Secret Sherly Angel

Secret Sherly Angel
Mencapit


__ADS_3

Yang kutakutkan bukan perpisahan tapi rasa sayang yang harus kuikhlaskan. 


Bagaimana mungkin aku bertahan jika dia yang kusayang saja rela mengakhiri hubungan. 


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Aku menganggapmu kekasihku baby," jawab Sherly.


Detik menegangkan berada di pihak Sherly. Wanita itu entah mengapa menjadi takut kehilangan Dave. Dia tidak mau Dave pergi. Sherly memeluk Dave yang telah melepaskan tangannya.


"Davee," lirih Sherly.


"Hm," gumam Dave.


"Aku tau mereka ada. Kehadirannya juga nyata. Tapi yang kuinginkan hanya kamu. Kumohon, izinkan aku memilikimu untuk selamanya," ucap Sherly jujur.


Tidak ada yang harus disembunyikan. Sherly juga ingin dua laku-laki itu tau bahwa cinta tidak untuk dipaksa. Brian melakukan kesalahan. Hal itulah yang membuat Sherly akhirnya meninggalkan.


Sherly tidak meninggalkan jika saja Dave tidak membuatnya kecewa. Sekuat apapun rasa yang kamu punya, dia pasti berada di titik puncaknya. Apa yang kamu genggam tidak selamanya bisa kamu dapatkan.


Jika hakikat cinta adalah mengikhlaskan, lalu untuk apa seseorang berusaha dengan rasanya? Cinta tidak selalu perihal bahagia, tapi cinta adalah alasan untuk kita selalu bersama.


"Aku pernah mencintaimu teramat dalam. Aku pernah menyayangimu teramat sangat, tapi kamu membutku berhenti melakukan apapun dengan hati. Jauh sebelum akumemutuskan, aku telah lebih dulu memikirkan hingga akhirnya berada di fase ini. Dimana seseorang yang selalu perhatian berubah menjadi sosok yang terus mengabaikan. Biakah kamu sedikit saja memberiku kebebasan? Apa yang tidak saya inginkan, tolong jangan pernah kamu paksakan. Sebelum saya benar benar pergi, saya telah memberikan kesempatan kesekian kali hingga pada akhirnya apa yang pernah kita lalui bersama berakhir dengan sia sia," ucap Sherly.


"Sher pleasee! Aku mohon," ucap Brian.


Jangan bayangkan apa yang Dave rasakan. Untuk kesekian kali laki-laki itu memergoki Sherly dan Brian. Mereka kembali membicarakan masa lalu dan Dave tidak punya hak tentang dulu.


"Nona cantik, kenapa kalian berhenti menjalin hubungan? Bukankah itu pertanyaan yang ingin saya dengar jawabannya?"


Sherly memutar bola mata jengah. Apalagi yang ingin dia katakan. Wanita itu cukup merasa tertekan saat dia ingat apa yang Brian lakukan. Sherly menatap ke arah Brian kemudian memasang wajah melas kepada Dave.

__ADS_1


Tentu saja Dave paham. Dia adalah makhluk yang maha tau apa yang Sherly inginkan. Sorot mata itu. Dave yakin Sherly meminta pertolongan.


"Dia terlalu lelah. Bisakah kita membahas situasi yang ada?" tawar Dave.


Bernad menggeleng. Dia tidak bisa disepelekan. Bukan maksud Dave untuk meremehkan. Namun laki-laki itu juga tidak ingin Sherly terus merasa pening.


"Tatapannya melemah. Anda mengerti mengapa dia resah?" tanya Dave.


Bernad mengamati Sherly. Apa yang dikatakan Dave benar. Sherly terus menatap ke arah Dave, meski laki-laki itu tidak membalas tatapannya.


Pandangan Sherly terlihat menilai. Dia menguliti setiap inchi tubuh Dave yang bisa ia gapai. Wanita itu mencari titik mana yang akan membuatnya santai.


"Cup" Sherly sedikit berjinjit lalu mengecup bibir Dave sekilas.


"Brengsek!" umpat Brian dan Bernad bersamaan.


Dave diam tidak melakukan apa-apa. Dia berpikir rencana apa yang tengah disusun kekasihnya. Sherly terlihat beda. Wanita itu sejak tadi melangsungkan kegiatan yang tidak pernah teragendakan.


Sherly mengamati bibir Dave yang sedikit basah. Tentu saja karena ulahnya. Sherly mendongak mengamati objeknya dengan jelas. Belum sempat wanita itu bergerak, Bernad telah lebih dulu berteriak.


