
Dia yang kamu puja belum tentu kamu cinta. Namun dia yang kamu cinta sudah pasti kamu puja.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dave mencium bibir Sherly.
"Cekrek"
Sherly risih dengan laki-laki selalu mengambil gambar dirinya dan Dave. Dia menatap tajam laki-laki itu.
"Kenapa?" tanya Sherly malas.
"Dia Andra bee. Kepala Divisi Keuangan sekaligus temanku semenjak bekerja di Silver Coorporation," jelas Dave.
"Oh."
Mendengar Sherly hanya ber-oh-ria, Andra tersenyum tipis. Wanita itu bertambah cantik, apalagi dibingkai dengan senyum manis.
Sherly mengulurkan tangan kanan bermaksud berjabat tangan dengan Andra. Andra canggung. Ini pertama kalinya dia akan bersentuhan langsung dengan atasannya.
Andra juga mengulurkan tangan kanan. Hampir saja menyentuh jemari Sherly, tapi Dave menarik tangan kekasihnya.
"Bee, aku di sini. Kenapa liatin dia sih?" ucap Dave manja.
Bibirnya mengerucut, kelopak matanya berkedip layaknya boneka mampang. Sherly gemas dengan tingkah Dave, tapi tidak dengan Andra. Dia menatap kesal ke arah Dave.
"Woey nggak usah caper gitu Dave! Nggak liat Nona Sherly aja mau salaman sama aku, masa kamu mecucu gitu. Awas aja kalau minta bantuan lagi. Nggak bakal aku penuhi," batin Andra.
Dave menarik Sherly menuju kuris di paling pojok. Tepat di hadapan Brian, tapi wanita itu tidak menyadari karena dia duduk membelakangi.
Jika kamu mencintai seseorang, hargailah dia sebagaimana kamu ingin dihargai. Sekalipun itu hanya sebuah senyuman untuknya karena asal kamu tahu, dia sudah rela melakukan apapun untuk mendapatkan perhatianmu
"Mau makan apa bee?" tanya Dave.
__ADS_1
Sherly tampak berpikir. Namun Dave tiba-tiba pergi membuat Sherly mengerutkan dahi. Dave bukan meninggalkan, tapi dia menemui andra.
"Ndra please, kali ini aja bantuin aku. Tolong jaga Sherly. Laki-laki di belakangnya adalah si breng***."
Andra diam. Dia masih kesal saat Dave menarik tangan Sherly hingga laki-laki itu tidak sempat menyentuh kulitnya.
"Ayolah ndra please."
Dave melakukan segala cara untuk merayu Andra hingga akhirnya laki-laki itu berkata iya. Andra tidak mau, tapi Dave pasti akan mendatangi dan menceritakan segala sesuatu Hal itu juga yang nantinya membuat Andra malas mendengarnya.
Laki-laki itu telah meninggalkan Cella tanpa siapa-siapa. Bagaimana tidak jika tadinya Dave bersikap manis, tapi tiba-tiba pergi seenaknya
"Arrgghhh! Dasar bodo*, kenapa juga tadi kamu memujinya berlebihan! Lihat sekarang dia meninggalkanmu," sesal Sherly.
Di sisi lain, di depan podium yang digunakan untuk live music menampilkan laki-laki dengan penampilan sederhana, tapi mempesona. Suara musik mulai mengalun. Nada intro mulai terdengar membuat para wanita bar-bar membuat suasana hingar bingar.
"Semoga saja bisa membuatku lupa," gumam Shrrly.
"Berawal dari hidup yang membawaku ke dalam kehancuran, menikmati masa kelam yang tanpa sadar membuatku semakin terjatuh ke dalam dasar. Aku tidak pernah menyangka jika akhirnya Tuhan mengirimkan sosok sempurna untukku yang hanya bermodal cinta," ucap laki-laki yang telah menguasai panggung malam itu.
Berbeda dengan Sherly yang masih setia mendengarkan tanpa memperdulikan suara siapa yang baru saja mengucapkan kata-kata mutiara.
"So sweet juga kalau punya pacar berani kaya gitu," pikir Sherly.
"Sebenarnya kita berbeda. Dia teramat jauh di atasku, sementara aku sangat berada berlapis kasta di bawahnya. Dia pemilik harta dan tahta, tapi tidak pernah mempermasalahkannya. Namun untuk perihal cinta jangan pernah ditanya karena hingga saat ini aku masih mencintainya. Aku tidak akan melanjutkan sedikit petuah ku jika orang yang saya maksud tidak melihat ke arahku," ucap laki-laki itu.
