
Diasrama Zulfa menunggu Maira datang lama sekali. Sejak dia pulang bekerja tadi, Maira sudah tidak ada diasrama. Sampai Zulfa selesai mandi, Maira belum kunjung datang. Zulfa menelfon Maira malah ponselnya tidak aktif. Akhirnya Zulfa 6hanya bisa menunggu sampai Maira datang.
Setelah lama ditunggu, akhirnya Maira datang juga. Dengan wajah yang terlihat kesal ditambah omelan dari Zulfa karna khawatir dengan keadaan Maira. Ditaruhnya tas diatas meja dan Maira pun memberikan pesanan yang tadi diminta oleh Zulfa. Lalu ia duduk dipinggiran ranjang dengan wajah yang kesal dan ditekuk.
"Kamu kenapa Mai? Pulang kok wajahnya kusut gitu, tau gak aku tuh khawatir karna kamu gak balik-balik. Ponselmu juga dihubungi gak aktif. Kamu kenapa dan dari mana? Lama banget" ucap Zulfa ikut duduk disamping Maira.
"Tau gak, aku tadi ketemu sama Denis. Entah mimpi apa aku semalam bisa bertemu dengan dia. Rasa kecewaku masih membekas dihati, eh dia malah nongol lagi." jawab Maira menunjukkan wajah kesal.
"Hah? Denis kembali? Terus-terus bagaimana, dia nyakitin kamu gak? Dia ngomong apa saja" Zulfa langsung menyerbu dengan berbagai pertanyaan. Dia tau betul bagaimana dulunya Maira disakiti oleh Denis bahkan ditinggalkan tanpa kasih alasan yang jelas. Butuh waktu lama bagi Maira untuk bisa melupakan Denis.
"Yaa dia ngajak aku balikan. Aku gak mau lah, dulu pergi tanpa jejak sekarang malah kembali minta balikan. Tadi aku sudah menghindari dia, tapi malah dikejar dong sampai depan supermarket. Terus aku minta bantuan deh sama orang, seorang pria tapi cueknya minta ampun kayak kulkas dua pintu." Maira pun menjelaskan bagaimana awal dia bisa bertemu Denis sampai meminta bantuan kepada orang lain yang tidak lain dan tidak bukan adalah Daniel. Diceritakan semuanya oleh Maira sampai akhir tanpa terlewat sedikit pun.
Mendengar cerita dari Maira, Zulfa hanya bisa melongo dan agak sedikit menggelikan saat Maira mengatakan kalau Daniel begitu handal menjalankan peran hingga membuat Maira terkejut karna dirinya dirangkul tanpa izin. Sampai-sampai Denis percaya dan tidak mengejar Maira lagi.
"Bagus lah kalau Denis percaya dan mengira kalau kamu sudah punya pasangan. Jadi dia gak akan ngejar kamu lagi. Tapi pria yang kamu maksud tadi siapa ya......Kenapa kamu gak tanya namanya sih" ujar Zulfa.
"Ya ampun Fa, aku tuh sudah tanya nama dia siapa. Tapi kamu tau apa jawaban dia?" Zulfa hanya menggelengkan kepala saja, karna memang dia gak tau.
"Katanya gini, gak penting nama gue siapa. Gitu ih nyebelin banget gak sih, ditanya baik-baik malah dianya cuek amat. Nyesel deh aku tadi minta bantuan sama dia" ucap Maira menirukan gaya bicara Daniel tadi.
"Kalau gak ada pria itu, ya pasti kamu tetap akan dikejar oleh Denis. Udah untung ada yang nolongin walau pun dia cuek. Kan memang gak saling kenal. Bisa jadi pria yang nolong kamu tadi sudah punya pacar dan ingin menjaga perasaan pasangannya." jelas Zulfa.
"Iya sih bisa jadi. Tapi......Aaah sudah lah tambah dipikirin malah moodku jadi rusak." ujar Maira mengambil minuman yang tadi dibeli untuk menyegarkan tubuhnya yang sudah dilanda amarah.
__ADS_1
"Ooh ya besok ke perpus yuk, aku mau pinjam buku buat tambahan ngerjain skripsi." ucap Zulfa mengambil laptop yang ada ranjang samping dia.
"Oke, aku juga mau cari referensi nih. Setelah itu kamu ikut aku beli novel ya. Ada novel yang sangat seru dan menarik dibaca, mumpung baru diterbitkan jadi ada promo."
"Novel terus Mai, novelmu kan sudah numpuk banyak tuh. Kenapa gak sekalian kamu bawa semua berbagai macam novel kesini. Kalau perlu satu toko deh kamu beli." sahut Zulfa heran saja dengan Maira. Padahal dilemari novelnya sudah numpuk dengan berbagai macam judul.
"Yaelah Fa, kan emang hobiku membaca. Terutama baca novel, seru loh. Novel tuh tidak melulu soal percintaan, ada banyak macamnya. Dan biasanya didalam novel terselip motivasi dan pesan yang bisa bermanfaat buat pembacanya. Mangkanya kalau mau baca novel harus lihat dulu isi didalamnya. Gak langsung comot ambil gitu aja" papar Maira agar Zulfa paham dan tidak menganggap dirinya membeli novel hanya sekedar sebagai bacaan saja di waktu luang.
"Iya deh iya percaya." Zulfa pun mengalah dan memilih mengerjakan tugasnya.
