Si Miskin Ternyata Seorang Presdir

Si Miskin Ternyata Seorang Presdir
55 #Dendam


__ADS_3

Guyuran air menembus kulit putih nan bersih dan halus milik perempuan cantik yang sudah tidak gadis lagi. Kesuciannya sudah diberikan kepada suaminya. Yang terjadi semalam belum bisa dikatakan cukup, pagi ini Verko malah memintanya dengan mandi bersama. Aneh, padahal Zulfa berencana ingin pergi kerja. Tapi harus urung sebab Verko membuatnya benar-benar tidak bisa jalan. Untuk ke kamar mandi saja dia harus digendong oleh suaminya.


Rasa perih dibagian bawah membuat Zulfa meringis. Beruntung suaminya tanggap dan langsung membawanya ke kamar mandi. Tentu tidak sebentar, mereka beradu lagi. Padahal Zulfa sudah memperingatkan Verko kalau waktu untuk berangkat kerja sebentar lagi. Malah Verko seolah mengabaikan perkataan Zulfa. Helaan nafas lolos keluar, ia pun pasrah. Mau gimana lagi kalau hasrat sudah memuncak gak bisa dicegah.


Setelah mandi, ia kembali digendong oleh suaminya untuk memakai baju. Rasa sakit itu sudah mendingan karna tadi ia memakai air hangat agar perihnha tidak terlalu. Beres berganti baju, ia hendak keluar untuk membuatkan suaminya sarapan. Namun tangannya ditahan oleh Verko. Sekarang apa mau suaminya? Apakah akan meminta lagi? Ohh tentu tidak mungkin. Mereka saja baru selesai mandi, masa harus berperang lagi.


"Kenapa mas, aku kan mau membuatkan sarapan buat kamu. Jangan minta lagi, kita aja baru selesai mandi. Rasa sakitku juga belum hilang nih." ujar Zulfa ngedumel membuat Veeko gemaa melihatnya.


"Siapa juga yang minta lagi, aku tuh mau bilang kalau kamu gak perlu masak. Biar aku beli saja, lagian kamu kuat masak dalam keadaan begini? Pasti sakit kan? Jadi biar aku belikan sarapan diluar." balas Verko tersenyum lembut sambil mengusap rambut Zulfa.


"Ya sudah kalau gitu. Jadi aku gak masak nih? Terus nanti siang kamu mau dimasakin apa? Biar aku gak bingung." tanya Zulfa.


"Gak perlu masak kalau kamu masih susah jalannya. Nanti aku bisa belikan, kamu begini juga karna ulahku." kata Verko.


"Gak papa, nanti juga mendingan. Sekarang kamu mau berangkat kerja gak? Mumpung masih ada beberapa menit lagi. Dari pada gak masuk, kasihan bu Aida. Walau sudah ada karyawan, tetap lah kamu jangan bolos." nasihat Zulfa agar suaminya mengerti.


Ditoko sudah ada dua karyawan yang membantu Bu Aida. Cherly yang menaruh dua karyawan disana agar bisa membantu selama Verko dan Zulfa cuti. Kalau mereka sudah masuk, karyawan tadi bisa kembali ke toko pusat. Mereka hanya sementara ditempatkan disitu.


"Ya sudah aku berangkat kerja deh. Tapi jangan memaksakan diri untuk keluar bersih-bersih atau apapun itu selagi masih sakit. Dan nanti siang aku makan ditoko saja. Biar gak bolak balik pulang. Kalau kamu mau makan pesan online ya." ucap Verko penuh perhatian lalu mengecup kening istrinya.


"Iya mas, kamu tenang saja." balas Zulfa denga senyuman indahnya.


"Makasih sayang, kamu sudah mau menjadi pasangan hidupku. Menerima segala kekuranganku dan menerima apa adanya. Aku sangat mencintai kamu sampai kapan pun. Jangan pergi dari hidupku sayang, karna kamu sekarang adalah segalanya bagiku. Aku akan melakukan apapun demi membuatmu bahagia. Selama ini tidak ada yang bisa menerima keadaanku selain kamu. Mereka hanya memandangku dari sisi lain, aku hanya pria miskin yang beruntung mendapatkanmu. Makasih sayang." ucap Verko dengan tulus menatap kedua bola mata Zulfa dengan lekat.