"Siapa sih yang dimaksud? Iya nih, kenapa nggak liat di depan? Udah so sweet juga kenapa nggak diliatin! Kasihan tahu, tau gitu aku aja yang jadi pacarnya," cibir para pelanggan.
"Oke, mungkin belum saatnya, baiklah akan ku teruskan. Tuhan menghadirkan wanita yang saat ini masih menemani hidupku, dia masih berada di sampingku. Dengan kesabaran yang ia punya, wanita itu mampu menghadapi segalanya. Aku bukanlah laki-laki sempurna, aku jauh dari kata istimewa, karena aku hanya dekat dengan gumpalan dosa, gemerlap malam dan pekatnya ribuan nista," Dave menjeda ucapannya.
Kalimat terakhir yang Dave ucapkan memang tidak menggambarkan kehidupannya. Namun itulah yang Dave rasakan. Semenjak dikhianati, dia selalu merasa hidupnya dekat dengan dosa dan nista.
"Jika dia tidak bisa menyadari, maka izinkan aku untuk mengakhiri," Dave berhenti lalu menyerahkan mic kepada vokalis yang harusnya perform di jam ini.
__ADS_1
"Ehem, jika memang wanita yang dituju tidak memperdulikan sementara kalian semua pasti penasaran untuk siapa mas yang ada disini mempersembahkan keromantisannya. Semua pengunjung di harap melihat ke podium. Semoga malam ini kita bisa melihat cinta sejati yang bersatu di sini. Semoga kita semua menjadi saksi akan sempurnanya cinta mereka," ucap pemilik band yang sebenarnya malam ini mendapat jadwal tampil.
"Baiklah, ayo kita semua melihat ke depan, ayo aku juga penasaran, ayo semua jangan sampai malam ini dia gagal," ucap beberapa pengunjung.
Sherly terpaksa mengikuti arahan itu. Sebenarnya dia suka, tapi mengingat Dave tiba-tiba meninggalkan dia membuat wanita itu menelan kekecewaan.
"Terima kasih hadirin yang terhormat, yang udah nyempetik waktu kalian buat lihat aku. Meski sebenarnya ada hal yang membuat kexewa. Dia masih tidak menyadari kehadiranku di sini karena kamu masih setia mengucapkan sumpah serapah untukku yang tiba-tiba meninggalkanmu," ucap pemilik suara yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Seventeen dengan judul "Menemukanmu".
"Sial! Kenapa dia seperti menyindirku" gumam Sherly.
Meski terkesan garing, Dave mencoba percaya diri. Ini untuk pertama dia mempersembahkan suara emasnya.
"Dasar alay, baru juga liat tampilannya bukan lihat wajahnya," cibir Sherly.
Wait! Sherly menyadari satu hal. Dari kejauhan mirip laki-laki yang dirindukan. Tapi tidak mungkin dia berada di sana. Sherly menajamkan penglihatannya.
"Kok mirip Dave?"
Perlahan laki-laki itu mengangkat wajahnya lalu tersenyum. Masih terus menyanyikan lagu hingga akhirnya berhenti karena telah sampai di penghujung waktu.
Laki-laki itu menatap lurus ke arah Sherly, membuat yang lain juga ikut melirik kemana arah laki-laki itu melihat.
"Mampu*!" umpat Sherly saat menyadari dugaannya benar.
"Teruntuk kamu wanita yang telah berada di sisiku selama ini, maaf atas kepergian yang membuatmu merasa diabaikan."
"Sial"
"Aku mencintaimu atas dasar tulus dari hatiku. Berawal dari tulus kasihmu perlahan membuat kerasnya hatiku pudar. Berawal dari lembutnya sikapmu membuat kerasnya jiwaku sedikit berkurang. Aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang wanita, yang ku tahu mereka selalu bersamaku karena mencari kelemahanku. Namun kamu dengan tanpa menyesal justru membuat kelemahanku menjadi keistimewaan ku. Jika lemahku bisa menjadi istimewaku, jika lukaku bisa menjadi bahagiaku, maka bisakah kamu yang selama ini menemaniku menjadi selamanya menua bersamaku?" ucap Dave tulus.
Sontak saja suasana di sana menjadi lebih riuh. Banyak yang bertepuk tangan bersorak serta ada juga wanita yang memasang tampang iri kepada Sherly. Semua mimik tidak bisa ditebak.
"Aku pernah terluka. Luka itu membuatku tidak percaya dengan cinta. Namun saat bersamamu, aku seolah menemukan hidupku."
__ADS_1
"Wahai wanita pemilik harta dan tahta, maukah kamu menukar semuanya hanya dengan cinta yang kupunya?"