Si Miskin Ternyata Seorang Presdir

Si Miskin Ternyata Seorang Presdir
60 #Memaafkan


__ADS_3

"Tidak perlu dipikirkan. Terima kasih sudah membantu saya, tanpa kalian mungkin sekarang saya sudah tiada. Saya berutang budi dengan kalian. Apakah saya bisa minta tolong sekali lagi?." tanyanya lirih karna tenaga dia belum pulih.


"Katakan saja."


Arshana pun menjelaskan maksud dan rencananya. Brima dan Bu Aida lantas saling pandang, sampai pada akhirnya mereka mengangguk.


Sampai Arshana pulih kembali, Bu Aida dan Brima selalu membantunya. Mungkin tanpa mereka Arshana tidak bisa apa-apa. Setelah beberapa hari menjalani pemulihan dirumah sakit, ia pun diperbolehkan pulang. Dan Arshana meminta tinggak sendiri sesuai yang dia katakan sebelumnya. Brima sudah menyiapkan kontrakan yang diinginkan Arshana. Tapi mereka tidak langsung pergi kesana setelah dari rumah sakit. Melainkan pulang ke rumah Bu Aida terlebih dahulu.


Baru keesokan harinya Brima mengantarkan Arshana untuk melihat kontrakan yang akan dia huni. Selama Arshana menyamar, Ia tak pernah lepas kontak dengan Brima. Malahan selama bertemu Brima, dia jadi akrab. Awalnya Brima bersikap formal, namun lama kelamaan mereka jadi seperti sahabat. Brima sudah tidak canggung lagi untuk memanggil Arshana dengan namanya. Karna itu juga permintaan dari Arshana sendiri.


Lalu Bu Aida memasukkan Arshana ke tempat kerjanya. Karna Arshana sendiri meminta agar bisa bekerja. Jadi Bu Aida menyuruhnya agar kerja saja ditoko tempatnya bekerja. Arshana pun tanpa berpikir dulu langsung mengiyakan. Dia juga butuh penghasilan dan agar bisa merasakan kerja keras dari nol. Sampai sekarang dia bisa bertemu dengan Zulfa dan menikah dengannya. Selama dia menjalankan misi, Arshana juga mencari tau tentang semua hal. Mulai dari pelaku utama, pengkhianat dalam perusahaannya, dan yang paling mengejutkan bagi dia adalah Arganta.


Arshana begitu kaget saat tau kalau adiknya belum meninggal, melainkan ditukar. Sulit bagi dia mendapat informasi tersebut, beruntung ada Brima yang membantunya. Dia juga dengar dari karyawan perusahaan yang sedang berghosip, mangkanya dia tau. Arganta itu adalah Daniel asistennya dulu, membuat Arshana semakin dibuat kaget. Kalau tau dari dulu, sudah pasti Arshana tidak akan membiarkan Arganta malah jadi bawahannya.


Flassback Off


...♡♡♡♡♡...


Zulfa tertegun mendengar cerita dari suaminya. Ia tak menyangka kalau Bu Aida dan Brima sudah tau dari awal. Bahkan Bu Aida sendiri yang memasukkan suaminya ke tempat kerja. Tanpa dia duga, ada rasa kasihan melihat Verko, eh Arshana suaminya. Ternyata selama ini suaminya harus pura-pura jadi orang bawah hanya untuk menutupi identitas agar tidak diserang musuhnya. Dan ia juga harus menjalankan misi yang tertunda.


Pasti banyak luka yang selama ini Arshana pendam. Harus jauh dari keluarga, rela bersembunyi untuk membongkar semuanya. Rela jadi orang bawah yang berbeda jauh dari kehidupan aslinya. Pasti sulit bagi dia. Zulfa masih terdiam mencerna semuanya, ia tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Arshana. Karna semua yang dilakukan karna terpaksa. Zulfa akui, bahwa suaminya memang tampan. Pantas banyak yang mengejarnya diluar sana.


"Sekarang kamu sudah tau kan? Aku jujur sekarang agar kamu tidak semakin kecewa padaku. Walau sekarang kamu memang sudah kecewa karna aku tidak jujur. Aku takut kamu pergi kalau aku jujur sebelum menikah. Dan aku juga mencari istri yang bisa menerimaku apa adanya bukan dari harta. Sesuai yang diinginkan oleh keluargaku. Sekarang sudah aku dapatkan, yaitu kamu. Aku minta maaf sudah berbohong. Tolong maafkan aku." ucap Arshana menunduk lesu.

__ADS_1


Zulfa menatap suaminya dalam. Lalu tangannya balik menggengam tangan Arshana. Sontak Arshana langsung mengangkat pandangannya melihat Zulfa yang tersenyum ke arahnya.


"Aku memaafkanmu." Arshana lantas tersenyum bahagia mendengar Zulfa memaafkannya. Ia langsung memeluk tubuh Zulfa dan beribu-ribu terima kasih dia ucapkan.


"Tapi bagaimana kalau keluargamu tidak menerimaku?." pertanyaan Zulfa membuat Arshana melepaskan pelukannya.


