Semanis Cinta SHAFIA

Semanis Cinta SHAFIA
Bab 21 ~ Sebuah Kesepakatan


__ADS_3

Hampir dua puluh menit, Shafia terus membujuk sang suami yang di rasa ini pertama kalinya terjadi. Pernikahan yang baru menginjak dua minggu itu berjalan tidak seperti pasangan suami istri pada umumnya.


Perginya Shafia di hari pertama masuk hitungan pernikahan mereka dan tentunya menjadi masalah besar bagi keluarga Qiemyl.


"Udah ngambeknya?"


Shafia sangat gemes melihat tingkah Abrisam yang di rasa sangat lucu jika sedang merajuk.


"Absen saja ya hari ini." Pinta Abrisam dengan wajah memelas


"Ngga bisa, Bri. Lagian ini juga baru hari kedua aku masuk kerja. Ngga enak sama Zoya, sahabat aku." Jawab Shafia menolak permintaan suaminya


Abrisam merenggut kesal.


"Kenapa juga kamu harus kerja sih?" Pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulutnya


"Harusnya kamu cari aku pas udah balik. Apa aku begitu buruk sampai kamu sendiri pun tidak mau menemuiku?" Lanjutnya dengan topik pembicaraan mengarah ke masalah utama


Shafia tidak tahu harus jawab apa. Dia pun merasa bingung bagaimana cara mengatakannya.


Cukup lama keduanya terdiam, sampai akhirnya Shafia di buat terkejut dengan apa yang Abrisam katakan.


"Kamu tahu, selama kamu pergi tanpa ada kabar sama sekali membuat seluruh keluarga ku marah besar. Mereka berkata jika aku begitu tidak berguna sebagai suami." Jelas Abrisam


"Bahkan Nenek tidak lagi percaya padaku, kamu salah jika mengira Mama dan Papa datang kemari karena memang itu kebiasaan mereka. Mama dan Papa kesini untuk sarapan bersama semata-mata hanya karena ada kamu. Mereka tahu jika kamu telah kembali, Papa dan Mama selalu menyembunyikan kekesalan mereka terhadap ku."


Shafia begitu syok mendengar penuturan Abrisam yang mengatakan jika alasan kedua mertuanya ada di rumah itu ternyata karena dirinya. Jika benar yang pria itu katakan, artinya selama Shafia pergi tanpa kabar semua keluarga Qiemyl marah besar.


"Kamu jangan bercanda Bri, mana mungkin hanya karena kepergian ku sampai keluarga mu bersikap begitu." Elaknya tidak percaya


"Terserah kamu percaya atau tidak, aku sudah mengatakan yang sebenarnya. Jika kamu tidak yakin silahkan temui Nenek saja."


Abrisam takan angkat bicara jika masalahnya kecil, baginya mengatasi masalah seperti ini sudah biasa.


Akan tetapi, ia tidak mau menyembunyikan apapun dari Shafia. Abrisam sangat kecewa kala orang yang begitu ia percaya malah pergi, bahkan kedatangannya pun sangat tiba-tiba.


"Apa kamu berniat tidak akan menemuiku juga jika aku tidak tahu di mana kamu berada?" Tanyanya dengan sorot mata penuh selidik


"Kamu akan tetap bersembunyi dariku?"


Abrisam mulai kehilangan kewarasannya, begitu banyak pertanyaan yang ingin ia dengar jawabannya.


"Kamu jangan berpikiran yang tidak-tidak." Ralat Shafia tegas


"Memangnya kamu pikir aku anak kecil yang tidak paham akan ucapan mu barusan? Begini saja, bagaimana kalau kita buat kesepakatan?"


Shafia mencoba cari jalan tengah.

__ADS_1


"Kesepakatan apa?" tanya Abrisam malas.


"Bukankah sekarang masalahnya sudah besar? Jjadi lebih baik kita temui Nenek langsung. Tapi sebelumnya kamu temui dulu Ayah dan Ibu, jangan kamu kira hanya kamu saja yang dapat masalah, aku juga sama. Lebih baik kita selesaikan masalahnya satu persatu, di diamkan tidak akan merubah apapun." Ujar Shafia memberi solusi


"Baiklah aku setuju." Balas Abrisam menerima saran Shafia


Mungkin ada benarnya, kepergian Shafia secara mendadak ternyata mampu mengubah sedikit demi sedikit sisi keras kepala Abrisam yang begitu sulit jika di ajak kompromi, akan ada alasan tidak masuk akal yang pria itu ucapkan.


.


.


