Si Miskin Ternyata Seorang Presdir

Si Miskin Ternyata Seorang Presdir
71 #Benarkah itu Kamu?


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan begitu cepat, Arshana dan Zulfa melewati masa yang sulit bersama. Dari kenyataan kalau suaminya bukan orang yang sederhana, malah melebihi dari pada itu. Sekarang Zulfa makin bahahisa saja bersama Arshana. Tetapi ada yang masih dirahasiakan oleh Zulfa dari ayahnya. Yaa soal Arshana yang sebenarnya dan ada yang masih dirahasiakan Arshana pada Zulfa juga Yolanda. Apalagi kalau bukan pekerjaan lain yang masih dia tutupi.


Sidang hukuman bagi Handian sudah selesai, dia ditetapkan sebagai tersangka utama atas tindakan pembunuhan berencana kepada Arshana. Dia dihukumi seumur hidup atau hukuman mati. Perusahaannya hancur dan keluarganya harus menanggung semua itu. Apalagi ayahnya yang benar-benar murka karna Handian malah menghancurkan usaha yang sudah dibangunnya sejak awal.


Sisa sahamnya terpaksa dijual kepada perusahaan Abhimarta sesuai yang dikatakan Arganta saat itu. Uang dari penjualan saham tersebut digunakan kembali untuk membuka usaha lain. Dan Handian punya adik yaitu Rey teman sekampus Zulfa dulu. Dia punya cafe yang didirikan sejak kuliah. Rey sifatnya berbeda dengan Handian, bahkan jarak persaudaraan mereka agak renggang. Karna Rey selalu menentang apapun yang akan dilakukan kakaknya kalau menyangkut kejahatan.


Bagaimana dengan nasib Firsi sekarang?


Dia mengambil cuti kuliah karna paksaan dari Devon dam Elena. Kemauan Firsi untuk putus kuliah, namun Devan melarang dan meminta izin cuti kuliah. Kehamilannya sudah memasuki tiga bulan. Firsi sudah tau kasus Handian yang berada dalam penjara karna sudah melakukan pembunuhan berencana pada Arshana, mantan kekasihnya. Dalam diri Firsi ada rasa penyesalan karna sudah percaya dengan Handian yang ternyata seorang pembunuh.


Kini dia harus menanggung semuanya, rasa malu, jauh dari teman, bahkan orang tuanya sudah hilang kepercayaan padanya. Firsi hanya mengurung diri dalam rumah, tak ada niatan untuk keluar sama sekali. Keadaannya kacau sejak kehamilannya. Itulah resiko yang harus dia terima, berani berbuat juga harus berani bertanggung jawab sekaligus menerima konsekuensinya.


Zulfa mengundang Maira untuk datang ke rumahnya. Dia sudah lama tidak mengobrol dan saling bertukar cerita, dua minggu lalu Zulfa sudah mengatakan yang sejujurnya kepada Maira tentang suaminya. Siapa sebenarnya Verko dan asalnya dari mana. Sekaligus rentetan kejadian dari awal hingga akhir, tentu dengan izin dari Arshana. Bagi Arshaan tidak masalah, karna dia juga sudah mengenal Maira. Kalau bukan karna Maira, Arshana tidak akan tau perasaan Zulfa padanya.


Jadi dia mengizinkan Zulfa untuk menceritakan semuanya pada Maira. Sehingga kalau Zulfa ingin bertemu Maira tidak perlu dengan kepura-puraan. Maira juga bisa main ke mansion. Untuk sekarang Maira sudah diterima bekerja di perusahaan Abhimarta Group berkat kemampuannya dan juga karna Arshana yang menerima.


Saat ini Arganta memegang perusahaan Dharvanta yang sudah diambil alih olehnya. Sesekali dia ke perusahaan pusat yang dipegang Arshana. Dia jadi sering bertemu dengan Maira. Orang yang menurut Maira menjengkelkan malah jadi bosnya sekarang. Menurut Maira, Arganta sangatlah cuek tidak ada bedanya dengan Arshana. Kalau dulu Arshana bisa akrab kesiapapun. Tapi sekarang Arshana berubah jadi dirinya yang dulu, cuek dan dingin.