"Tidak, mereka pasti akan menerima kamu. Apa alasan mereka tidak menerimamu sayang, kamu cantik, baik, tidak seperti adikmu yang jahat!." balas Arshana menangkup kedua pipi Zulfa.


"Karna kamu menikah denganku tanpa sepengetahuan mereka dan kamu menikahi kakak dari wanita yang keluargamu tidak sukai. Orang tua kamu bisa saja mengira aku sama dengan Firsi. Kalau mereka menyuru kita berpi......"


"Tidak!! Semua itu tidak akan terjadi. Aku sungguh mencintai kamu, sampai kapan pun aku akan tetap mencintai kamu. Tidak ada yang boleh memisahkan kita berdua termasuk kedua orang tuaku. Kalau mereka menyuruh aku berpisah denganmu, lebih baik kita hidup berdua saja seperti ini. Aku sudah nyaman begini."


Mata Zulfa langsung berkaca-kaca mendengar perkataan suaminya yang menyentuh hati. Pria yang dulu dicintai adiknya kini balik mencintainya dengan tulus. Menerima kekurangan dan selalu ada disampingnya.


"Iya mas, tapi aku tetap saja takut."


"Iya mas aku mau, kemana pun kamu pergi aku akan selalu setia menemani, asalka kamu juga ada selalu untukku." Arshana tersenyum membuat Zulfa menggigit bibir bawahnya karna jantungnya yang malah berdetak tidak normal.


Zulfa masih berpikir, apakah benar yang didepannya sekarang adalah suaminya. Kenapa dia bisa tampan sekali?. Tak terbayang oleh Zulfa bisa mendapat suami yang tampan, baik, perhatian, penuh kasih sayang, dan yang paling mengejutkan suaminya seorang yang mapan.


"Besok kamu pakai gaun yang ada disini. Aku ingin melihat kamu tampil cantik. Oke!." Zulfa pun mengangguk dan mengambil paper back yang diberikan oleh suaminya.


"Sekarang ayo tidur. Sudah malam sayang." ucap Arshana tapi Zulfa malah diam ditempat membuat Arshana bingung.

__ADS_1


"Kamu masih marah ya sama aku?," tanyanya.


"Eng-enggak kok, cuma gugup aja melihat kamu yang berbeda. Pantas semua wanita tergila-gila sama kamu, orang aslinya memang tampan gini." tanpa sadar Zulfa memuji ketampanan suaminya sendiri membuat Arshana tersenyum.


Zulfa yang sadar langsung membungkam mulutnya. Kok bisa sih dia harus berkata seperti itu didepan suaminya. Jadi malu sendiri kan.


"Ohh jadi istriku ini lagi gugup, kamu tenang aja sayang walau mereka mengagumiku atau menyukaiku. Cintaku akan tetap untuk kamu, selamanha hanya untukmu. Bersikap biasa aja jangan gugup gitu lah."


Apa? Biasa saja?


Dengan muda Arshana mengatakan begitu setelah dia menunjukkan dirinya yang asli. Bagaimana bisa biasa saja, kalau penampilan sudah beda dan makin tampan. Jelas Zulfa akan merasa gugup dan berasa asing. Bagaimana sih Arshana ini, gak mengerti banget.


"Iya tapi tetap saja masih berasa beda. Kamu mending ganti baju aja deh mas. Aku mau menenangkan jantungku yang gak karuan gara-gara kamu." Zulfa langsung bangkit meminta Arshana agar segera ganti pakaian.


Arshana hanya bisa terkekeh melihat reaksi istrinya yang menurur dia menggemaskan. Ia lun lantas mengambil pakaian biasa dan menggantinya. Setelah itu dia kembali ke kamar menemui Zulfa yang sudah berbaring diatas kasur. Ia pun ikut berbaring disampingnya. Satu tangannya melingkar diperur Zulfa dan tangan satunya dibuat sandaran.


Tak ada percakapam lagi malam ini, mereka memilih tidur. Zulfa masih berasa canggung, sampai dia gak bisa tidur. Matanya terpejam tapi belum tidur, susah baginya untuk terlelap. Ia masih merasa gugup, seolah tau kalau istrinya tidak bisa tidur, Arshana pun membalikkan tubuh Zulfa menghadap ke arahnya.


"Tidur sayang, aku tau kamu hanya pura-pura."


Zulfa pun membuka matanya kembali dan detik itu pandangan mereka saling beradu. Membuat Zulfa langsung menunduk malu. Jantungnya kembali berdetak lebih cepat. Ia benar-benar gugup dengan jarak sedekat itu.


"Tidurlah aku akan memelukmu, anggap aja aku suamimu yang dulu." ucap Arshana memeluk tubuh Zulfa dan mengelus rambutnya.

__ADS_1


Zulfa pun memberanikan diri membalas pelukan suaminya. Wajahnya ia tenggelamkan di dada bidang suaminya. Nyama itulah yang dirasakan oleh Zulfa sekarang. Perlahan matanya terpejam rapat sampai terbawa ke alam mimpi. Akhirnya Zulfa bisa terlelap juga.


"Tidurlah yang nyenyak sayang, selamat malam." ucap Arshana mencium kening Zulfa sebelum akhirnya dia ikut terlelap ke dalam mimpi.


__ADS_2