari maksud tatapan itu Robin langsung membungkan mulutnya dan tidak berniat membahas topik itu.
" oh ya Robin. mulai hari ini Sara akan bersekolah di STAR, jadi tolong jaga dia!" Zen menghentikan mobil milknya di tengah lapangan sekolah membuat semua orang langsung mengalihkan perhatian mereka ke mobil itu. hal ini memang sudah biasa bagi zen membawa masuk mobilnya ke lapangan tengah, dan hal ini juga memberi kesan lebih untuk Robin yang bisa dikatakan salah satu Most Wanted di STAR.
kali ini Robin turun lebih dulu di ikuti dengan Sara dibelakangnya. Sara hari ini berpenampilan sederhana, hanya sebuah seragam, dengan stoking setinggi lutut, kemudian make up tipis dan natural, dan juga Sneakers yang sesuai dengan seragamnya.
kyaa, lihat siapa itu yang bersama Robin
__ADS_1
kyaa, pangeranku!
nikahi aku, Robin>~<
wah, dia cantik!!
cih, gadis itu menggangu pemandangan.
dasar fans gila _-
kyaa, pangeran!!
ketika robin dan Sara keluar, mereka langsung disambut dengan berbagai sorakan dari siswa dan siswi STAR. ada yang memuji, ada yang iri, ada yang suka, ada yang benci, dan banyak lagi. akan tetapi mereka berdua hanya memasang muka datar dan dingin, tidak ingin memeperdulikan semua sorakan yang tidak jelas itu.
__ADS_1
Robin mengantar Sara menuju ke ruang kepala sekolah. setelah mencari kelas Sara, dan ternyata Sara satu kelas dengan Robin. akhirnya mereka melangkahkan kaki mereka menuju ke kelas. setibanya didepan Kelas, sudah ada walikelas mereka yang menyambut kedatangan Sara.
sedangkan disisi lain, Jade disambut dengan kedatangan Zen. Zen terkejut mendapati tuan mudanya itu tengah bekerja, rasanya bagaikan sebuah mimpi melihat Jade yang tengah duduk di meja kerja miliknya ditemani dengan segunung berkas dan jari jemari yang terus menari di atas keybord.
Zen kembali mengedarkan pandangannya mencari sosok sekertari yang biasa ada disana, dan membantu Jade menyelesaikan pekerjaannya. Zen terus mengedarkan pandangannya namun, NIHIL. dia tidak menemukan keberadaan sekertaris kesyangannya itu.
" Jade!" Robin menurunkan beberapa tumpuk berkas yang menghalangi pandangannya pada Jade. Jade hanya mendongan sebenatar kemudian mengembalikan fokusnya pada berkas -berkas itu.
" hahhhh, dimana Nana?" tanyanya setelah menghela nafas dengan kasar. Zen kembali melayangkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan.
" kak Nana tidur ditempatku. jangan ganggu dia, biakan dia beristirahat!" Zen langsung berlari menuju ke ruang istirahat milik Jade, dan dia terkejut mendapati Nana yang masih terlelap dalam tidurnya. Zen menyingkirkan anak rambut yang menutupi kecantikan dari sang sekertaris sekaligus..uhm...pujaan hati Zen.
" kenapa Nana tidur disini?" tanya Zen sambil menatap mata Jade dengan tajam, Zen menatap intens manik cokelat yang kini tengah mendongak menatap dirinya.
__ADS_1
" semalam aku meminta kak Nana untuk menemaniku lembur!!" sahut Jade dengan santainya, dia hanya tersenyum sesaat kemudian mengembalikan fokusnya pada ratusan berkas yang tengah menunggunya.