Semanis Cinta SHAFIA

Semanis Cinta SHAFIA
Bab 77


__ADS_3

Sebagai seorang ibu dari dua bayi kembar juga seorang istri yang harus membagi waktu sebaik mungkin terhadap anak dan suaminya. Peran Shafia lumayan besar pengaruhnya bagi ketiga kesayangannya tersebut.


Abrisam tampak semakin antusias semenjak hadirnya si kembar yang begitu lucu dan menggemaskan, tidak ada rasa lelah atau bosan membagi tugas dalam mengasuh kedua putra tampannya itu bersama Shafia.


Seperti malam ini, melihat sang istri tampak begitu kelelahan dan mengantuk. Abrisam langsung berinisiatif menggantikan tugas Shafia menemani si kembar yang terbangun.


"By ngga apa-apa?" tanya wanita itu memastikan.


"Iya, kamu tidur ajah. Biar si kembar sama aku," jawab Abrisam sembari mencium kening istrinya penuh sayang.


"Lelahnya aku di kantor tidak sebanding dengan pengorbanan kamu sewaktu hamil dan berjuang melahirkan si kembar dengan penuh perjuangan, sayang."


"Jika hanya membagi tugas mengasuh mereka di malam hari, aku rasa itu tidak sulit. Justru bersama si kembar rasa lelah dan beban pikiran aku perlahan berkurang, mereka selucu itu sampai pengaruhnya teramat besar."


Shafia terharu mendengar kalimat yang suaminya ucapkan barusan, dia sangat bersyukur memiliki pendamping hidup yang bukan hanya sekedar menjadi pasangan suami istri semata, tetapi saling berbagi tugas apapun itu bersamanya terasa begitu menyenangkan.

__ADS_1


"Makasih udah mau ngertiin perasaan aku," ucapnya lirih dengan kedua mata sudah berkaca-kaca.


"Hubby tahu ngga. Selama masa kehamilan, aku selalu berpikir banyak hal. Termasuk merawat dan membesarkan anak seperti apa rasanya, apakah mungkin aku hanya berperan sendirian saja tanpa bantuan dari orang lain. Terlebih aku masih belum percaya membiarkan anak kita sampai di asuh Baby Sitter."


"Belum lagi, aku harus membagi waktu sebaik mungkin antara si kembar dan Hubby. Rasanya sungguh luas biasa, kala status yang semula hanya seorang istri kini bertambah lagi jadi seorang ibu."


"Aku tuh kadang suka ngga percaya diri, apakah sanggup menjadi istri sekaligus ibu yang baik untuk kalian. Semuanya terjadi begitu cepat, membuat hati dan pikiran aku di hantui rasa takut dan khawatir dalam waktu secara bersamaan."


Shafia masih perlu banyak belajar dalam merawat si kembar yang kini harus pintar-pintar juga membagi waktu dengan suaminya. Karena semua yang berkaitan dengan Abrisam tidak luput dari pengawasannya, termasuk membantu pria itu mulai dari mandinya sampai waktunya istrirahat alias tidur.


Pria itu sangat sibuk, tetapi selalu mengutamakan keluarga kecilnya yang semakin hari hidupnya penuh warna dan merasa beruntung memiliki Shafia beserta si kembar.


"Jangan memikirkan yang tidak baik sayang." Tegurnya melihat Shafia bersedih


"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu."

__ADS_1


Abrisam tidak ingin melihat istrinya bersedih apalagi sampai menangis hanya karena akhir-kahir ini perasaan wanita itu mudah tersentuh.


"Kalau mau ini dan itu langsung ngomong ajah ya, ngga usah takut atau khawatir aku ngga bisa." Shafia mengangguk pelan dengan mata sulit terbuka lebar


"Sekarang tidur ya, kasihan matanya udah susah banget di buka."


Abrisam mencium seluruh bagian wajah istrinya mulai dari kening, hidung, kedua pipi, dagu serta terakhir di bibir.


"Mimpi yang indah bidadariku sayang." Bisiknya pelan sebelum akhirnya meninggalkan Shafia yang tertidur begitu nyenyaknya untuk menemui si kembar


Beruntung bayi-bayi tampan dan menggemaskan itu bisa di ajak kerja sama.


"Dua jagoan Apih udah pintar ya, tahu ajah kalau Amih mau istirahat."


🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2