Si Miskin Ternyata Seorang Presdir

Si Miskin Ternyata Seorang Presdir
41 #Mencari Bukti


__ADS_3

Diperjalanan Zulfa memberi nasihat kepada Verko agar tidak mencari masalah dengan Firsi. Apalagi sampai membuatnya murka seperti tadi. Zulfa tidak mau sampai Verko kenapa-kenapa karna bisa saja Firsi membalas dendam atas ucapan Verko. Zulfa tau siapa yang sekarang bersama Firsi, bukan orang sembarangan. Dia bisa melakukan apapun dan kapan pun untuk membalaskan kemarahannya.


Verko mengangguk paham dan meminta maaf karna tadi sudah membuat keributan. Dan tidak memikirkan kedepannya nanti. Verko baru tau siapa yang ada dibelakang Firsi sekarang. Verko juga mengenal orang tersebut, karna dia pebisnis hebat. Verko juga gak mau nanti Zulfa kena imbasnya.


"Aku baru tau kalau adik tiri kamu ternyata punya pacar bukan orang sembarangan. Aku jadi takut nanti kamu akan kena imbasnya. Aku brnar-benar mimta maaf." ucap Verko duduk didepan Zulfa.


"Gak pa-pa, tidak usah dipikirkan. Aku sudah biasa mengalami hal seperti ini, bukan sesuatu yang baru untukku. Dulu malah sering dari pada sekarang. Karna dulu aku masih satu rumah dengannya, beda dengan sekarang. Mangkanya aku lebih memilih tinggal diasrama saja dari pada dirumah. Karna bagiku rumah itu malah menjadi bencana untukku sendiri." jawab Zulfa.


Mereka sekarang berada direstoran tepat diseberang jalan tempat mereka bekerja. Verko tadinya mau pergi ke toko lewat kampus Zulfa dan gak sengaja melihat Zulfa yang berdebat dengan Firsi. Dihampiri oleh Verko, saat dia turun malah melihat Zulfa didorong ke jalan raya. Sontak saat itu Verko berlari menyelamatkan Zulfa.


Tadi Verko sudah mengatakan kepada bu Aida kalau mau datang terlambat. Bu Aida pun mengiyakan. Tanpa menanyakan alasan kenapa Verko izin terlambat.


"Dia keterlaluan Zulfa. Kok bisa dia semena-mena denganmu, padahal sudah jelas dia dan mamanya yang salah. Tapi mereka seolah gak mau disalahkan dan ingin mendapatkan kasih sayang dari papamu sendiri. Harusnya kalau tante Elena mencintai papa kamu, juga harus bisa menerima kamu. Bukan diperbudak seperti ini, sampai dilukai segala." ujar Verko kesal melihatnya. Ingin rasanya Verko membuat mereka menerima atas apa yang sudah diperbuatnya.


"Papa juga pernah bilang sama aku, kalau dia tuh merasa gagal untuk mencari pengganti mama. Dulu mama Elena itu sangat baik dengan papa dan aku, tapi semenjak hamil. Mama jadi berubah suka mengkasari dan menyuruhku selayaknya pembantu. Tapi kalau ada papa bermuka dua, selalu baik sama aku. Seiring berjalannya waktu, mama Elena tidak sembunyi-sembunyi untuk menunjukkan sifat aslinya didepan papa. Awalnya papa tidak menyangka, tapi setelah tau kenyataan dan aku membenarkan barulah papa percaya. Disitu papa jadi merasa bersalah sampai sekarang. Aku gak mau meninggalkan papa sebenarnya, tetapi aku juga capek kalau dirumah dijadikan budak oleh mereka. Aku capek kak.....Aku ingin bahagia walau hanya sehari saja." air mata Zulfa tumpah, ia sudah tidak bisa membendung gejolak yang ada dalam hatinya.


Verko langsung membawa Zulfa ke dalam pelukannya. Ia membiarkan Zulfa curhat apapun keluhan yang selama ini dipendam dalam hatinya. Tempat mereka duduk ada dipojok samping jendela, sehingga tidak banyak orang tau. Zulfa tak menolak Verko memeluknya, karna memang yang sekarang dibutuhkan olehnua adalah sebuah ketenangan. Bersama Verko lah Zulfa bisa merasa nyaman dan tenang.


"Sudah jangan nangis ya, kamu boleh bersedih tapi jangan keterusan. Sebentar lagi kamu akan bebas dari mereka. Aku akan membahagiakanmu Zulfa. Aku akan selalu ada buat untuk menemani dan siap menjadi pundak keluh kesah yang kamu rasakan. Jangan merasa sendiri, aku akan setia menunggumu." balas Verko sambil mengelus kepala Zulfa untuk menenangkannya.


"Berjanjilah kak, kamu akan membawaku pergi dari mereka. Aku capek kalau harus terus-terusan dijadikan pembantu oleh mama dan Firsi. Aku ingin bahagia" ucap Zulfa lirih sembari merenggangkan pelukannya.


"Aku janji, setelah menikah nanti aku akan membawa kamu pergi. Kita hidup bersama saja, aku dan kamu. Tapi kamu gak pa-pa kan hidup sederhana denganku?." tanya Verko menatap penuh arti kepada Zulfa.


"Aku selama ini juga hidup sederhana. Kalau gak gitu ngapain aku harus susah payah bekerja. Kamu tenang saja, kemana pun kamu mengajakku pergi aku akan selalu ikut. Walau sampai ujung dunia pun." jawab Zulfa tersenyum menatap Verko.