Selesai membuat kesepakatan. Pasangan muda suami istri tersebut akhirnya pergi berangkat kerja.


Abrisam lebih dulu mengantar Shafia ke Restaurant dan gadis itu hanya menurut saja.


"Kabari aku jika jam pulang kerja sudah tiba, aku akan menjemput mu." Pesannya saat mobil sudah sampai di depan Restaurant


Shafia Mengangguk paham.


"Iya, kamu juga hati-hati kalau kerja. Jangan lupa makan siang, aku mungkin akan sangat sibuk tidak ada waktu sekedar membalas pesan darimu." Sahut Shafia sebelum keluar dari mobil


Baru saja ingin masuk ke dalam Restaurant, Shafia kembali lagi ke mobil di mana Abrisam masih setia menatapnya.


"Ada apa?" Tanya pria itu bingung


"Ada yang ketinggalan." Jawab Shafia sedikit malu


"Udah nikah, dosa kalau pamitan ngga salim dulu." Kekehnya sedikit malu


Bagi Shafia ini pertama kali dia lakukan. Bahkan Abrisam sempat terkejut juga ikut merasa senang.


"Istri yang pintar." Pujinya tersenyum


"Menunduk sebentar" Titah pria tampan itu pada istrinya


Shafia menurut, posisinya yang memang sudah berada di luar mobil tentu sedikit aneh rasanya.


Sedetik kemudian. Gadis itu kaget saat keningnya tiba-tiba di cium begitu lembut oleh Abrisam, lalu beralih mencium pipi kanan dan kirinya.


"Bri, malu di liatin orang." Protes Shafia saat tidak sengaja matanya melihat beberapa orang yang kebetulan berada di sekitar Restaurant tengah menatap mereka


Abrisam tidak peduli.


"Biarin, yang penting halal. Cium Istri sendiri kenapa harus malu di lihat orang?" Sahutnya begitu bangga.


Shafia menatap malas suaminya tersebut.

__ADS_1


"Udah sana pergi. Ngga malu apa, seorang Bos datang telat ke Kantor." Usirnya mulai merasa tidak nyaman


"Ngga mau balas cium nih?" Goda Abrisam sengaja mengeluarkan kepalanya agar leluasa menatap Shafia.


"Ish, apaan sih. Jangan macam-macam, ayo berangkat sana Aku mau masuk." Sahut Shafia menolak


Pria itu masih tidak bergeming, Shafia hanya bisa pasrah meladeni tingkah sang suami yang terkadang membuatnya sedikit kesal.


Ya Ampun, gini amat ya punya laki. Bathinnya


CUP


CUP


Kedua pipi Abrisam di cium dengam cepat oleh Shafia yang ternyata sudah berlari masuk ke dalam Restaurant.


Entah sudah semerah apa wajah Shafia sekarang karena malu.


"Ckck. Lihat saja nanti kalau masalahnya kelar. Aku akan memberi hukuman padamu kucing kecil."


Abrisam langsung menyalakan mesin mobilnya.


Kendaraan roda empat itu pergi meninggalkan area Restaurant menuju Perusahaan.


.


.


Sementara di tempat lain, tepatnya kediaman seorang wanita.


"Apa kau tahu di mana Abrisam sekarang?" Tanya Chayra pada orang kepercayaannya


"Tuan Abrisam saat ini ada di Perusahan nya, Nona Besar." Jawab Seorang Pria berusia sekitar 30 tahun


"Mmm, itu artinya semalam Abrisam tidak pulang ke Apartement. Lalu kemana ia pergi semalam?" gumam wanita itu penasaran


Chayra selalu tahu di mana Abrisam berada. Mulai dari kemarin sampai tadi malam, dia selalu mencari tahu keberadaan pria itu.


Hampir sepuluh hari Abrisam tidak masuk kantor membuat wanita itu bertanya-tanya kemana perginya Abrisam. Bahkan saat kemarin Chayra dengar jika Abrisam datang ke Perusahaan, tetapi dia tidak bisa bertemu dengan pria itu.


Apa kamu lebih memilih gadis kecil itu Abrisam? Takan aku biarkan kamu bisa hidup bahagia dengan istri pilihan keluarga mu. Aku akan menghancurkannya.


Chayra berbicara dalam hati. Dia tidak akan pernah terima jika ada orang lain yang berdiri di sisi Abrisam selain dirinya.


Masalah akan di mulai, tidak ada yang tahu pasti apa yang wanita itu inginkan..


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

__ADS_1


Like & Komennya..


yuk ramaikanπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2