Zulfa beranjak dari duduknya dimeja rias. Dia berjalan menuju meja disamping ranjang untuk mengambil ponselnya. Pintu terbuka, Arshana baru saja masuk ke dalam kamar menemui istrinya. Mereka akan pergi ke rumah Devon hari ini. Tangan Arshana terukur menggenggam tangan Zulfa, lalu mereka keluar.


Dibawah mereka berpamitan dengam Yolanda. Setelah itu mereka pergi menggunakan mobil Arshana. Tangan Zulfa tak pernah lepas untuk bergandengan dengan Arshana. Ada rasa takut dalam hatinya sampai jantungnya berdetak lebih cepat. Kenapa?


Karna Zulfa dan Arshana akan mengatakan kejujuran sekarang kepada Devon. Agar selanjutnya mereka tidak perlu berpura-pura lagi. Lelah rasanya harus sembunyi dengan kebohongan.


Sampai didepan halaman rumah, Zulfa turun dahulu dari mobil. Sedangkan Arshana masih setia didalam. Dia ingin tau dahulu reaksi orang tua Zulfa kalau tau anaknya berkunjung menggunakan mobil mewah. Dan beul saja kedatangannya mengundang Devon, Elena, dan juga Firsi yang tak sengaja melihat dari balkon langsung ikut turun.

__ADS_1


Pintu terbuka menampakkan wajah Devon yang terlihat bingung sambil melirik ke arah mobil Arshana. Begitupun dengan Elena, dia mengernyit melingat anak tirinya membawa pulang mobil mewah keluaran terbaru yang sangak langka dan mahal. Hanya ada beberapa saja, itupun harganya terbilang fantastis.


"Apa kabar papa dan mama, kamu juga apa kabar Firsi?" tanya Zulfa mereka semua sambik bergantian mencium punggung tangan kedua orang tuanya. Kecuali Elena yang tidak sudi.


"Kabar kami baik, kamu bawa mobil siapa itu nak? Mobil itu harganya mahal sekali mencapai milyaran loh," ujar Devon masih merasa heran.


"Mobilnya suamiku pa," jawab Zulfa jujur, memang kenyataannya itu mobil Arshana.


"WHAT! gak salah denger gue? Loh bilang itu mobil suami loh? Hey ngaca dong! Suami loh aja orang kere, orang miskin. Mana mampu beli mobik semewah dan semahal itu. Jujur aja deh yang loh bawa itu mobil siapa? Dari hasil jadi wanita malam ya!" sindir Firsi dengan mulut pedasnya.


"Firsi! Jaga bicaramu! Zulfa tidak akan melakukan hal bodoh sepertimu!" sentak Devon tak terima mendengar Firsi mengatakan kalau Zulfa menjadi wanita malam.


"Terus kalau bukan jadi wanita malam mana mampu beli mobik semewah ini! Atau nyuri ya biar bisa beli barang mewah? Ehh bentar.........Wah ini tas keluaran terbaru dengan harga yang sangat mahal. Loh ngaku sekarang dapat dati semua ini kalau bukan hasil nyuri," desak Firsi meminta agar Zulfa mengaku yang tidak pernah dilakukannya.


"Aku tidak akan pernah melakukan tindakan bodoh hanya untuk mendapatkan kemewahan! Tas ini aku dapatkan karna dibelika oleh suamiku, bukan dengan menjadi wanita malam atau seorang pencuri! Aku lebih baik tidak menggunakan ini semua dari pada harus menjadi dari keduanya yang kamu katakan tadi Firsi. Aku bukan kamu yang rela melakukan apapun demi uang!" balas Zulfa balik menohok Firsi.


Sudah cukup selama ini Elena dan Firsi menyakitinya. Dia tidak akan pernah membiarkan harga dirinya diinjak-injak dengan sesuka hati. Selama tinggal di mansion dan menjadi istri seorang Arshana Abhimarta, membuat Zulfa merubah sikapnya lebih tegas lagi. Tentu atas bimbingan dari Arshana agar istrinya tidak selalu mengalah dan membiarkan harga dirinya jatuh.


"Loh! Sudah berani sekarang, menjadi wanita penghibur saja belagu!" cecar Firsi.