"Makasih, gitu dong senyum. Kan cantik kalau begini." ucap Verko sambil mencubit hidung Zulfa.

__ADS_1


"Ihh sakit tauuu," keluhnya.


"Maaf, sakit yaa." Verko mengelus hidung Zulfa yang dia cubit tadi. Sementara Zulfa malah ketawa melihat ekspresi Verko.


"Enggak, hanya bercanda kok," ujarnya.


"Ohh nakal nih." Mereka pun tertawa bersama. Kesedihan yang tadi dirasakan oleh Zulfa seolah sirna begitu saja. Tertutup oleh rasa nyaman dan ketenangan yang diciptakan oleh Verko.


🥀


🥀


🥀


Disisi lain, seorang pria mengamuk karna gudang perusahaannya yang ada dikota lain terbakar habis. Terlebih yang terbakar adalah gudang utama. Semuanya ludes tanpa sisa, api menjalar dengan begitu cepat. Sang asisten membawanya ke kota tujuan yang ada di seberang kotanya.


Saat pertama tadi Jeri memberitahunya, Handian sangat terkejut dan langsung marah-marah. Karna bisa membuat kerugian yang sangat besar. Apalagi gudang tersebut adalah gudang utama.


"Dari informasi yang saya dapat, ada konsleting listrik tuan yang menyebabkan gudang kebakaran. Saya sudah menyuruh beberapa orang untuk mengecek CCTV yang ada. Tapi sampai sekarang masih belum ada informasi lagi." jawab Jeri sambil menyetir.


"Sialan!!," umpat Handian.


Sesampainya dilokasi, Handian langsung turun dan melihat kondisi gudangnya yang sudah terlahap api tanpa sisa. Beberapa pemadam kebakaran sudah diturunkan untuk membantu memadamkan api. Handian pun bertanya kembali kepada orang kepercayaannha yang bertugas menjaga gudang tersebut.


"Bagaimana semua ini bisa terjadi?." tanya Handian dengan sorotan mata penuh amarah.


"Kemungkin karna konslieting listrik tuan. Kami masih mengeceknya lagi, tapi tidak ada CCTV yang berhasil lacak. CCTV digudang juga rusak karna kebakaran, sebelum gudang terbakar CCTV sudah mati. Mungkin karna ada kabek yang putus," jelasnya.

__ADS_1


"Apa barang-barang bisa diselamatkan? Setidaknya beberapa." kata Handian masih berharap ada barang digudang yang masih bisa diselamatkan agar kerugiannya tidak terlalu besar.


"Ma-maaf tuan, semua barang yang ada sudah terbakar habis. Kami tidak berhasil membawa salah satunya, karna api menjalar dengan cepat." jawabnya sambil menunduk takut sampai berbicara dengan terbata-bata.


"Sialan!! Aku menggaji kalian bukan untuk santai. Kalau begini aku bisa rugi besar, karna kalian gak becus lebih baik kalian hangus bersama barang-barangku. Gak berguna!!." marah Handian menendang perut pria yang ada didepannya dengan kuat sampai tersungkur ke tanah.


"Aku akan tuntut kalian semua!!." teriak Handian penuh amarah.


"Kembali ke perusahaan sekarang!. Dan kamu minta ronal untuk mengurus semua ini." ucap Handian kepada Jeri.


"Baik tuan." jawab Jeri menunduk hormat.


...☆☆☆☆☆...


Perusahaan Dharvanta.


Dalam beberapa ini Handian selalu mengamuk frustasi sejak gedungnya kebakaran dan membuat dia harus menutup kerugiannya dengan jumlah yang besar. Handian percaya kalau semua ini bukanlah murni kecelakaan tapi ada yang sengaja untuk menghancurkan bisnisnya. Itulah yang sednag dicari oleh Handian. Dia mengerahkan beberapa orang yang ahli untuk bisa mendapatkan bukti lewat CCTV yang ada. Tapi kenyataannya tidak satu pun yang berhasil.


Karna semua bukti tidak ditemukan, bahkan CCTV tidak ada yang membuktikan kalau ada pelaku dibalik kejadian kebakaran tersebut. Handian jadi semakin marah. Tiap hari amarahnya akan dia luapkan kepada seisi kantor. Sampai karyawannya tidak ada yang berani kalau bertatapan langsung dengan Handian.


"Apa sudah ada bukti Jeri?." tanya Handian berada diruangannya.


"Belum tuan, tidak ada satupun bukti yang meyatakan kalau kejadian kebakaran tersebut karna disengaja. Polisi sudah mengecek kalau memang ada kabel yang putus, dari sini polisi menyimpulkan kebakaran tersebut karna konsleting listrik." jawab Jeri menjelaskan.


"Aku gak percaya. Aku yakin ada yang sengaja ingin menjatuhkan perusahaanku. Pokoknya aku gak mau tau, cari buktinya sampai dapat. Kalau perlu sewa hacker ahli untuk mencari buktinya!!." ucap Handian penuh ketegasan membuat Jeri bergidik ketakutan.


"Baik tuan, saya akan laksanakan. Saya permisi dulu taun." balas Jeri menunduk, Handian hanya mengangguk saja.

__ADS_1


"Awas saja aku akan membuat siapapun yang mencari masalah denganku hancur!! Aku akan pastikan dia m*ti!!" gumam Handian merasa marah bercampur aduk. Lantaran dia harus menutupi kerugian perusahaan yang terbilang besar.


__ADS_2