Zulfa merasa tersentuh mendengar perkataan suaminya. Ia tak merasa menyesam sedikit pun menikah dengan Verko. Karna hanya Verko lah yang bisa menarik hati Zulfa. Tak ada yang bisa masuk ke hati Zulfa dengan mudah. Bahkan Rey saja ditolak olehnya, padahal Rey lebih mapan dan kaya dari pada Verko. Kalau sudah mencintai dia dengan tulus, tak memandang harta dan fisik. Ia akan tetap mencintainga bahka memperjuangkan.


Tangannya mengelus lembut pipi suaminya. Matanya meredup, ia menahan air matanya agar tidak keluar. Zulfa bahagia bisa menikah dengan pria yang dia cintai. Untuk mendapat restu saja bisa dengan mudah. Dia kira ayahnya akan mempersulit atau bahkan tidak merestui. Tapi nyatanya mereka bisa setu rumah dan tidur satu ranjang.

__ADS_1


"Aku bahagia bisa menikah dengan kamu mas. Dari awal aku mencintaimu memang tulus dari hatiku. Selama ini tidak ada yang bisa menaklukkan hatiku selain kamu. Entah, aku merasa kamu adalah sosok pria yang beda dari lainnya. Kamu apa adanya, sederhana, tidak seperti mereka yang menunjukkan kekuasaannya. Aku juga mau mengucapkan terima kasih sudah menjadikanku istrimu." jawab Zulfa, tatapan mereka saling beradu.


"Tetaplah begini seterusnya sayang. Apapun yang terjadi aku minta kamu jangan tinggalin aku. Tetap disampingku." Zulfa merasa aneh dengan perkataan suaminya. Terlihat dari mata dan ucapan yang beda.


Zulfa tetap mengiyakan dan tidak mengambil pusing. Mungkin memang itu perkataan suaminya karna dia takut Zulfa pergi dari siisnya.


"Aku berangkat kerja dulu ya. Nanti kalau pulang kamu mau dibawakan apa?."


"Gak usah mas, kamu langsung pulang saja. Aku tunggu dirukah." jawab Zulfa mengambilkan tas suaminya diatas meja lalu memberikannya kepada Verko.


"Baiklah kalau gitu, aku pergi ya. Jaga diri baik-baik dirumah." Zulfa mengangguk dan tersenyum.


Verko mengecup kening Zulfa lalu ke dua pipinya. Berganti Zulfa yang mengecup punggung tangan suaminya. Setelah itu Verko pun menaiki motor untuk pergi ke toko. Zulfa melihat kepergian suaminya yang makin lama hilang dari pandangannya. Ia pun masuk ke dalam lagi dan menutup pintu rumah.


...πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€...


Mobil mewah berwarna hitam memasuki perkarangan rumah yang luar. Arganta turun dari mobil memasuki rumah dengan senyum yang mengembang. Sampai didalam ia mencari ayahnya, entah apa yang akan dia katakan. Diruang tengah ada Yolanda sedang mengambil laptop suaminya untuk ditaruh kembali diruang kerjanya. Tadi tuan Felix lupa tidak membawanya saat selesai mengerjakan tugas dia.


Dia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri agar segar kembali setelah lelah seharian diperusahaan. Ditambah harus meladeni orang yang paling dia benci. Pada akhirnya Arganta tetap senang bisa menghancurkan musuhnya secara perlahan. Kalau dibilang dia kejam, ya memang Arganta adalah sosok yang kejam. Tapi tidak sekejam Arshana, kalau dilihat mungkim orang akan salah mengira kalau Arganta itu lebih kejam. Padahal kalau Arshana sudah bergelut didunia hitam, kekejamannya melebihi Arganta. Bahkan lebih cerdik dan pintar dalam mengelabuhi musuh. Bisa mengelak kapan pun tanpa dicurigai.


Sayangnya Arshana malah lebih memilih meninggalkan dunia hitam itu demi wanita yang dia cintai. Yang ingin dia nikahi juga sampai berani membantah ayahnya sendiri demi membela wanita yang menurut dia paling sempurna. Karna Arshana tidak tau sifat asli kekasihnya diluar sana.


Setelah berganti pakaian, Arganta berjalan ke sisi ranjang lalu mengambil laptopnya. Baru saja dia membukanya, suara ketukan pintu menyita perhatian Arganta. Ia pun berjalan kesana untuk melihat siapa yang mengetuk pintu.


