Semanis Cinta SHAFIA

Semanis Cinta SHAFIA
Bab 34 ~ Makan Malam Di Luar


__ADS_3

Pernikahan Shafia dan Abrisam sudah berjalan 3 bulan.


Selama itu juga lika-liku rumah tangga mereka selalu di uji. Jangan lupakan wanita cantik yang masih saja datang mencari Abrisam tanpa merasa malu dan takut sama sekali.


Seminggu yang lalu. Chayra terus mencari cara untuk mendapatkan kembali hati Abrisam, segala upaya telah wanita itu lakukan hanya demi mendapatkan apa yang di miliki oleh wanita lain.


Shafia hampir saja menyakitinya jika Abrisam tidak cepat mencegah waktu itu.


#Flasback On.


Abrisam berada di salah satu hotel milik sahabatnya untuk melakukan pertemuan dengan salah satu klien dari luar negri. Ia di temani oleh Hanif dan juga Shafia yang ikut bersamanya.


Sekeras apapun Shafia menolak tidak ingin ikut tetap saja Abrisam bersih keras membawa sang istri dengan alasan ia tidak ingin jauh dari Shafia.


Hubungan mereka yang sudah jauh lebih baik selama dua bulan terakhir, tentu membuat Shafia mulai membuka hati untuk pria yang begitu sangat mencintainya tersebut.


Saat tiba di hotel, Shafia di minta untuk menunggu di salah satu kamar VVIP yang di sediakan khusus oleh pemilik Hotel. Abrisam dan Hanif pergi menemui pihak klien setelah mengantar Shafia.


Pertemuan berlangsung hampir dua jam lamanya, mengingat proyek yang akan mereka bangun kali ini sangat menguntungkan dan membutuhkan banyak pertimbangan. Sesekali Abrisam melihat jam di pergelangan tangannya untuk memastikan pertemuan mereka tidak akan memakan waktu yang sangat lama. Ia tidak ingin membiarkan istrinya sendirian di kamar hotel, bagaimana jika gadis itu keluar dari kamar karena merasa bosan.


Abrisam tentu sangat hapal dengan tabiat Shafia yang mudah bosan dalam hal apapun itu, di rasa sudah selesai dengan cepat pria itu berjalan sedikit berlari menuju kamar hotel tempat Shafia berada.


Sementara di suatu tempat.


Shafia yang sudah bosan akhirnya keluar dari kamar dengan menyusuri lorong yang terlihat lumayan sepi orang berlalu lalang, dia lupa di mana jalan menuju pintu keluar.


"Nah, ini nih yang bikin aku bingung kalau sudah masuk hotel. Terlalu banyak lorongnya, jadi bingung 'kan di mana pintu keluarnya."


Shafia mendesah pasrah saat tidak mendapatkan arah menuju pintu keluar.


Kebiasaannya yang suka asik melihat layar ponsel saat berjalan malah menjadi petaka.


Cukup lama Shafia berjalan menyusuri lorong yang begitu banyak kamar berderetan, fokusnya teralihkan saat mendengar suara seseorang yang sangat di kenalnya.


"Jangan berulah Chayra."


Terdengar suara teriakan cukup keras dari arah yang tidak jauh dengan posisi Shafia berdiri.


"Lah itu kan, suara Abrisam. Ngapain ia teriak-teriak?"


Shafia begitu penasaran dengan apa yang terjadi di sana, langkah kakinya sedikit cepat menuju letak suara yang barusan di dengar.


Masih berjarak sekitar sepuluh meter dari posisinya berdiri, Shafia bisa melihat dengan jelas siapa yang sedang berada di hadapan suaminya itu.


Dari sana Shafia bisa menilai apa yang tengah di lakukan oleh wanita di hadapan Abrisam yang tidak lain adalah Chayra.

__ADS_1


Matanya langsung memanas dengan dada yang bergemuruh hebat menahan amarah, siapa yang tidak akan murka kala melihat suaminya yang berusaha di peluk oleh wanita lain, bukan cuma itu saja yang di lihat Shafia, betapa tidak tahu malunya Chayra memamerkan lekuk tubuhnya yang hanya memakai kain tipis lumayan transparan.


Siapa saja yang melihat penampilan wanita itu pasti akan beranggapan bahwa kemungkinan besar Chayra ingin melakukan sesuatu.


Shafia yang sudah tidak tahan lagi berjalan cepat menghampiri suaminya yang terus berusaha menghindari Chayra.


"CHAYRA ..."


Teriakan keras Shafia menggema di seluruh lorong area kamar hotel, beberapa pengunjung yang baru saja sampai ikut kaget mendengar suara yang mengggelegar gadis itu.


