Si Miskin Ternyata Seorang Presdir

Si Miskin Ternyata Seorang Presdir
42 #Diretas


__ADS_3

Markas King Black.


Daniel terlihat senang, duduk manis dikursi kebesarannya bersama Marlin yang setia menemani. Mereka tertawa bersama melihat kehancuran musuhnya. Satu demi satu Daniel akan membuat siapapun yang berurusan dengannya hancur atau m*ti ditangannya. Aplagi kalau menyangkut orang yang dia sayangi, Daniel tidak akan main-main dan tak akan memberi ampun untuk mereka.


"Ini baru permulaan, kita lihat nanti apakah dia masih bisa tertawa kalau kebahagiaannya direnggut. Aku akan mencabutnya satu per satu sampai dia menemukan tidak berani lagi berurusan denganku. Hahahah!!." ucap Daniel sambil tertawa penuh kemenangan.


"Kau memang jenius Daniel, kejutan selanjutnya akan menanti. Pasti sekarang dia lagi kebingungan untuk mencari bukti atau dia sudah sibuk mencari dana tambahan? Hahahah, gue gak bisa bayangin wajah dia kayak apa" sahut Marlin membayangkan wajah musuhnya sekarang yang pasti kalang kabut.


"Aku akan merenggut apapun yang dia miliki, seperti dia merenggut nyawa orang yang sudahku anggap sebagai keluarga. Aku ingin dia merasakan sakitnya ditinggalkan seseorang yang berharga." tegas Daniel dengan sorot mata penuh dendam.


Daniel sudah menganggap Arshana sebagai saudaranya sendiri. Seperti keluarga Arshana yang mengganggap dia bagian dari keluarga mereka. Trauma masa lalu Daniel membuatnya tumbuh menjadi pria yang kejam. Menggeluti dunia hitam bersama Arshana. Orang tuanya dibantai habis oleh sekelompok perampok yang mencuri dirumahnya kala itu.


Kedua orang tua Daniel dib*nuh dengan kejam didepan mata Daniel sendiri. Saat itu Daniel bersembunyi di dalam kamar. Sementara ayahnya berusaha menyelamatkan harta benda yang hendam dibawa kabur oleh perampok tersebut. Dan ibunya menyuruh Daniel untuk tetap dikamar. Daniel yang masih berumur sepuluh tahun hanya bisa menurut saja.


"Nak, kamu tunggu disink ya. Jangan keluar sebelum papa dan mama kembali. Tetaplah didalam kamar. Kalau ada orang yang hendak masuk, kamu bersembunyi didalam lemari ya. Ingat jangan keluar tunggu papa dan mama" ucap sang mama lalu mengecup pipi Daniel yang masih kecil. Setelah itu mamanya pergi.


Sepeninggal kedua orang tuanya, Daniel hanya menunggu didalam kamar. Tetapi orang tuanya tak kunjung datang, membuat Daniel curiga. Ia memberanikan diri untuk membuka pintu kamar dan mengintip dari dalam. Dia melihat ada tiga pria berbadan besar memakai penutup kepala. Sehingga Daniel tidak bisa mengenali wajah mereka.


Disitu ayahnya berusaha untuk mempertahankan harta benda mereka. Tetapi salah satu dari pria tersebut malah menembak ayah Daniel begitu juga dengan mamanya. Mereka seolah tidak memberi ampun, beberapa tembakan diluncurkan. Sehingga detik itu juga kedua orang tua Daniel langsung meninggal dunia. Ada security dan penjaga juga ditembak m*ti oleh tiga pria tersebut.


Daniel kecil langsung menutup pintu kembali dan meringkuk dalam lemari. Ia merasa ketakutan sampai memegangi lututnya. Bayangkan saja anak sekecil itu harus melihat adegan yang tidak seharusnya dia lihat. Tangisnya pecah didalam lemari. Dibungkam mulutnya agar tak didengar oleh pria tersebut yang masih mengintai didalam rumah.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, terdengar suara yang begitu familiar ditelinga Daniel. Bocah itu pun segera keluar dari tempat persembunyiannya. Sang bibi ternyata masih hidup dan mencari-cari keberadaan Daniel.


"Aden gak pa-pa kan?." tanya bibi sambil memeluk Daniel yang ketakutan.


"Gak pa-pa bi. Tapi...Papa....Mama." jawab Daniel sambil terus menangis.


"Aden sabar ya, sekarang Aden ikut bibi. Biar bibi yang rawat Aden. Ayo kita keluar dulu dari sini." ucap bibi langsung menggendong Daniel keluar kamar.


Bibi tidak keluar lewat pintu depan melainkan dari pintu belakang. Agar Daniel tidak melihat m*yat kedua orang tuanya. Padahal Daniel sudah melihat semuanya tanpa diketahui oleh bibi. Semenjak kejadian tersebut, Daniel diasuh oleh sang bibi sampai menginjak usia enam belas tahun.