...🥀🥀🥀...
"Bagaimana dengan penyelidikanmu Daniel? Apa yang akan kamu lakukan dengan pria br*ngs*ek itu? Aku sudah geram ingin sekali melihat dia hancur, pria itu sudah membuat putraku tewas. Keturunanku sudah tidak ada lagi, hanya Arshana putra semata wayangku. Tapi dia harus pergi, aku tidak tau bagaimana nasib keluargaku sekarang. Kalau keturunan kami sudah pergi, siapa yang akan meneruskan perusahaan." ucap Felix berada diruang pribadinya yang ada dirumah.
Saat awal pertama kali Arshana pergi untuk selamanya, Felix sangat kecewa dan marah dengan Daniel. Bahkan hendak memecat Daniel dari pekerjaannya yang sudah mengabdi selama bertahun-tahun hanya karna lalai menjaga Arshan, padahal peristiwa tersebut murni kecelakaan. Tapi niat itu diurungkan oleh Felix, entah kenapa dirinya begitu mengkasihani Daniel kalau harus diberhentikan dari pekerjaannya. Sehingga Felix tidak jadi memecat Daniel. Ia malah menyuruh Daniel untuk menyelidiki tentang kematian Arshana.
Kalau bukti semua sudah terkumpul, Felix meminta Daniel untuk membalaskan dendam kepada keluarga Dharvanta atas kematian Arshana. Dan hal itu tentu dilakukan oleh Daniel, tanpa diperintah pun pasti dia akan bergerak sendiri untuk membalaskan dendam.
"Semua bukti sudah terkumpul tuan besar. Rencana awal sudah mulai saya jalankan, anda tenang saja. Terima beres, akan saya selesaikan" ucap Daniel.
"Bagus! Jangan kecewakam aku lagi. Aku tunggu perkembangan darimu." ujar Felix.
"Baik tuan, saya tidak akan mengecewakam anda. Kalau perlu saya bisa menghancurkan semua apapun yang dimiliki olehnya" ucapan Daniel begitu meyakinkan dan penuh amarah, terlihat dari nada bicara Daniel.
__ADS_1
"Oke.......Buktikan kepadaku! Kamu boleh pergi sekarang" ucap Felix.
Daniel hanya menunduk sejenak lalu pergi dari ruangan Felix. Ia tidak akan berhenti menuntaskan apa yang menjadi tugasnya sebelum kemenangan diraih olehnya. Daniel ingin membuat keluarga Dharvanta hancur, bahkan ia tidak akan segan-segan membunuh keluarga itu. Karna dihati Daniel sudah terselip rasa dendam, sebab dia hampir saja kehilangan kepercayaan dati Felix dan keluarga Abhimarta. Padahal Dani sudah mengabdi lama kepada dikeluarga Abhimarta.
"Aku akan membuatmu hancur Handian, gara-gara kau tuan muda Arshan harus merenggut nyawa. Kau tenang saja Handian, aku tidak akan membuatmu pergi secara langsung. Melainkan dengan perlahan tapi menyakitkan!!" ucap Daniel saat berada didalam mobil hendak kembali ke perusahaan.
Diruangan lain, Yolanda sedang mengobrol dengan kakek. Semenjak kepergian Arshana, Yolanda jadi banyak diam, tidak seperti dulu yang periang dan bisa menjadi penghibur dikala banhak permasalahan atau saat kesedihan menimpa. Tapi kali ini dialah yang perlu dihibur. Walau aktivitasnya masih berjalan dengan baik, tidak mengurung diri. Namun sikapnya yang sekarang membuat Felix jadi bersedih karna teringat Arshana.
"Kamu jangan begini terus ma, relakan saja kepergian Arshan. Mungkin itu jalan yang terbaik untuknya. Aku tau kamu sedih, aku pun juga sama. Aku ingin melihat kamu selalu tersenyum seperti dulu" ucap Felix berada disamping Yolanda sedang memegangi foto Arshana semasa kecil yang berdiri disamping box bayi.
"Aku sudah merelakan Arshan mas. Cuma sekarang rumah ini jadi sepi. Mama juga kangen sama Arganta, apakah Arshan sudah bertemu dengan Argan pa? Mama ingin menitipkan salam rindu" ucap Yolanda sambil mengusap pigora yang dipegangnya sejak tadi.
"Tentu ma. Mereka pasti sudah bertemu, sudah ya jangan bersedih lagi. Ini jalan yang terbaik untuk mereka. Kalau begini terus, papa juga ikutan sedih. Pengen denger suara mama yang selalu membuat rumah jadi menggema" goda Felix agar Yolanda tidak bersedih lagi.
Sontak Yolanda mencubit lengan Felix karna berani menggodanya. "Auwwh! Sakit ma. Bercanda doang" ujar Felix meringis kesakitan.
"Dasar sudah sekali menggoda. Dah ah aku mau ke belakang dulu. Disini kalau sama kamu malah makin naik darah aku" ujar Yolanda berlalu pergi meninggalkan Felix sendiri diruang tengah.
******
Hay salam sayang dari author ðŸ¤ðŸ‘‹. Ada yang penasaran siapa sih Arganta? Ada yang bisa nebak? Coba tulis dibawah 👇👇.
Jangan lupa jempolnya dipencet 😉 syukron guys
__ADS_1