
Dua minggu telah berlalu sejak kepergian Arshana. Yolanda jadi banyak merenung, rumah terasa sepi dan hampa. Tak ada suara Arshan lagi atau pertengkaran karna masalah ini dan itu karna tingkah Arshan. Pekerjaan kantor jadi Felix yang turun tangan dibantu oleh Erwin dan Daniel. Mereka semua merasa kehilangan. Dengan kepergian Arshan, artinya tidak ada lagi pewaris yang akan mewarisi keluarga Abhimarta. Apakah keturunannya akan stop disitu? Arshan sudah tidak ada lagi. Lalu generasi selanjutnya siapa?.
Pelaku yang merencanakan semua ini sudah mulai ditemukan. Satu per satu bukti mulai disusun. Pelaku tersebut sangat licik, dia berhasil meretas CCTV yang menjadi bukti nantinya yang ada disekitar parkiran tempat mobil Arshan. Semua itu tidak menjadi halaman bagi Daniel untuk terus mencari bukti dari pelaku kejahatan mereka.
"Bagaimana dengan penyelidikanmu Marlin? Apa kau sudah tau siapa pelakunya?" tanya Daniel kepada temannya yang dia suruh mencari bukti atas kejahatan dari pelaku tersebut.
"Sejauh ini sudah ada titik terang. Dan seperti yangku katakan padamu beberapa hari yang lalu. Kalau aku mencurigai seseorang yang memang sudah menjadi targetku. Semua bukti ada dalam map itu" Marlin menyerahkan sebuah map berwarna coklat kepada Daniel.
Daniel pun membuka isi dari dalam map tersebut. Ada beberapa foto, flasdisk, dan beberapa bukto lain. Daniel tersenyum menyeringai tipis melihat isi dalam map tersebut. Lalu ia membuka laptop dan memasangkan flasdisk tersenyum untuk menyambungkan ke laptopnya. Saat diputar isi yang ada dalam flasdisk, Daniel sangat terkejut. Ia tak menyangka pelaku sebenarnya. Padahal orang tersebut bersikap baik didepannya.
"Br*ngs*k!! Ternyata dia yang melakukan ini semua. Aku gak menduga kalau dia yang menjadi pelaku dibalik kecelakaan tuan muda Arshan. Baik didepan ternyata menusuk dibelakang. Akanku balas semua kejahatanmu, sialan!!" umpat Daniel marah, matanya menyorotkan kemarahan yang sangat besar.
"Lalu rencanamu selanjutnya apa? Kamu mau menghancurkan dia langsung atau secara perlahan. Ohh ya satu lagi yang harus kamu tau, kalau dia ternyata punya kekasih yang pasti tidak akan kamu duga siapa pacarnya" ujar Marlin.
"Siapa? Cepat katakan!" Daniel benar-benar emosi dan tidak ingin berbasa-basi.
"Kekasih tuan muda Arshan" tekan Marlin membuat Daniel melotot tajam. Ia tidak akan menyangka kalau Firsi mempunyai kekasih lain yang ternyata adalah musuh dari Arshan. Sama saja Firsi masuk ke dalam kandang singa. Kemarahan Daniel semakin memuncak.
__ADS_1
"Dasar wanita j*l*ng!! Kekasihnya baru saja meninggal sudah mencari yang baru. Memang dasarnya wanita murahan!! Kau sudah bermain-main dengan kami, aku tidak akan membuat hidup kalian bahagia. Penderitaan harus dibayar dengan derita yang lebih menyakitkan dan nyawa juga harus dibayar dengan nyawa!" ucap Daniel dengan sorotan mata yang siap membunuh siapapun yang berani mengganggunya.
"Untuk sekarang biarkan mereka bahagia dulu. Setelah mereka merasa puas dan menang, kita babat habis. Tunggu kelengahan mereka. Tapi sebelum itu, aku akan membuat mereka merasakan penderitaan yang lebih menyakitkan secara perlahan. Aku juga tidak akan membuat kematian dia lebih muda!" ujar Daniel menatap lurus kedepan seolah sudah siap untuk menjalankan mainan barunya.