Setelah itu Daniel harus berjuang sendiri untuk menyambung hidup. Karna bibi yang selama ini merawat Daniel harus meninggak dunia disebabkan kecelakaan. Mau tidak mau Daniel harus berjuang sendiri. Sampai menginjak dewasa dan bekerja dirumah Arshana. Disanalah Daniel memulai hidup barunya. Sampai dia berhasil membalas dendam kepada orang-orang yang sudah merenggut nyawa kedua otang tuanya.


"Aku mau mengecek kerja mereka, kau ikut denganku!." ucal Daniel lalu bangkit dari duduknya menuju pintu.


"Bagaimana kerja kalian?." tanya Daniel sesampainya didalam ruangan tersebut. Ada lima orang disana yang sedang fokus menatap layar komputer.


"Semuanya aman tuan, terkendali. Tuan tenang saja, mereka tidak akan bisa menemukan cela. Dan sepertinya dia sedang ketakutan dan dilanda kecemasan." jelas salah satu dari mereka yang bernama Alino.


"Bagus, nanti kita bisa meluncurkan rencana selanjutnya. Awasi terus gerak-gerik mereka." kata Daniel, Alino hanya menunduk. lalu Daniel pergi meninggalkan ruangan tersebut.


🍀

__ADS_1


🍀


🍀


Ditempat lain, Handian bersama Jeri mengecek semua komputer yang katanya Ronal eror. Semuanya tidak bisa dioperasikan, Ronal menduga ada yang meretas semua komputer yang ada dikantor. Handian menjadi semakin murka, gudangnya sudah terbakar dan kini semua komputer diperusahaannya tidak bisa beroperasi. Yang membuat kerugiannya semakin besar, bagaimana bisa mereka bekerja kalau semua komputer eror.


"Gimana Al? Apakah sudah teratasi?." tanya Handian dengan wajah cuek.


"Ma-maaf tuan, kami belum bisa memperbaiki sistem komputernya. Kemungkinan dalam waktu beberapa hari kedepan komputer diperusahaan tidak bisa beroperasi." jelas Ronal gugup melihat tatapan tajam Handian seolah ingin menerkamnya hidup-hidup.


"Sialan!! Aku mempekerjakan kalian untuk mengatasi ini semua. Apa kalian hanya ingin memakan gaji buta!! Kalau mereka tidak bisa membenahi sistem yang ada diperusahaan, cari yang lain. Aku mau secepatnya semua masalah ini diperbaiki!! Arrgh.......Aku bisa rugi banyak kalau begini." marah Handian, sementara mereka hanya bisa menunduk pasrah.


Sudah dari beberapa jam yang lalu, Ronal dan kawannya berusaha memperbaiki. Namun masih belum bisa kembali seperti semula. Apalagi Handian terus marah-marah kepada mereka.


"Tapi tuan, kalau Ronak saja kesulitan. Bagaimana dengan yang lainnya, bukankah akan sama saja. Kalau......" Jeri coba menjelaskan tapi Handian langsung memotong ucapannya.


"Aku tidak mau tau!! Kau cari hacker terkenal atau apalah yang bisa membenahi masalah ini. Aku gak mau rugi banyak!!." tekan Handian membuat Jeri langsung menunduk.


"Maaf tuan, kalau memang anda ingin mencari hacker terkenal yang bisa membetulkan sistem perusahaan tidak masalah kalau memang mereka bisa. Disini sudah ada tiga hacker yang anda percaya, mereka saja kesulitan. Saya tidak percaya kalau anda mencari hacker lain bisa membetulkannya." sahut Ronal.


Handian mempunyai kepercayaan sendiri dalam masalah jaringan atau menyangkut tentang perusahaannya. Dia memiliki empat hacker yang dia percaya untuk menjaga keamanan data kantor, salah satunya Ronal yang paling dipercaya oleh Handian. Selama ini kerjanya bagus tanpa ada kesalahan. Handian jadi berpikir ulang, kalau Ronal saja kesusahan bagaimana mencari hacker lain. Sudah pasti hasilnya akan sama dan dia harus menghamburkan uangnya lagi.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan sistem perusahaan yang kacau. Aku gak bisa bekerja kalau begini dan karyawan lain juga gak bisa menyelesaikan tugasnya. Bisa-bisa aku rugi banyak!! Aku gak mau tau, kalian harus segera bereskan. Aku minta besok sudah selesai, tidak ada toleransi lagi!!. Kalau sampai besok belum beres juga, kalian terima akibatnya!!." sarkas Handian penuh penekanan, lalu dia pun pergi meninggalkan ruangan tersebut diikuti Jeri dari belakang.


Ronal jadi bingung, sementara perbaikan tidak bisa secepat itu. Dia butuh waktu untuk mengembalikan sistem ke mode awal. Mungkin sekitar dua sampai tiga hari kedepan baru bisa selesai. Itu pun kalau Ronal bisa menemukan titik kerusakan dan menemukan siapa yang sudah meretas sistemnya. Ronal yakin ada yang berniat jahat untuk menghancurkan perusahaan Handian.


__ADS_2