Si Miskin Ternyata Seorang Presdir

Si Miskin Ternyata Seorang Presdir
21 #Ditemukan


__ADS_3

Dua mobil hitam memasuki perkarangan villa. Daniel lamgsung menyambut dengan hormat kedatangan Felix, Kakek, dan Yolanda. Nampak sekali dimata Yolanda masih tersisa butiran bening, yang sudah pasti dia habis menangis.


Mereka langsung masuk ke dalam villa. Diikuti Daniel dari belakang, sementara bodyguarnya menjaga diluar villa. Didalam Daniel langsung dilontari berbagai macam pertanyaan. Ia pun mulai menjelaskan satu per satu dari awal hingga akhir sampai peristiwa kecelakaan tersebut terjadi. Daniel juga sudah mengatakan kalau dia masih menunggu informasi dari temannya yang mencari tau pelaku dibalik penyabotase mobil Arshan.


Dengan wajah yang sangat panik, Yolanda terus menangis memikirkan kondisi Arshan yang belum juga ditemukan. Daniel jadi makin merasa bersalah karna kelalaiannya berdampak buruk bagi semuanya. Ia juga sudah ditegur oleh Felix dan juga kakek agar lain waktu bisa lebih berhati-hati lagi. Daniel hanya bisa mengangguk dan mendengar semua omelan dari Felix maupun kakek. Karna memang Daniel mengakui kalau dia salah, tidak bisa menjaga Arshan dengan baik.


"Lain kali kamu lihat kondisi disekitar. Kamu pastikan lagi kalau semuanya aman. Saya kan sudah menitipkan Arshan pada kamu agar dia gak bertingkah seenaknya. Malah kamu sekarang membiarkan Arshan naik mobil sendiri. Sudah tau kalau musuh diluar sana itu banyak yang mengincar Arshan karna dia pewaris tunggal dikeluarga Abhimarta" ucap Felix memberi peringatakan kepada Daniel.


"Iya tuan, saya mengaku salah dalam hal ini. Karna kelalaian saya, tuan muda menjadi korbannya. Lain kali saya akan lebih berhati-hati lagi dalam menjalankan tugas. Saya minta maaf tuan besar, saya benar-benar minta maaf" jawab Daniel menunduk penuh penyesalan.


"Kali ini saya memaafkan kamu, tapi lain kali jangan diulangi lagi. Kamu pasti tau bagaimana Arshan, kamu disini tidak setahun dua tahun. Sudah bertahun-tahun kamu kerja sama Arshan. Harusnya kamu tau bagaimana sifat Arshan" ucap Felix.


"Iya tuan besar, saya minta maaf" hanya kata maaf yang bisa diucapkan oleh Daniel. Semua sudah terjadi dan tidak bisa diulang kembali. Felix juga sudah memaafkannya, walau masih ada terselip rasa kecewa.


"Mama istirahat saja dikamar. Besok kita akan cari Arshan lagi, berdoa saja semoga anak kita tidak apa-apa" ucap Felix menenangkan Yolanda.


"Iya mas, aku ke kamar dulu" ucap Yolanda lalu pergi meninggalkan Felix dan Kakek.


"Apa kamu sudah menyelidiki siapa pelakunya?" tanya kakek.

__ADS_1


"Sudah tuan besar, saya sudah menyuruh seseorang yang saya percayai untuk mencari tau semuanya." jawab Daniel.


"Bagus, segera beri kabar kepada kami kalau pelakunya sudah ketemu. Kalau bisa secepatnya!" kata kakek menegaskan.


"Baik tuan besar" balas Daniel menunduk


...*****...


Esok harinya dilanjutkan pencarian Arshan. Entah dia masih hidup atau sudah meninggal. Mereka berharap Arshan masih hidup, kalau pun sudah meninggal setidaknya jasad Arshan bisa ditemukan. Yolanda tidak ikut ke lokasi karna larangan dari suaminya. Sehingga dia menunggu di villa bersama beberapa orang penjaga, anak buah Felix. Kakek pun juga tidak ikut karena fisiknya yang tidak memungkinkan untum dia pergi dan sangat berbahaya juga.


Sampailah Felix dan Daniel dilokasi. Disana sudah ada tim SAR yang kembali mencari keberadaan Arshan dan terjun langsung ke bawah. Felix yang memerhatikan dari atas merasa ngeri, karna jurang tersebut sangat dalam kalau dilihat dari atas. Ia berpikir seseorang pasti tidak akan selamat kalau masuk ke jurang tersebut. Masih ada harapan dihatinya kalau Arshan bisa selamat. Walau pikiran negatif dari semalam berkecambuk dalam pikirannya. Sekarang Felix lebih berpikir positif dan menyingkirkan pikiran negatifnya.


Beberapa dari mereka mengabarkan hal tersebut kepada keluarga Arshan. Felix dan Daniel yang masih diatas langsung menghampiri salah satu pemimpin tim SAR tersebut. Hati Felix sudah tidak karuan lagi melihat ekspresi wajah mereka yang terlihat tidak baik-baik saja.


"Bagaimana, apa Arshan sudah ditemukan?" tanya Felix dengan perasaan yang campur aduk.


Terlihat pemimpin tim SAR tersebut menarik nafas panjang sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Felix. "Putra anda memang sudah ditemukan. Tetapi........"


"Tetapi apa?!"

__ADS_1


"Putra anda sudah meninggal dunia"


Duar...


Bagaikan disambar petir disiang bolong. Felix maupun Daniel sangat terkejut mendengar ucapan pemimpin tim SAR tersebut. Mereka seolah mimpi yang menjadi nyata. Tubuh Felix langsung lemas mendengar kabar Arshan sudah tak bernyawa lagi. Padahal tadi ia masih harapan kalau Arshan masih hidup.


"Apa kalian sudah teliti lagi kalau itu jas*d putraku! Pasti kalian salah, Arshan gak mungkin meninggal. Dia gak akan meninggalkan kami! Aku harus melihatnya sendiri bahwa yang kalian temukan adalah jas*d putraku" sentak Felix yang tidak terima putranya dikatakan sudah meninggal dunia.


"Kami sudah melihat dan meneliti kembali bahwa jas*d tersebut adalah tuan Arshan. Sesuai dengan yang dijelaskan oleh tuan Daniel kalau putra anda memakai mobilnya sendiri dalam keadaan rem blong. Dan jas*d tersebut kami temukan tidak jauh dari mobil putra anda, hanya berjarak dua langka kaki saja. Mobil putra anda sudah hangus terbakar dan kemungkinan putra anda ikut terkena kobaran api. Jas*d tersebut sudah tidak bisa dikenali lagi tuan. Saya sarankan, anda tidak perlu melihatnya. Tetapi kalau anda ingin memastikannya kembali silahkan." balasnya.


"Tuan, apakah anda sanggup untuk melihatnya. Saya takut nanti anda......" ucapan Daniel langsung dipotong oleh Felix.


"Diam kau!! Aku ingin memastikan lagi kalau yang mereka temukan adalah Arshan putraku" Sentak Felix menatap Daniel dengan tajam. Daniel yang diberi tatapan mematikan langsung tertunduk.


...🌻🌻🌻...


Segini dulu ya readers, author banyak tugas dan kerjaan akhir-akhir ini jadi up nya telat. Besok lagi yaa. Dukung othor terus.


Syukron 🌹

__ADS_1


__ADS_2