
Esok harinya, Arshana dan Zulfa pergi ke kediaman Abhimarta. Penampilan Arshana sudah berbeda tidak kupel seperti yang dikatakan orang-orang. Ia memakai kemeja dan celana yang hitam. Ditambah ia memakai hoodie dan kacamata hitam. Agar orang tidak mengenalinya. Sementara Zulfa memakai gaun berwarna merah muda selutut ditambah polesan make up yang natural menambah kecantikan aslinya.
Sekarang mereka sedang berada didalam taxi menuju rumah utama, tepatnya mansion Abhimarta. Tangan keduanya saling bergandengan. Terlebih Zulfa yang menggenggam erat tangan suaminya. Tampak jelas raut ketakutan diwajahnya. Sebisa mungkin Arshana memberi ketenangan agar istrinya bisa bersikal biasa tanpa rasa gugup atau takut.
"Kamu tenang aja sayang, jangan takut. Orang tuaku gak sejahat itu, mereka baik kok. Ada aku yang selalu disampingmu." ucap Arshana menoleh ke arah Zulfa yang ikut berbalik menoleh ke arahnya.
"Iya mas." jawab Zulfa singkat lalu kepalanya disandarkan ke bahu Arshana. Tangan itu mengelua lembut rambut Zulfa lalu menciumnya.
Sampai akhirnya taxi yang ditumpangi mereka sampai didepan mansion yang terlihat megah dan luas. Zulfa merasa takjub melihat rumah yang mirip sekali dengan istana. Baru kali ini Zulfa melihat rumah seperti itu. Ia jadi minder untuk ikut masuk ke dalam. Tangannya tertahan membuat Arshana menoleh ke arahnya.
"Ayo turun sayang, kita sudah sampai." kata Arshana, namun Zulfa malah menggelengkan kepala membuat Arshana bingung.
"Kenapa?."
"Rumah kamu besar banget mas, apa aku pantas." ucap Zulfa menatap rumah didepannya yang besar.
"Kok kamu bicaranya gitu sih. Jangan gitu lagi aku gak suka. Ayo masuk, aku akan selalu menggandeng tangan kamu." kata Arshana mencubit hidung Zulfa membuat pemiliknya kesal.
"Aiish!! Kami ini suka sekali mencubit hidungku mas. Ya sudah ayo."
Arshana pun membayar taxi tersebut sebelum akhirnya mereka turun. Tangan Arshana selalu menggandeng tangan Zulfa. Ada pos satpam tempat mereka berjaga. Arshana yang masih menggunakan kaca mata hitam dan hoodie memencet bel lalu tak lama keluar salah satu satpam yang menatap heran ke arah mereka berdua.
"Permisi pak, saya ingin bertemu dengan tuan Felix dan nyonya Yolanda. Apakah mereka ada dirumah?." tanya Arshana sopan.
Satpam itu menatap sejenak ke arah Arshana lalu tatapannya beralih ke Zulfa. "Tuan Felix dan nyonya Yolanda ada didalam. Kalian siapa?." tanya satpam tersebut.
"Saya dan istri saya ada urusan penting dengan tuan Felix. Bolehkah saya masuk?."
Satpam tersebut berpikir sejenak. Melihat tampilan Zulfa yang cantik membuat satpam tersebut berpikir lagi. Kalau memang mereka penjahat tidak mungkin ada gadia cantik. Ia pun memperbolehkan Arshana dan Zulfa masuk.
"Baiklah, saya akan mengantar kalian ke dalam."
"Terima kasih."
'Mereka benar-benar sudah lupa denganku. Padahal aku ini adalah tuan mereka. Astaga baru ditinggal beberapa bulan sudah lupa, bagaimana kalau lebih dari setahun.' batin Arshana mengekor dibelakang satpam tersebut bersama Zulfa.
"Permisi tuan besar, ada tamu yang ingin bertemu dengan anda." ucap satpam tersebut saat sampai diruang tamu melihat ada Tuan Felix disana.
__ADS_1
"Siapa? Saya tidak ada janji atau bertemu siapapun Aro." Felix merasa heran ada tamu yang datang pagi-pagi.