Sherly mendekap Dave. Entah kenapa wanita itu merasa ada yang berbeda dengan tubuhnya. Dia melakukan itu semua agar kedua pria berhenti mengejarnya. Tapi ternyata salah. Apa yang dia lakukan justru memancing keributan.


Dave mengusap puncak kepala Sherly. Laki-laki itu berusaha memahami. Meski kali ini dia sendiri tidak mengerti. Tidak ada yang harus dijelaskan karena melalui perbuatan saja Dave telah melihat kesungguhan.


"Sher! Jawab aku!" bentak Bernad.


Dave menempelkan jari telunjuk di bibirnya meminta agar Bernad mengakhiri nada tingginya.


"Sssttt! Apa kalian mengerti apa yang Sherly alami? Dia punya trauma tersendiri dengan laki-laki. Ralat, bukan laki-laki, tapi lebih tepatnya kepada kalian," ucap Dave.


"Apa maksudmu? Dulu sia sangat mencintaiku," tukas Brian.

__ADS_1


Dave tersenyum sinis. Sementara Bernad tersenyum sadis. Mereka menyimpan makna tersendiri di dalam kenyataan. Banyak perbedaan yang tidak diungkapkan, tapi satu hal yang bisa mereka banggakan. Mereka sama-sama diabaikan.


"Dulu dia sangat mencintaimu?" Dave mengulang kalimat Brian.


"Iya, jauh sebelum dia mengenalmu. Dan dimana dia yang dulu mencintaiku ha? Kamu menukarnya dengan tubuhmu? Atau kamu memberikan semua hartamu? Cih! Bahkan kamu jauh berada di bawahku," ucap Brian.


Cinta yang tulus tidak memandang siapapun yang modus. Dia bisa saja terlena dengan akal bulus, tapi percayalah. Satu hal yang tidak bisa kamu dapatkan dari wanita bodoh adalah ketulusan. Karena mereka yang hobi mempermainkan akan merasa disamaratakan.


Sebelum semua berakhir sia-sia, berhentilah berbuat sesukanya. Hati bisa saja tersakiti, tapi tidak siapapun bisa membuatnya kembali. Apa yang telah berubah dari semestinya tentu akan sulit untuk baik-baik saja.


"Aku bukan pemilik harta."


"Stop! Siapa yang udah bikin Sherly kaya gini? Dia nggak mungkin ngelakuin hal bodoh buat nyari perhatian. Dia adalah wanita kuat," ucap Bernad.


Empat bola mata memandang arah yang sama. Dave menjadi objek utama disusul Sherly yang tengah memeluk menjadi pemandangan kedua. Dave melirik ke arah Sherly. Selama ini dia tidak pernah melihat Sherly serendah ini. Em, bukan rendah maksud Dave adalah lemah. Dia tidak pernah melihat Sherly memeluknya di depan orang lain. Semua tentang pelukan adalah hal yang harus dirahasiakan.


Dave menyentuh pundak Sherly. Dia mengamati wajah cantik di depannya. Tidak ada air mata. Tidak ada wajah yang semakin jelek karena kecewa. Sherly tersenyum mengisyaratkan jika dia baik-baik saja.


Dave mencapit hidung Sherly dengan kedua jari. Wanita itu selalu menggemaskan. Dave tidak ingin melepaskan. Rasa sayang yang dimiliki semakin kokoh menegaskan kepemilikan.


Sherly bermain kedua alisnya. Dia menaik-turunkan kemudian memisah dan menyatukan. Dave semakin gemas. Laki-laki itu kembali melakukan cubitan. Kali ini lebih keras. Dave tidak peduli jika Sherly tersakiti. Lagi pula siapa yang sengaja membuat Dave jatuh cinta.


"Bee, sakit," rengek Sherly seraya mengusap puncak hidungnya.


Wanita itu cemberut. Bibirnya merengut, tapi Dave tidak takut.


"Cup" Dave mencium pipi Sherly.


Sang empu berubah menjadi ramah. Hal kecil yang dilakukan Dave selalu membuat mood Sherly kembali baik.


"Padahal yabg sakit hidung. Kenapa yang dicium pipi. Sabar yang my nose, bentar lagi juga baikan kok," gumam Sherly.

__ADS_1


Dave tergelak. Laki-laki itu tidak bisa menahan tawa saat berada di dekat kekasihnya. Celoteh manja selalu bisa membuatnya bahagia.


Dan tentang siapa yang paling membuatmu berkesan, mungkin dia adalah seseorang yang takut kamu lepaskan. Cinta punya cara untuk selalu menyapa, sedangkan benci punya alibi untuk selalu mengakhiri.


__ADS_2