Si Miskin Ternyata Seorang Presdir

Si Miskin Ternyata Seorang Presdir
87 #Viral


__ADS_3

Mobil Arshana memasuki halaman markas. Dia disambut oleh Reyhan yang sudah menunggunya. Mereka pun masuk ke dalam secara bersamaan menuju ruangan Arshana. Sampai disana, Arshana duduk dikursi kebesarannya dan meminta Reyhan untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Ceritakan apa yang sudah terjadi semalam? Kenapa Arganta sampai gak pulang?" tanya Arshana.


"Begini Tuan muda, semalam Tuan muda Arganta pergi ke rumah Nona Maira. Karna Denis ingin memperkosa Nona Maira. Dan akhirnya Reyhan meceritakan semuanya dari awal terjadi sampai Maira dibawah kerumah sakit."


Arshana begitu terkejut dan reflek berdiri. Reyhan yang melihat tatapan mematikan dari Arshana langsung menunduk takut. Tentu Arshana marah karna Maira adalah sahabat baik istrinya. Dan dia juga kenal Maira perempuan yang baik. Gak pernah aneh-aneh, andai istrinya tau apa yang terjadi dengan Maira. Pasti Zulfa akan bersedih dan khawatir. Karna Arshana tau, kedekatan istrinya dan Maira sudah seperti kakak beradik.


"Dimana pria br*ngsek itu sekarang?" tanya Arshana dengan rahang mengeras


"Ada di markas bawah Tuan," jawab Reyhan.


"Kita kesana sekarang!" jawab Arshana lalu bergegas pergi duluan kelantai bawah, tepatnya ruang bawah tanah.


Sesampainya disana, para pengawal yang sedang berjaga langsung menunduk hormat pada Arshana. Dan mereka membukakan Arshana pintu untuk masuk menuju ruang bawah tanah. Reyhan setia mengikuti dari belakang bersama beberapa pengawal lain. Ruangan itu terasa mencekam dengan penerangan yang minim. Siapapun yang ada didalam ruangan tersebut pasti akan merasa ketakutan dengan suasananya.


Dipojok samping kanan ada seorang pria yang diikat dengan tali. Pria tersebut memberontak ingin dilepaskan. Melihat kedatangan seseorang, Denis langsung menatap tajam kearah pintu. Dia belum tau pasti siapa yang ada didepannya, karna minim penerangan. Namun semakin Arshana mendekat, Denis bisa tampak jelas wajah orang yang ada didepannya.


Dan seketika Denis terkejut melihat orang yang tidak asing baginya ada disatu ruangan dengan dia. Nyali Denis berasa ciut hanya dengan melihat tatapan mematikan dari Arshana. Lalu Arshana berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Denis.


Arshana menyunggingkan senyuman melihat Denis yang tidak berdaya. "Nyali loh besar juga ya! Loh salah mencari musuh!" ucap Arshana tegas.


"Apa hubungannya gue sama loh! Gue gak ada ganggu loh! Lepasin gue sekarang!" balas Denis marah.


Arshana tersenyum miring mendengar perkkataan Denis. "Kata siapa loh gak ada hubungannya dengan gue! Loh kira gue gak tau rencana yang sudah loh buat dengan Firsi, HAH!" jawab Arshana marah.


Denis sempat tertegun mendengar perkataan Arshana. Dia tidak menyangka kalau Arshana tau tentang rencananya dengan Firsi.


"Loh kan yang sudah mengirim paket ke rumah gue dan Firsi juga yang sudah mengirim pesan kaleng kepada istri gue! Jangan kira gue gak tau rencana busuk kalian!" Arshana mulai tersulut amarah.


"Loh juga mau memperkosa Maira kan! Kalau itu urusan loh dengan adik gue. Sekarang urusan gue adalah loh yang sudah berani mengusik istriku!" ucapnya lagi sambil mencekram kuat bahu Denis.


"Lepasin bodoh! Arrghh!" ringis Denis mengerang saat Arshana menusukkan sesuatu dibahunya.