"Saya juga tidak tau tuan, katanya dia ada urusan penting dengan tuan dan nyonya." ucap Aro satpam tersebut.
"Baiklah suruh mereka masuk saja." jawab Felix.
"Baik tuan." Aro pun kembali keluar untuk memberi tau Arshaan dan Zulfa.
"Anda silahkan masuk, tuan sudah memperbolehkan kalian masuk. Saya permisi." ucap Aro.
"Makasih pak." Aro pun mengangguk.
Arshana dan Zulfa berjalan masuk ke dalam. Zulfa berasa senam jantung. Rasa deg degan dalam dirinya semakin hebat saat kakinya memasuki halaman rumah. Sampai dia menginjakkan kaki didalam. Berulang kali Zulfa merasa takjub, tak terbayang dia bisa menikah dengan pria tampan ditambah mapan. Mimpi apa dia bisa menikah dengan Arshana Abhimarta.
"Permisi tuan." ucap Arshana saat sampai didepan pintu.
"Masuk lah." balas Felix merasa heran.
"Duduklah."
Mereka pun duduk bersamaan dengan kedatangan Arganta yang ingin berangkat ke perusahaan. Dia merasa heran ada tamu sepagi itu. Matanya menangkap sosok wanita yang tidak asing bagi dia. Tapi Arganta lupa siapa wanita tersebut.
'Arganta, akhirnya aku bisa melihatmu lagi. Andai aku tau dari dulu kalau kamu adalah adikku. Mungkin aku tidak akan membiarkanmu sebagai bawahanku.' batin Arshana menatap Arganta.
"Papa juga tidak tau, mereka belum mengatakan apapun. Jadi kalian ini siapa dan ada keperluan apa dengan saya juga istri saya?." tanya Felix penuh selidik takut yang ada didepannya malah musuh dia.
"Anda lupa dengan saya tuan?."
"Saya memang tidak mengenal kalian berdua. Memangnya kita pernah bertemu sebelumnya?." tanya Felix menatap Zulfa yang terlihat tegang.
"Setiap hari, setiap hari anda bertemu dengan saya." jawab Arshana.
Zulfa sudah tegang duluan memikirkan reaksi dari kedua orang tua suaminya yang pasti sangat terkejut dan syok melihat anaknya yang sudah meninggal bisa hidup kembali.
Perlahan Arshana membuka penutup hoodie yang masih terpasang dikepalanya lalu membuka kaca matanya. Membuat Felix maupun Arganta tertegun dan syok. Mereka tidak mimpikan? Yang ada didepannya ini siapa? Kenapa bisa mirip sekali dengan Arshana?. Gak! Putranya sudah meninggal gak mungkin hidup lagi.
"Ka-kau siapa?." tanya Arganta terbata-bata karna masih terkejut.
__ADS_1
"Arshana Abhimarta. Yang kalian kira aku sudah meninggal." balas Arshana semakin membuat Felix dan Arganta saling pandang dan menggelengkan kepala.
"Tidak usah berbohong. Kakaku sudah meninggal, mana mungkin bisa hidup lagi. Kau pasti pembohong!." sahut Arganta meninggikan nada bicaranya.
"Mana ada orang kembar yang lahir dirahim berbeda. Gak masuk akal!!." celetuk Arshana membuat Arganta kembali berpikir. Ada benarnya juga. Tapi bagaimana bisa Arshana bisa hidup lagi. Apakah dia bangkit? Aahh tidak mungkin mana ada setan pagi hari.
"Ja-jadi kamu benar Arshana, putraku?." tanya Felix akhirnya setelah dia mengembalikan kesadarannya.
"Iya pa, ini Arshana putra papa. Siapa lagi? Yang kalian kira tewas itu bukan aku. Tapi jasad orang lain yang ikut terseret saat aku kecelakaan. Aku belum meninggal!!." Arshana meyakinkan ayah dan adiknya agar bisa mempercayai perkataannya.