Ceklek.


"Papa..." gumam Arganta.

__ADS_1


"Bukannya tadi kata mama, papa sedang istirahat ya? Apa mama bangunin papa?." tanya Arganta takut mengganggu waktu istirahat ayahnya.


"Enggak, tadi papa memang terbangun. Terus mama bilang sama papa, kalau kamu nyari papa. Ada yang ingin kamu katakan sama papa?." tanya Felix peka kalau putranya pasti akan mengatakan sesuatu yang penting.


"Iya, aku ingin membicarakan soal perusahaan Dharvanta." mendengar nama keluarga rivalnya disebut, Felix mengiyakan dan mengajak Arganta pergu keruang kerjanya.


Tanpa mereka sadari pembicaraan tersebut didengar oleh seorang paru baya, siapa lagi kalau bukan kakek. Ia mendengar semuanya, apalagi saat Arganta menyebut nama keluarga Dharvanta yang selali menjadi rival bisnia keluarganya. Keluarga itu selalu mencari masalah dengan keluarga Abhimarta. Mereka tidak akan berhenti berulah kalau keluarga Abhimarya belum hancur. Kakek tau semua itu sejak dulu.


Kakek pun mengikuti Felix dan Arganta keruang kerja. Saat mereka berdua masuk, kakek masih mendengar dari luar. Ia ingin tau apa yang akan dibicarakan Arganta kepada ayahnya.


"Katakan sekarang? Papa ingin mendengarnya. Apa perusahaan mereka sudah bangkrut." kata Felix tidak sabat ingin mendengar penjelasan dari Arganta. Dia sudah menunggu saat-saat dimana keluarga Dharvanta bisa gulung tikar, agar tidak selalu menganggu keluarganya.


Arganta tersenyum miring, lalu menjelaskan kepada Felix. "Ternyata menghancurkan perusahaan mereka sangat mudah. Aku sudah berhasil mengambil saham perusahaan mereka semuanya. Sebelum itu aku telah memperingati para investor agar tidak membantu perusahaan Dharvanta Group. Kalau sampai mereka berani melakukan itu, aku akan melakukan hal yang sama dengan perusahaan mereka. Jadi perusahaan Dharvanta tidak ada dana untuk menutupi kerugian mereka sejak kebakaran gudangnya. Ditambah data-data perusahaan dia sudah aku retas. Jadi tidak ada lagi yang bisa mencari masalah dengan perusahaan keluarga kita pa. Dan......." Arganta menjeda ucapannya sejenak, matanya memejam lalu dibuka dan menghela nafas panjang.


"Aku akan tetap membalaskan dendam kepada keluarga Dharvanta yang sudah membunuh kak Arshana. Aku tidak akan melupakan itu. Kalau bisa akau akan babat habis keturunan keluarga mereka!!." tekan Arganta mengatakannya dengan tangan yang terkepal kuat, membayangkan bagaimana Arshana mati mengenaskan.


Brak!.


...🌴🌴🌴...


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hay sahabat Imeilda semua πŸ‘‹ Good Morning readers. Ketemu lagi dengan mimin yang kece tiada duanya 🀭. Apa kabar kalian setelah lama ditinggal sama Imeilda? Semoga sehat selalu ya 🀲 Aamiin.


Maafkan othor yang ngilang tanpa kabar 😞. Othor gak bermaksud untuk ngilang, tapi othor ada kesibukan yang membuat jarang pegang HP. Jadi othor gak nulis dulu untuk beberapa hari sampai dengan sekarang baru othor bisa upload. Harap maklum ya sobat, othor minta maaf sama kalian πŸ™.


Eits...Tenang saja, author bakalan double up yang banyak untuk sahabat Imeilda yang sudah nungguin kelanjutannya πŸ˜‰. Jadi next semoga kalian gak marah ya sama othor 😁.

__ADS_1


Dukung Imeilda terus guys, tinggalkan jejak kalian di bawah πŸ‘Like, ⌨Komen, and β†ͺ️Share. Author mau ngopi dulu mumpung masih pagi, ada yang mau sedekah untuk othor?. πŸ˜ŠπŸ˜„ Thank You Guys.


See You All, by by πŸ‘‹πŸ‘‹


__ADS_2