Semanis Cinta SHAFIA

Semanis Cinta SHAFIA
Bab 80 ~ END


__ADS_3

Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat. Kini usia si kembar sudah menginjak tiga tahun, banyak kenangan paling mengesankan yang sampai detik ini terus berputar di otak Shafia.


Sebagai seorang ibu yang dulu sempat merasakan koma akibat fisik tidak stabil serta adanya pendarahan, terkadang membuat wanita cantik berusia 23 tahun itu kembali mengingat bagaimana keras kepalanya Abrisam sewaktu keinginannya tidak lagi terkabul, yaitu memiliki seorang anak perempuan.


Pria itu jelas tidak mau lagi merasakan hidup segan mati pun tak mau, saat menyaksikan dengan kedua matanya sendiri, bagaimana tubuh sang istri terbaring lemah dengan selang infus di rumah sakit dalam keadaan koma.


Sempat berpikir, akan seperti apa nasibnya jika wanita halalnya tersebut meninggalkannya untuk selamanya. Baru di bayangkan saja, Abrisam tidak kuat menahan air matanya agar tidak jatuh membasahi pipi.


Pria itu sudah berjanji pada dirinya sendiri, tidak akan mau lagi ambil resiko jika sampai istrinya kembali hamil.


Dan keputusannya pun harus di terima Shafia, walau dengan berat hati karena wanita itu jelas masih ingin di rahimnya ada kehidupan yang kelak menjadi temannya di rumah.


Jika hanya ada si kembar, belum tentu kedua anak tampan kesayangan semua orang itu akan berada di rumah untuk menemani Shafia.


Hanya anak perempuan lah yang bisa wanita itu harapkan bisa hadir dan melengkapi kesunyian hatinya karena selalu di tinggal sendirian.


Seperti yang terjadi sekarang. Dimana hanya ada Shafia tengah menonton TV dalam kamar, tanpa adanya si kembar dan Abrisam.


Zahran dan Zayyan sudah di bawah kabur oleh Nyonya Iriana setelah sarapan, tidak tahu kemana perginya.


Sementara Abrisam, sudah meminta ijin dari semalam untuk pergi keluar kota. Mengurus beberapa masalah di perusahaan cabang bersama Tuan Adnan dan Tuan Arqa


Ketiga pria itu sengaja tidak membawa serta istri-istri mereka, karena masih ada banyak hal yang perlu di selesaikan.


Tanpa mereka tahu jika ada seorang istri yang sengaja tidak di ajak keluar sekedar jalan-jalan, hanya si kembar yang pergi meninggalkan wanita itu sendirian.


Shafia meratapi nasibnya yang merasa kesepian tanpa ada yang menemani, bahkan kedua sahabat terbaiknya pun sibuk mengurus usaha mereka di beberapa kota sampai di luar negri.


"Coba ajah kalau aku bisa hamil lagi, pasti ngga akan kesepian begini." Gumamnya pelan sembari menatap keluar jendela

__ADS_1


Ada begitu banyak yang memenuhi pikirannya, tetapi hanya masalah kembali hamil paling di nantikan. Berharap sang pencipta mengabulkan doanya untuk memberinya anak perempuan yang lucu.


Hampir satu jam lamanya, Shafia melamun dengan segala perkiraan yang membuatnya yakin ada sesuatu nyaris dia lupakan.


Sedetik kemudian, wanita itu menjerit sembari berlari menuju kearah kamar mandi untuk memastikan sesuatu.


Perasaan Shafia campur aduk, antara khawatir bisa saja gagal. Tetapi harapannya untuk berhasil sangat besar.


Lima menit menunggu hasilnya, dengan perasaan berdebar satu tangannya meraih sebuah benda berbentuk taspack dari dalam wadah.


Kedua matanya tertutup rapat, tidak berani melihat seperti apa hasilnya. Namun, dia begitu penasaran ingin mengetahui ada berapa garis yang muncul.


"Aku ngga mau kecewa lagi," ucapnya lirih dengan perlahan membuka kedua mata sembari berdoa dalam hati.


Samar-samar terlihat dua garis merah yang semakin jelas setelah wanita itu membuka matanya dengan lebar.


"Sumpah demi apa, ini beneran garis dua?"


"Ya ampun, jadi aku hamil lagi." Jeritnya masih belum percaya


"Akhirnya, waktu itu usaha aku ngga sia-sia."


"Hubby pasti kaget pas dengar kabar istrinya hamil, salah sendiri malam itu lupa pakai pengaman. Ckck."


Shafia langsung mencari kontak suaminya yang kebetulam berada paling atas, tidak sabar ingin memberi tahu kabar bahagia yang mungkin saja akan membuat jantung Abrisam serasa ingin keluar dari tempatnya.


Cukup lama menunggu. Akhirnya sambungan telefon sudah terhubung, dapat Shafia dengar bagaimana suara milik pria kesayangannya itu tampak lemah seperti habis bangun tidur.


Namun, keinginannya untuk memberi kabar gembira pada Abrisam harus segera di sampaikan. Tidak peduli akan seperti apa reaksi suaminya jika tahu.

__ADS_1


[Ada apa, tumben jam segini telefon?]


[Maaf ya, tadi lama angkat telefonnya. Aku baru bangun tidur]


Shafia mengangguk paham, seolah di hadapannya ada Absriam.


"Ngga apa-apa, Hubby. Justru aku telefon mau kasih tahu kabar gembira," ucapnya pelan harap-harap cemas dengan rekasi pria itu.


[Kabar apa, sayang?]


"Yakin Hubby mau tahu?" Shafia ragu mengatakannya.


[Katanya kabar gembira, jelas aku mau tahu dong sayang. Apa coba?]


Abrisam sabar menanti kabar apa yang ingin Shafia katakan, tetapi mendadak perasaannya tidak enak.


Sedetik kemudian, jantungnya nyaris berhenti ketika mendengar kabar yang istrinya maksud.


"Aku hamil lagi, Hubby."


[Oh Tidak. Ummi sengaja jebak Hubby]


...🪻TAMAT🪻...


🍃🍃🍃🍃🍃


Mungkin dari awal sampai akhir, cerita Abrisam dan Shafia masih banyak kurangnya. Tapi, aku sangat bersyukur akhirnya bisa menyelesaikan ceritanya. Walau harus nunggu setahun😅


Alhamdulilah, makasih banyak buat yang masih setia baca cerita mereka. Ngga bagus sih, aku sendiri mengakuinya. Tapi, namanya juga semua butuh proses. Setiap orang yang mau berusaha lebih baik lagi, pasti ada ajah ujiannya.

__ADS_1


Salam sayang dsri aku, si mudah bosan kalau up bab baru kadang nunggu hilal datang dulu🙈


Semoga di cerita aku yang lain, ada yang kalian suka.🤗


__ADS_2