Si Miskin Ternyata Seorang Presdir

Si Miskin Ternyata Seorang Presdir
33 #Curhat


__ADS_3

Zulfa baru saja datang ke toko, tadi dia sempat berdebat dulu dirumah sebelum berangkat bekerja. Sudah kebiasaan ibu dan adiknya yang selalu mencari masalah dengan Zulfa. Walau tidak digubris, mereka akan tetap mencari masalah lain. Saat sampai ditoko, ternyata Verko sudah datang duluan. Bahkan toko juga sudah dibuka rapi.


Zulfa tidak enak hati harus datang terlambat. Ia pun langsung membantu Verko untuk membereskan dan merapikan barang yang masih berserakan. Tasnya ditaruh dibawah meja kasir.


"Maaf kak, aku tadi datangnya agak terlambat. Kamu harus buka toko sendiri jadinya" ucap Zulfa membantu menaruh roti dietalase.


"Gak pa-pa, lagian gak lama setelah aku datang. Kamu juga datang" jawab Verko.


Zulfa pun tersenyum dan mengangguk. Setelah semua sudah rapi, Zulfa pun pergi ke belakang sebentar lalu kembali lagi. Verko masih melihat Zulfa dengan tatapan lain. Dia ingin menanyakan perihal semalam saat Zulfa bersama Rey. Karna dia tidak berhasil mengejar motor yang dikendarai oleh Rey. Sehingga kehilangan jejaknya.


Selama bekerja disana ternyata Verko menyimpan perasaan lain terhadap Zulfa yang tidak berani dia sampaikan. Melihat kalau Zulfa itu cantik dan pasti banyak lelaki yang ingin mendekatinya. Tutur katanya pun lembut dan menenangkan hati. Verko sadar diri dengan penampilannya yang jauh berbeda dengan Rey yang terlihat tampan dan cool.


Dia merasa minder dengan dirinya sendiri yang jauh berbeda dengan Rey atau pun lelaki lainnya. Sehingga membuat Verko hanya sebatas menyimpan sendiri perasaannya tanpa diketahui oleh Zulfa.


"Yang kemarin itu pacar kamu Fa?" tanya Verko sambil berjalan ke arah Zulfa.


"Enggak kok, dia teman kampusku. Aku sama Rey gak ada hubungan apa-apa, hanya sebatas sahabat saja. Memangnya kenapa?" tanya balik Zulfa.


"Gak pa-pa sih tanya saja, aku baru pertama kali lihat dia. Dan kelihatan akrab banget sama kamu, ya aku kira pacar" jawab Verko, dalam hatinya dia merasa lega kalau Zulfa tidak ada hubungan apapun dengan Rey. Namun sekejab rasa lega itu hilang, kalau Rey bukan pacar Zulfa. Pasti ada lelaki lain yang menjadi pacar Zulfa selain Rey. Tapi Verko belum pernah melihat pacar Zulfa ke toko. Hanya Rey saja yang dilihat oleh Verko.


"Aku gak punya pacar kak" mendengar perkataan Zulfa barusan membuat Verko tersenyum mengembang, yang artinya Zulfa belum menjadi milik siapapun.


"Kenapa? Emang gak ada lelaki yang menyukaimu? Kamu kan cantik Fa, pasti banyak lah lelaki yang ingin dekat denganmu" ujar Verko.


"Gak ada, kalau pun ada pasti akan aku tolak. Karna mereka hanya memandang dari harta bukan ketulusan cinta mereka. Kebanyakan yang aku temui begitu, tapi kalau Rey emang beda sih. Dia baik orangnya dan suka membantu, walau pun dia anak orang kaya. Tapi aku hanya sebatas menganggap dia sahabat, tidak lebih. Semalam memang Rey mengajakku pacaran, tapi aku tolak. Mau bagaimana lagi, aku tidak cinta sama dia." jelas Zulfa membuat Verko terkejut sekaligus senang karna Zulfa menolak cinta Rey.


"Eh kok malah curhat sih, maaf-maaf kak. Aku jadi ngomong panjang lebar gini" ujar Zulfa baru sadar dengan perkataannya.


"Santai saja Fa, kamu boleh kok curhat apapun denganku. Hm lalu apa ada orang yang kamu cinta sekarang? Rey saja kamu tolak, pasti ada lah orang yang kamu cintai" ucap Verko.

__ADS_1


"Ada sih, tapi......Aku gak tau apakah dia juga mencintaiku. Sama seperti yang aku rasakan." balas Zulfa sambil menatap Verko dengan lekat. Sementara Verko hanya mampu terdiam, padahal pertanyaannya tadi asal bicara saja. Ternyata Zulfa benar-benar mencintai seseorang.


"Oohh.......Teman kampus kamu ya? Pasti dia orang yang baik dan tulus. Sampai kamu bisa mencintai dia" Verko berusaha tersenyum walau hatinya sakit.