Tak disangka dari arah belakang Yolanda maupun Kakek Abhi mendengar percakapan tersebut. Mereka ikut terkejut sejenak, melihat putranya yang sudah meninggal bisa kembali ke rumah. Tak terasa air mata mengalir dipipi Yolanda. Ia tak percaya kalau anak sulungnya masih hidup.
"Arshana...." panggil Yolanda.
Sontak mereka semua terutama Arshana menoleh ke belakang melihat mama dan kakeknya berdiri. Saat itu juga air mata Yolanda semakin tidak bisa terbendung lagi saat melihat wajah Arshana yang sudah lama tidak dia lihat. Yang mungkin dia kira selamanua tidak akan terlihat lagi.
"Mama...." Arshana langsung menghampiri Yolanda dan memeluknya. Dia sangat merindukan sosok ibu yang selama ini dia sayang. Sulit bagi Arshana untuk beepisah dengan lingkungan yang telah membesarkan dia. Tapi karna terpaksa dan untuk meneruskan misi dari Kakeknya, Arshana pun harus melakukan ini semua.
"Ini benar kamu Arshana kan? Mam gak lagi mimpi kan?." tanya Yolanda dengan air mata yang mengalir deras.
"Enggak ma, ini benar Arshana putra mama." jawab Arshana dipelukan Yolanda, kemudian ia pun melepaskannya secara perlahan. Dan matanya tertuju pada sang Kakek yang mungkin masih syok melihat kehadirannya.
"Kakek....." ucap Arshana ingin memeluk Kakek Abhi.
"Dasar anak bodoh!! Kau dari mana saja hah!! Mau pura-pura mati, biar kami semua menangisimu!!." sentak Kakek Abhi membuat Arshana menggelengkan kepalanya.
"Maafkan Arshana kek, aku gak bermaksud begitu. Aku melakukan ini semua karna Kakek yang minta kan buat Arshana bisa menjalankan misi dari Kakek."
"Sudah pa, duduk dulu. Biar Arshana menjelaskan kepada kita. Selama ini dia kemana dan siapa yang kita temukan itu kalau bukan dia." shaut Felix melerai perdebatan tersebut.
Akhirnya mereka duduk diruang tamu bersama. Arshana kembali duduk disamping istrinya. Sejenak Yolanda melirik ke arah Zulfa yang terlihat akrab sekali dengan putranya. Tapi sekarang ia ingin mendengar penjelasan Arshana dulu.
Kemudian Arshana pun menjelaskan kepada mereka semua awal mula kejadian sampai dia bisa bertemu dengam Brima dan dibawa ke rumah sakit. Arshana juga menjelaskan kalau dirinya sempat koma selama satu bulan sampai ia bisa sadar kembali dan menjalankan kehidupannya sesuai dengan misi dari Kakeknya. Arshana juga mengatakan siapa penolongnya dan kebaikan mereka yang selama ini membantu dia. Sampai cerita tersebut berakhir dengan mengatakan kalau Zulfa adalah istrinya. Membuat semuanya tertegun dan kaget. Ternyata wanita yang dari tadi ada disamping Arshana adalah istrinya.
Sedangka Zulfa dari tadi hanya menunduk takut. Tangannya tak pernah lepas menggenggam tangan Arshana yang menguatkan dia.
"Dia istriku namanya Zulfa Adinda. Dia perempuan yang baik dan bisa menerima Arshana apa adanya. Kalian harus tau sebelum aku bertemu dengannya, penampilanku tidak begini. Arganta pasti sudah tai, aku pernah bertemu Arganta dikantor saat itu mengantarkan roti. Tak jauh berbeda dengan penampilanku sebelumnya saat aku masih menyamar jadi OB. Papa dan Kakek benar kalau Firsi adalah perempuan yang jahat. Dia tidak benar-benar mencintai Arshana, dia hanya menginginkan harta saja. Aku sadar kalau Firsi perempuan jahat saat penyamaranku itu."
__ADS_1
"Lalu kamu menikah dengan dia yang kakak dari mantan pacarmu itu? Tanpa sepengetahuan dari kami? Kamu gak mikir Arshana! Menikah tanpa meminta restu dari kedua orang tuamu!." sahut Felix tak terima dengan sikap Arshana yang seenaknya.