Secret Sherly Angel

Secret Sherly Angel
Pelukan


__ADS_3

Aku membiasakan terlelap dengan bayangmu karena harapanku adalan terbangun di sampingmu


Saat sayup-sayup kudengar nada dari duniaku, inginku hanya satu


Yakni membuka kelopakku dan memeluk hangatnya ragamu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sherly menutup mata dengan rapat. Sebenarnya dia ingin menghabiskan malam dengan kenangan, tapi Dave membuat suasana hatinya buruk.


"Bee, ayolah jangan tidur. Ini masih sore sayang," rengek Dave.


Sherly melirik sekilas. Kekasihnya selalu manja saat tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Ah biarlah. Toh mereka sama saja.


Dave mengguncang tubuh Sherly hingga wanita itu terbangun. Dia duduk dan menatap tajam ke arah Dave. Nyali Dave menciut. Bola mata Sherly hampir keluar maka Dave takut untuk segera bergeser.


Tubuhnya kaku. Bukan sepertu mayat yang tidak bisa berlari. Tapi antara syaraf sensorik dan motorik tidak saling berkaitan. Otaknya memerintah agar Dave berlari. Namun tubuhnya mendadak kelu karena Sherly menatapnya tajam.


"Dave, jangan berisik okey? Ini udah malem besok kerja," ucap Sherly lembut.


Dave membeo. Setan baik mana yang telah mengubah Sherly menjadi lembut seperti ini. Bahkan beberapa saat lalu dia masih menjadi Sherly yang suka berteriak.


Sherly menatap tajam ke arah Dave. Sorot mata itu menyiratkan permusuhan. Dave menelan ludahnya susah payah. Sherly menjadi labil karena ulahnya.


"Bee," panggil Dave lirih.


"Hm," gumam Sherly.


"Cup! Aku mencintaimu," ucap Dave lalu dia merebahkan tubuhnya dan sembunyi di balik selimut.


"I'm sorry baby," batin Dave.


Sherly memanyunkan bibirnya. Dave. Bicara dengan laki-laki itu belum tentu berkelanjutan. Arah pembicaraannya sering berputar. Topik bahasan belum tentu jelas. Sherly mengutuk Dave di dalam hati. Wanita itu bersumpah akan membuat Dave kesal setengah mati.


"Yang kuinginkan adalah pelukan, tapi yang kudapatkan hanyalah kekecewaan. Bisakah hadirmu sedikit mengerti tentangku? Aku menyimpan rindu di sudut waktuku. Lalu aku menyiratkan hasrat melalui tabiatku."


Seseorang di pembaringan mendengar dengan sempurna. Pria dewasa bangkit dan mendekap tubuh kekasihnya. Senyum mengembang tergambar jelas di sudut bibirnya.

__ADS_1


"Bila mana cinta bicara, bisakah daku meminta?"


"Katakan, dan semoga saja aku bisa mengabulkan," jawab Sherly.


Dave membulatkan mata. Dia tersenyum lebih lebar dari sebelumnya. Dave mendekat ke arah Sherly kemudian membisikkan sesuatu di telinga sebelah kiri.


"Bercinta baby," lirih Dave disusul kecupan manja yang bersarang di dekatnya.


Sherly merona. Kedua pipinya memerah sempurna. Dave bodoh atau menginginkannya? Sherly saja tau batasan apa yang harus ada di antara dia dan Dave.


"Ya ya ya?" goda Dave dengan gaya manja.


Kedua alisnya naik turun layaknya permainan trampolin. Hal itu membuat Sherly sadar jika ada yang salah pada dirinya.


"Mampus!" ucap Sherly dengan tangan kanan menepuk jidat.


"Kenapa?" tanya Dave heran.


Dave mendekat. Dia ingin mengingatkan Sherly jika wanita itu lupa. Namun belum sempat Dave melakukan, Sherly lebih dulu mengabaikan.


"Aku cuma bercanda Dave. Mana mungkin kita kaya gitu sebelum nikah. Emang aku apaan," cibir Sherly.


"Good night honey," gumam Sherly.


"Sial! Senjata makan tuan lagi. Bodoh juga sih kenapa terlalu berharap. Padahal udah tau kalau Sherly nggak mungkin mau," sungut Dave.


Dengan berat hati pria yang baru saja pupus harapannya menubruk Sherly. Dia tidak peduli apa yang akan dilakukan wanitanya.