"Ternyata kau tidak berubah ya tuan Daniel. Aku suka dengan cara berpikirmu dan tindakanmu. Aku tunggu tugas selanjutnya darimu. Kalau bisa jangan lama-lama, tanganku sudah gatal untuk bermain-main. Aku pergi dulu, jangan lupa nanti pergilah ke markas. Sudah lama kan kau tidak kesana" ucap Marlin sebelum pergi meninggalkan Daniel. Mereka sekarang berada diapartemennya Daniel.
"Hmm, tapi aku gak janji. Aku usahakan" balas Daniel.
"Oke, by" Marlin pun pergi entah kemana tujuannya. Tinggal lah Daniel seorang diri diapartemen.
Dibalik sikap Daniel yang humoris, terselip darah pembunuh yang siap melawan siapapun musuh yang bermain-main dengannya. Tanpa diketahui oleh siapapun, dia mempunyai sebuah kelompok mafia tersembunyi yang bernama King Black. Tidak hanya Daniel saja, sebenarnya Arshan juga masuk ke dalam kelompok mafia tersebut. Tapi sejak Arshan menjalin hubungan dengan Firsi, Arshan jarang sekali ke markas apalagi mengurus kelompok mafianya. Seolah dia sudah lepas tangan dan tidak mau ikut campur lagi. Sehingga Daniel lah yang menggantikan Arshan. Ibaratkan kalau diperusahaan Arshan menjadi bosnya. Kalau dalam kelompok mafia King Black, Daniel lah yang menjadi pimpinannya.
...π₯π₯π₯...
Disebuah rumah yang sederhana, tidak besar dan juga tidak kecil. Dua orang lelaki tengah berbincang serius. Yang satu terlihat masih muda dari lelaki satunya. Rumah yang ditinggali jauh dari rumah lainnya. Jaraknya tidak berdempetan, kalau diukur masih berjarak tiga sampai empat rumah lagi untuk menjangkau rumah tetangga lain.
"Terima kasih sudah membantuku, aku akan membalas kebaikanmu nanti." ucap pria yang lebih tua.
__ADS_1
"Sama-sama, sudah tugasku untuk saling membantu. Apakah anda beneran mau tinggal disini sendiri? Anda yakin? Apakah anda beneran sudah membaik" tanya seoranh lelaki muda.
"Iya aku yakin, kamu tidak perlu mengkhawatirkanku disini. Aku sudah sehat kok. Ohh ya ingat yangku katakan kepadamu kemarin. Jangan kamu ceritakan kesiapapun" ucapnya.
"Tenang saja, saya akan merahasiakan itu. Besok saya akan kesini untuk menjemput anda. Hmm saya harus memanggilmu siapa? Saya lupa?"
"Verko, panggil saja aku Verko" ucap pria tersebut.
"Baiklah Verko. Panggil saya Brima, namaku Brima. Saya tinggal dulu ya, jaga diri baik-baik disini. Saya ada keperluan lain. Besok saya akan menjemputmu disini. Permisi" ucap Brima.
"Iya. Aku tunggu besok...." jawab Verko singkat lalu menutup pintu rumah setelah kepergian Brima.
"Huuuft........Akhirnya sampai sini juga, hmm istirahat dulu lah. Besok dunia akan berbeda Verko, hal yang menajubkan akan dimulai" gumam Verko menarik nafas panjang lalu pergi ke kamar untuk beristirahat.
π»π»π»
Dukung Imeilda terus ya guys. Tekan jempolnya jangan lupa, kasih Like juga. Tambah Gift pun tak apa π€. Itu kopi kayaknya enak deh kalau diminum pagi-pagi gini.
__ADS_1
Syukron readersπ