Kilat amarah sangat jelas terlihat di mata Shafia yang tinggal beberapa langkah lagi sampai di depan mereka. Dan--


Plak


Shafia langsung menampar keras wajah Chayra saat menoleh kearahnya dengan tatapan mengintimidasi, Chayra pikir jika gadis itu tidak akan berani macam-macam. Tapi nyatanya dugaan wanita itu salah besar, sebuah tamparan justru dia dapatkan dengan cuma-cuma.


"Dasar wanita ja**ng tidak tahu malu." Berang Shafia sudah berdiri di depan Chayra yang masih begitu terkejut mendapat tamparan yang lumayan keras


Bahkan ada sedikit darah yang keluar dari sudut bibir Chayra, mungkin gadis itu terlalu kuat menamparnya.


"Berani-beraninya kamu menggoda Suamiku dengan pakaian sialan itu." Geram Shafia masih sangat jelas amarah menyelimuti hatinya


"Tidak malu kah kamu terus saja mengganggu rumah tangga wanita lain? Apa begitu rendahnya harga dirimu sampai-sampai pria yang jelas-jelas sudah beristri dan tidak menginginkan mu terus kamu dekati."


"Oh Astaga Chayra, bahkan aku pun bingung harus dengan cara apa menghadapi mu."


Di raihnya benda itu kemudian kembali mendekat kearah Chayra yang melotot tidak percaya dengan tindakan Shafia yang begitu nekat.


"Jangan macam-macam Shafia." Teriak Chayra yang tidak di gubris oleh gadis itu


Melihat tangan sang istri membawa sesutu dengan cepat Abrisam menahannya, ia baru tersadar saat Hanif menepuk keras pundaknya akibat syok dengan kenekatan Shafia.


"Dasar wanita tidak tahu malu. Mati saja kamu--"


Shafia melayangkan besi yang di dapatnya tadi kearah Chayra, namun dengan cepat tangannya di hentikan oleh Abrisam yang sudah berdiri tepat di hadapan gadis itu.


"Jangan sayang, tenanglah OK." Cegahnya berusaha menenangkan Shafia


"Shafia sayang, lihat aku!" Titah Abrisam meraih satu tangan Shafia untuk di letakkan ke wajahnya


Dengan satu tangan yang lain masih menahan besi yang belum juga di lepas oleh gadis itu.


"Istigfar sayang, hmm. Jangan melakukkan hal yang akan kamu benci seumur hidup, lihatlah aku baik-baik."


Abrisam terus berusaha mengajak Shafia bicara, amarah seoarang wanita memang sulit di luluhkan.

__ADS_1


Dengan perlahan kesadaran Shafia mulai kembali, besi yang masih dia genggam sudah di ambil oleh Hanif saat kesempatan ada.


"Bos, besinya sudah saya dapatkan." Bisik pelan Hanif namun masih bisa di dengar Abrisam


Ia bernafas lega saat istri dari Bosnya mulai kembali sadar, mata Hanif tertuju pada Chayra yang entah sejak kapan sudah berlari menjauh.


Ckck, dasar wanita aneh. Rasakan itu.


Hanif merasa sangat puas melihat Chayra yang dulunya tidak ada satu wanita pun berani melawannya, hari ini justru tidak bisa berbuat apa-apa saat Nyonya Bosnya sudah bertindak.


#Flasback Off


.


.


"Hayo lagi ngapain?"


Kaget Abrisam yang melihat Shafia duduk di kursi balkon sambil melamun.


"Sayang," sahut Shafia melihat kedatangan pria itu.


"Loh bukannya tadi bilang mau lembur." Tanyanya merasa bingung Abrisam pulang cepat hari ini


"Pertemuannya di batalkan sayang, saat Hanif bilang tidak ada lagi pekerjaan di kantor aku langsung pulang." Jawab Abrisam menjelaskan


Shafia tidak lagi bertanya apapun, ada baiknya juga kalau suaminya pulang cepat.


Setidaknya dia tidak merasa bosan di kamar terus sambil menunggu kepulangan Abrisam.


"Mau makan malam di luar?" Tanya Abrisam saat meraih tubuh Shafia agar duduk di pangkuannya


"Kamu ngga capek?" Tanya Shafia balik


"Ngga sayang, seharian tadi aku cuma tanda tangan berkas sama ikut meeting dengan beberapa klien yang datang langsung ke kantor."


Mendengar jawaban dari Abrisam, Shafia mengangguk paham.


"Aku akan pergi mandi, kamu bersiaplah terlebih dahulu."


Abrisam berjalan masuk ke dalam kamar menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Shafia yang di tinggal mandi oleh pria itu ikut masuk menuju ruangan samping tempat tidur berganti pakaian. Sebuah ruangan yang terdapat berbagai macam kebutuhan pasangan suami istri tersebut sangat lengkap.


Selesai memilih pakaian yang akan mereka kenakan, Shafia keluar dari ruangan menuju meja rias sekedar memakai make up yang natural. Dia tidak suka terlalu mencolok, cukup terlihat sederhana saja.

__ADS_1


🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2