Sebuah paku berukuran sedang menembus bahu Denis sebelah kiri. Paku tersebut semakin dalam menancap dibahunya. Tidak hanya satu paku, melainkan dua paku sekaligus. Membuat darah keluar banyak, apalagi saat itu Denis sedang memakai kemeja berwarna biru muda, makin kelihatan bercak merah. Bukan sedih atau kasihan, Arshana malah tersenyum miring melihat musuhnya kesakitan.


"Lepasin! Arrgh! Ssstt!" Denis terus meringis.


"Bagaimana? Sakit? Ck, itu belum seberapa dengan apa yang sudah loh lakuin. Ini masih permulaan, ada kejutan luar biasa lagi dariku! Kalau mau cari musuh lihat dulu orangnya, loh disini sama saja menyerahkan diri hidul-hidup!" ucap Arshana lalu mengambil pisau lipat dari dalam saku celananya.

__ADS_1


Dia mainkan pisau tersebut, membuat Denis meneguk saliva dengan susah payah. Badannya mulai gemetar ketakutan, ditambah rasa sakit dibahu yang makin terasa. Sebab pakunya masih menancap.


"Hmm, gimana kalau pisau kesayanganku ini mendarat ditubuhmu? Kebetulan gue sudah lama tidak bermain dengan yang berbau darah!" ujar Arshana menakut-nakuti Denis.


Tetapi Denis tak menyiutkan nyalinya. Dia tetap bersikap biasa, walau dalam hatinya dia merasa takut.


"Gue gak akan pernah takut sama LOH! CUIH!" kata Denis sambil meludahi Arshana.


Tepat terkena lengan Arshana sebelah kanan. Beruntung tak sempat kena wajahnya, melihat itu Arshana tidak membalas. Dia langsung mengusapi lengannya dengan sapu tangan yang diberikan oleh Reyhan.


Lalu Arshana beranjak bangkit dan hendak pergi. Namun sebelum pergi, Arshana sempat mengucapkan sesuatu kepada Denis.


"Ini belum seberapa, masih ada kejutan lain untukmu yang sedang menanti!" kata Arshana tanpa berbalik badan kepada Denis.


Setelah berucap demikian, Arshana pun meninggalkan ruangan tersebut. Dia kembali keruangannya ditemani oleh Reyhan. Tak lama Alino datang, dia menunjukkan sesuatu yang membuat Arshana tersenyum miring dan mengangguk.


"Bagus, kita lihat saja! Seberapa kuat dia bertahan!" ucap Arshana.


...*****...


Sedangkan dimansion, Zulfa yang sedang duduk disamping kolam sembari menikmati kue yang tadi dibelikan oleh mama mertuanya. Ditangannya memegang ponsel, karna bosan jadi Zulfa menscroll beranda medsos. Awalnya Zulfa hanya sekedar melihat-lihat untuk menghilangkan rasa suntuknya. Dan dia kembalikan ke awal untuk memuat ulang berandanya dan ternyata ada berita terpanas yang lewat. Pertama tak dihiraukan oleh Zulfa, tetapi dia seperti mengenali seseorang yang ada didalam video viral tersebut.


"Firsi....dan De-denis!" ucap Zulfa lirih.


Baru saja beberapa menit video itu viral, sudah ribuan komentar yang menyerbu dengan berbagai hinaan dan cacian. Zulfa melihat kolom komentar, banyak sekali hinaan yang terlontar.


("Wah perempuan gak tau diri, kupu-kupu malam. Jijik melihatnya.")


("Mereka gak pantas buat hidup, laki-laki dan perempuan sama saja!. Menjijikkan, dasar sampah!")


("Bantai saja mereka, kalau ketemu dijalan dihukum biar kapok! Perempuan hina!")


("Iihhh dasar j*lang!. Diakan dulu mantan dari pebisnia hebat itu. Tuan Arshana Abhimarta!")


("Ohh ternyata sekarang jadi wanita p*l*c*r! Pantes dia gak sampai nikah sama Tuan Arshana! Gini toh sifatnya!")