Sementara Zulfa hanya tersenyum menanggapi ucapan Verko barusan. Jantungnya berdetak tak beraturan, ia pun memilih untuk menyibukkan diri menghitung keuangan bulan ini. Kalau terus-terusan berinteraksi dengan Verko, yang ada jantungnya malah copot. Verko pun pergi ke belakang meninggalkan Zulfa sendiri dikasir.


'Andai kamu tau kak, bukan teman kampus yang aku cintai. Tapi dia ada disini mengobrol denganku' batin Zulfa sambil menarik nafas panjang.


🍂


🍂


🍂


Malam harinya Zulfa kembali ke asrama. Karna Maira juga akan kembali, jadi Zulfa menemaninya agar tidak sendirian. Tadi saat siang, Zulfa mengabari ayahnya kalau tidak oulang ke rumah dan langsung balik ke asrama. Walau pun berat Devon tetao mengiyakan permintaan Zulfa.


Saat dia kembali sudah ada Maira diasrama. Zulfa langsung memeluk sahabatnya dengan erat karna rindu. Biasanya selalu bersama, tapi beberapa hari gak bertemu rasanya sangat rindu. Zulfa menaruh tasnya diatas meja, lalu pergi ke kamar mandi. Setelah beres, Zulfa ikut duduk bersama Maira yang sedang menonton drama korea.


Mendengt peekataan Zulfa, Maira langsung menoleh dan melihat wajah sahabatnya yang terlihat tidak baik-baik saja. Ia pun segera mematikan ponselnya dan mendengarkan apapun yang akan disampaikan oleh Zulfa.


"Katakan saja Fa, apa yang ingin kamu ceritakan. Aku siap menjadi pendengar yang setia" jawab Maira memutar duduk menghadap ke arah Zulfa.


"Aku lagi bingung Mai, kemarin malem Rey menyatakan cintanya sama aku" Maira terkejut karna baru tau.


"Terus kamu terima?"


"Enggak lah, aku tuh gak cinta sama Rey. Aku hanya menganggap dia sebagai sahabat gak lebih. Tapi ternyata dia malah menyimpan perasaan lain sama aku." ujar Zulfa.


"Hanya karna itu kamu jadi begini? Kan sudah kamu tolak, bingungnya dimana?" tanya Maira.

__ADS_1


"Ya aku emang gak suka sama Rey, tapi ada orang lain yang aku cintai."


"Siapa?" tanya Maira kaget, lantaran selama ini Zulfa tidak pernah cerita apapun kepadanya bahwan soal cinta sekali pun.


"Kak Verko......" jawaban Zulfa membuat Maira terkejut sampai gak bisa berkata apapun. Maira tidak menyangka kalau Zulfa bisa mencintai Verko.


"What? Kamu suka sama dia? Sejak kapan kamu suka sama dia Fa?" tanya Maira.


"Yaa sejak kami jadi partner kerja lah. Perasaan itu tumbuh dengan sendirinya tanpa aku sadari. Maira......Aku bingung, setiap hari bertemu sama dia. Otomatis perasaanku pasti akan semakin besar. Kerjaku jadi gak fokus, dekat dengannya saja membuat jantungku gak karuan." ucap Zulfa terlihat lesu sambil menyandarkan kepalanya dibahu Maira.


"Cieee ternyata sahabatku ini bisa mabuk cinta juga. Tembok nya udah jebol dong gak terkunci lagi. Kok pas ya, bentar lagi kan kuliah kita sudah selesai." Zulfa pernah mengatakan kepada Maira, kalau dia tidak mau pacaran atau mencintai siapapun sebelum menempuh kelulusan.


"Iihh sudah lah Mai, jangan menggodaku begitu." ujar Zulfa mengangkat kepalanya dari sandaran bahu Maira.


"Aahh gitu saja baper (kebawa perasaan), jangan ngambek. Iya deh aku serius nih, jadi kamu mau bagaimana? Kalau saranku mending kamu bilang aja deh yang sejujurnya. Agar kamu gak kepikiran lagi, mana tau kan kak Verko itu sudah punya pacar atau belum." Maira memberi saran, namun Zulfa seperti tidak menyukai saran Maira.


"Masa perempuan sih yang ngomong duluan. Malu lah Mai" ujar Zulfa.


"Ya ampun Fa, sekarang mah zamannya bukan soal siapa yang harus bicara dulu. Tapi cinta itu harus diperjuangkan jangan hanya didiami. Kalau kamu begini terus, kak Verko gak bakalan tau kalau kamu suka sama dia. Apa salahnya sih tinggal ngomong, setelah ith kan sudah gak ada beban" tutur Maira.


"Yaa tapi......"


"Aah kamu mah banyak tapi-tapi terus. Udah lah percaya deh sama aku, kalau kamu gak ngomong bakalan kepikiran terus. Kalau sudah tau jawabannya kan bisa lega" potong Maira membuat Zulfa pasrah.


...*****...


Assalamu'alaikum


Selamat hari senin, selamat beraktivitas 🤗

__ADS_1


Dukung Imeilda terus ya guys, pencet jempolnya 😉. Syukron, Thank You 🙏


__ADS_2