"CUKUP FIRSI! Jangan menghina Zulfa terus, lihat dirimu sendiri!" bentak Devon.


"Terus aja papa belain! Emang dia kesayangan papa. Aku disini seperti anak terbuang, gak pernah papa sedikit saja memperhatikanku!" ucap Firsi tak terima.


"Papa sayang padamu, tapi memang kamu saja yang tidak bisa berterima kasih. Sudah dibiayai kuliah bukannya rajin belajar malah disalah gunakan kebaikan papa. Apa itu yang kamu maksud pilih kasih? Sedangkan aku kuliah dengam hasil kerjaku sendiri. Bukan papa yang gak sayang sama kamu, memang tindakanmulah yang salah!" sahut Zulfa membuat Firsi makin kesal dan marah.

__ADS_1


"Loh gak usah ceramahi gue! Bodal badan aja belagu! Loh pasti juga sudah dinikmati banyak pria diluaran sana tanpa sepengetahuan suami loh kan. Makanya bisa beli semuanya, gak usah sok menutupi. Loh itu sama saja!"


Plak.


Satu tamparan mendarat dipipi Firsi. Membuat pemiliknya terkejut, bahkan Devon dan Elena pun ikut tertegun melihat Zulfa menampar Firsi didepan mereka. Mata Firsi melotot tajam mendapat tamparan keras dari Zulfa. Tangannya memegangi pipi yang terasa panas.


Sementara Arshana tersenyum senang didalam mobil melihat Firsi ditampar oleh Zulfa. Dia masih betah disana ingin melihat apa yang akan dilakukan istrinya setelah ini.


"Sudah cukup kesabaranku denganmu Firsi! Dari dulu aku selalu mengalah. Bahkan tindakan kekerasan kalian aku terima, apa pernah aku melawan? Tidak! Aku selalu diam saja walaupun kalian menyakiti batin dan fisikku. Apa pernah aku mengadu pada papa? Tidak! Agar kamu tidak mendapat amukan papa. Bahkan saat aku kuliah harus bekerja pun aku tetap diam. Apa pernah aku minta uang sama papa? Enggak! Karna mama yang melarangnya kan! Aku biarkan papa membiayai kuliahmu, tapi apa sekarang? Kau malah menjatuhkan harapan papa padamu. Sekarang kau menghinaku hanya karna aku pulang dengan mobil mewah dan tas mewah? Dan kau mengklaim aku menjadi wanita malam? Harusnya kau sadar diantara kita siapa yang kotor. Kau atau aku?" Zulfa sudah geram dengan tingkah Firsi yang selalu menyakitinya dan juga Elena. Sekarang dia tidak mau terlihat lemah lagi dihadapan mereka.


"LOH! GAK USAH SOK JADI PALING SUCI! LOH SAMA KOTORNYA DENGAN GUE! BELAGU!" Firai mendorong tubuh Zulfa sampai tersungkur dilantai.


"Auwwh!" Zulfa meringis, dia belum siap dengan serangan Firsi secara tiba-tiba.


Arshana pun keluar dari persembunyiannya alias keluar dari mobil saat melihat istrinya disakiti. Dia berlari menolong Zulfa untuk bangun. Sontak saja mereka bertiga, Devon, Elena, dan Firsi merasa kaget melihat seorang pria tiba-tiba menolong Zulfa. Entah dari mana asal pria tersebut.


"Kamu gak pa-pa sayang?" tanya Arshana membantu Zulfa untuk bangun.


"Gak pa-pa mas," jawab Zulfa sambil berdiri.


Saat tatapan Arshana berbalik kepada mereka bertiga, terutama Firsi langsung tertegun. Matanya melebar melihat siapa yang ada didepannya sekarang. Begitu pun dengan Devon dan Elena. Mereka gak percaya melihat seseorang yang ada didepannya.


"Ar-arshana? Benarkah ini kamu?" tanya Firsi berasa mimpi bisa bertemu dengan Arshana kembali. Tapi tunggu......


Bukannya Arshana sudah meninggal? Lalu yang ada didepannya sekarang siapa? Hantu? Jelas bukan karna kakinya nampak ditanah. Lantas siapa?

__ADS_1


__ADS_2