Dan masih banyak lagi komentar menohok kepada Firsi. Zulfa termenung sejenak, ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. Bukankah adik tirinya itu sedang hamil? Kenapa sekarang perutnya jadi rata? Apa yang sebenarnya terjadi? Semua penuh tanda tanya. Zulfa segera bangkit dan masuk kedalam.


Sesampainya diruang keluarga, Zulfa mendapati mama mertuanya juga sedang menonton video tersebut. Dia tak sengaja melihatnya. Yolanda menyadari bahwa ada Zulfa dibelakangnya. Dia pun menoleh dan benar saja ada menantu kesayangannya. Zulfa pun duduk disamping Yolanda dengan wajah yang termenung.

__ADS_1


"Kamu sudah melihatnya nak?" ditanya seperti itu, Zulfa pun mengangguk lalu menatap wajah Yolanda.


"Apakah yang ada dalam video itu benar Firsi, Ma? Kenapa sampai viral begitu dan setau aku, Firsi sedang hamil. Tapi yang ada dalam video tersebut, tidak!" jawab Zulfa.


"Coba kamu tanyakan langsung dengan papamu, Nak!" satan Yolanda sambik memegang kedha tangan Zulfa.


"Kalau sampai Papa melihat video itu bagaimana, Ma? Pasti Papa akan syok dan marah sama Firsi. Aku akan pastikan dulu kalau yang ada dalam video tersebut bukanlah Firsi," jelas Zulfa lalu mengambil benda pipihnya dan mengetik nama "Papa".


Satu kali panggilan belum terjawab, lalu Zulfa kembali menelfon lagi. Namun tetap sama sampai ketiga kali barulah Devon mengangkat panggilan dari Zulfa.


"Hallo, Pa. Aku mau tanya sesuatu sama Papa," ucap Zulfa.


"Tentang apa, Nak?" kawab Devon dari seberang.


"Firsi masih hamil atau tidak, Pa?" tanya Zulfa berharap Papanya memberi jawaban Ya. Agar terbukti kalau yang ada dalam video tersebut bukanlah Firsi.


Hening. Devon tak langsung menjawab pertanyaan dari Zulfa. Terdengar suara nafas berat yang keluar. Disitu Zulfa sudah menduga ada hal buruk yang terjadi.


"Firsi keguguran, Nak!" jawab Devon membuat Zulfa tertegun.


"APA! Ja-jadi Firsi keguguran? Sejak kapan, Pa? Kenapa gak bilang sama aku?" tanya Zukfa terkejut.


"Maaf, Papa gak mengatakan sama kamu. Bagi Papa gak penting untuk mengatakan sama kamu," kata Devon.


Zulfa pun menghela nafas panjang. "Coba Papa lihat dimedia sosial, apakah itu beneran Firsi," ucap Zulfa.


"Memangnya apa yang terjadi, Nak?" tanya Devon penasaran.


"Coba Papa lihat sendiri!" kata Zulfa.


Lalu Devon mengiyakan dan mematikan telfonnya. Zulfa menoleh kearah Yolanda yang penasaran dengan jawaban ayahnya. Zulfa pun memgatakan yang sejujurnya dan membuat Yolanda tertegun.


"Firsi keguguran, Ma! Sudah dari bulan lalu!" ucap Zulfa.


"Artinya kemungkinan besar yang ada divideo itu adalah Firsi! Astaga, dia gak kapok-kapok ya!" ujar Yolanda menyandarkan kepalanya disofa.


"Aku juga heran dengan dia, Ma. Gak ada rasa jera sedikit pun, sekarang malah jadi viral gini!" tambah Zulfa.


Zulfa juga tak bisa melakukan apapun, entah siapa yang menyebarkan video menjijikkan tersebut. Zulfa tak tau sedikit pun dan bagaimana bisa ada video itu kalau gak direkam. Zulfa gak bisa membayangkan wajah Sang Ayah kalau tau video tersebut. Jelas sekarang ayahnya sedang mencari video viral yang dia katakan tadi.

__ADS_1


__ADS_2