***


Yang kurindukan adalah dia yang kini berada di dekapan


Maka apa yang telah ku genggam tidak akan kulepaskan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sherly merasa tidurnya nyenyak. Tubuhnya juga begitu hangat. Wanita itu membuka mata. Ternyata sang kekasih tengah memeluknya. Pantas saja hatinya tenang.

__ADS_1


Sebelum beranjak pergi, Sherly harus memastikan ada hal yang bisa membuatnya senang. Menelusuri garis ketampanan Dave. Laki-laki itu sempurna menurut standar skala yang Sherly punya.


Kelopak mata itu. Sherly suka saat menatapnya. Tatapan Dave terlihat tegas. Terkadang juga keras, tapi tidak dipungkiri di sisi lain laki-laki itu juga bisa menatap dengan lembut.


Waktu sedang menguji tentang dua manusia yang akhir-akhir ini bersama. Mereka saling cinta, tapi ada satu hal yang membuat mereka belum bisa bersama.


Cinta, bersama, lalu hidup selamanya. Ah tidak semudah itu ferguso. Hidup adalah perjalanan dimana kamu harus menentukan setiap pilihan. Mereka bukan ragu, tapi menunggu saat yabg tepat untuk menyatu.


Dave merasa ada yang hilang. Tangannya meraba di sisi kirinya. Dia tidak ingin Sherly beranjak dari ranjangnya. Meski masih dengan mata tepejam, tapi Dave menemukan.


Jelas saja mudah. Wanita itu hanya memberi jarak pada mereka bukan merangkak pergi mengabaikannya. Senyum tipis terbit di bibir Sherly.


"Shit!" umpatnya.


Dave tersenyum licik. Dia menarik bibir Sherly lalu mengecupnya.


"Bisakah gunakan bibirmu untuk mendesah saja nona?" sindir Dave.


"Oh my!" desah Sherly pelan.


Dave membuka mata, lalu mengacak puncak kepala Sherly. Setelahnya kembali terlelap dan melanjutkan mimpi indahnya.


Hal kecil yang bisa membuat Sherly bahagia. Wanita itu hanya butuh dicinta, bukan materi atau harta sejagat raya. Perlahan Sherly turun dari ranjang. Dia mengenakan sandal lantai dengan bentuk keropi. Bulunya yang berwarna hijau tumbuh dengan sempurna.


Mungkin bukan tumbuh, tapi berlabuh. Sherly menapaki dinginnya lantai. Tubuhnya merinding setelah meninggalkan kehangatan dan disambut dengan kedinginan.


Oh ya, Sherly lupa. Kamar itu adalah ruangan ber AC. Maka dia kembali menghampiri ke arah Dave. Meraba kulit yang tidak tersentuh selimut. Wajahnya sedikit dingin, tapi kharismanya semakin membuat ingin.


Sherly membenarkan kain tebal yang membungkus tubuh Dave membuat Dave tersenyum tipis. Sherly mencari remot. Dia mengurangi suhu dingin diganti dengan suhu yang sedikit hangat.


Dapur menjadi tujuan utama. Wanita itu memasuki tempat masak yang tersusun rapi. Seingatnya Dave memang sering menggunakan tempat itu. Tidak heran jika yang ditemukan adalah kebersihan. Dave adalah wanita langka.


Di dalam hubungan mereka, tidak tau siapa yang harus diuntungkan. Keduanya sama-sama pemilik kepribadian yang asing di pasaran. Apa yang tidak dimiliki Sherly, maka akan dimiliki oleh Dave. Dan apa yang tidak dipunyai oleh Dave, pasti akan dimiliki oleh Sherly. Bisa saja mereka dikatakan pasangan yang serasi.


Sherly membuka kulkas. Di bagian pintu ada deretan telur ayam yang telah disusun. Sherly membuka pintu atas. Di sana ada nugget yang masih utuh dengan bungkusnya. Ide masak untuk menu pagi muncul begitu saja. Dia ingin membuat nasi goreng dengan telur dadar dan nugget sebagai topping.


Sherly berjalan menuju mesin penanak nasi. Tidak ada kabel yang menyatu. Sherly membuka, ternyata tidak ada apa-apa di sana. Sherly membuka bibirnya. Wanita itu sudah bersiap untuk berteriak, tapi diurungkan.

__ADS_1


~Jangan pernah menyia-nyiakan seseorang yang telah memberikan perhatian Karena bisa saja suatu saat kamu adalah orang yang hidup dalam penyesalan.


__ADS_2