
Sementara Devon dan Elena masih terdiam mencerna semuanya. Devon berpikir, bagaimana bisa Arshana datang ke rumah mereka setelah dinyatakan meninggal? Bukannya begitu?.
"Iya ini aku, kenapa? Kamu kaget melihat aku ada disini?"
"Bukannya kamu....."
"Meninggal? Ck, percaya saja dengan berita itu. Ya memang keluargaku tidak tau kalau aku masih hidup jadi mereka mengklaim aku sudah meninggal." ucap Arshana dengan sikap dinginnya.
"Apa hubungannya kamu dengan anak saya? Kenapa kamu bisa satu mobil dengannya?" tiba-tiba Devon bersuara sambil menatap Arshana heran.
"Hubungan? Saya suaminya, papa sendiri kan yang merestui kami. Apa papa lupa?" kata Arshana membuat Devon menatap Zulfa dengan heran.
"Kita bicarakan didalam pa," balas Zulfa, lantas Devin mengangguk dan menyuruh mereka berdua masuk.
"Jelaskan sama papa Zulfa, apa hubungan kamu dengan Arshana? Papa masih belum mengerti," ucap Devon setelah mereka duduk diruang tamu.
"Mas Arshana adalah suamiku pa," jawab Zulfa.
"What? Suami? Gak mungkin, ngaca loh," sahut Firsi kaget mendengar Zulfa mengatkan kalau Arshana adalah suaminya.
"Sudah biar aku saja yang jelaskan sayang," kata Arshana lembut membuat Firsi iri melihatnya. Bagaimana bisa Arshana bersikap selembut itu kepada Zulfa.
"Jadi begini pa.......Arshana pun menjelaskan semuanya dari awal saat dia kecelakaan hingga bertemu Brima dan dibawa ke rumah sakit. Rencana dia pun juga dikatakan dengan jujur. Semuanya dia ceritakan dari awal hingga akhir tanpa ada yang terlewat."
Selesai dijelaskan semuanya baru Devon paham kalau Arshana memang masih hiduo dan sekarang sedang duduk bersamanya. Sedangkan Firsi yang tidak terima melihat Arshana menikah dengan Zulfa. Dia ada niat untuk merebut Arshana kembali dari Zulfa.
"Sekarang papa pahamkan, maaf karna kami menyembunyikan kenyataan ini pada papa," ucap Zulfa.
"Papa mengerti sekarang," ujar Devon paham. "Lalu kalian tinggal dimana sekarang?" tanyanya.
"Tinggal dirumah mas Arshan pa. Aku sudah tinggal disana lama, satu minggu setelah menikah kalau gak salah. Maaf ya pa kami gak jujur dari awal." Zulfa merasa bersalah karna sudah menutupi kenyataan. Dia gak berniat berbohong aslinya, cuma karna Arshana masih ada misi. Zulfa pun ikut menutupi identitas yang sebenarnya.
"Gak mungkin orang tua Arshan mau menerimamu! Apalagi sampai tinggal di rumahnya. Mimpi jangan ketinggian!" sindir Firsi gak yakin kalau Zulfa bisa diterima oleh keluarga Arshana.
__ADS_1
"Terserah kau mau percaya atau tidak! Yang jelas papa dan mama sudah merestui pernikahan kita," sahut Arshana dingin tanpa menoleh ke arah Firsi sedikit pun.
Melihat sikap Arshana yang berubah padanya, membuat Firsi menyesal. Dia masih belum percaya kalau Arshana menikah dengan Zulfa. Padahal dulu Arshana sangat bucin padanya. Sekarang sikap Arshana malah berbanding terbalik. Dingin dan cuek, seolah jijik melihatnya.
Kalau tau yang akan menjadi suami Zulfa adalah Arshan, pasti dia akan menggagalkan pernikahan tersebut. Dan meminta Arshana untuk kembali padanya. Sungguh bodoh! Ya itulah Firsi. Telah menyia-nyiakan orang yang begitu mencintainya. Sudah paket lengkap pula. Tampan? Iya. Kaya? Banget. Romantis? Gak perlu ditanya Arshana bakalan bucin kalau sudah menemukan cintanya.
"Gak percaya! Mana bisa orang tuamu menerima dia. Palingan belum masuk sudah diusir. Gak perlu belain dia deh, mana pantas dia sama kamu," ujar Firsi.
"Jelas aku membelanya, karna dia istriku! Apa kau lupa kalau kami sudah menikah? Andai orang tuaku tidak menerima Zulfa, aku lebih baik gak pulang dari pada harus meninggalkan istriku! Dan kau siapa mengatakan Zulfa tidak pantas untukku?" kata Arshana tidak suka mendengar ucapan Firsi.
Firsi tidak menyangka kalau Arshana lebih membela Zulfa dan sangat mencintainya. Dulu saja Arshana sangat bucin pada dia, sekarang malah berbalik arah. Kalau tau Arshana belum meninggal, tidak akan Firsi mau menjalin hubungan dengan pria yang sudah menodainya.
"Maafkan kami ya pa, kami tidak berniat berbohong kepada papa," sahut Zulfa tanpa mau mendengar celaan Firsi kepadanya.
"Papa mengerti Zulfa, tidak perlu minta maag pada papa. Asalkan orang tua Arshana mau menerimamu dengan tulus, papa tidak akan masalah. Terpenting adalah kebahagiaanmu. Kamu bahagia kan?" tanya Devon memastikan.
"Aku sangat bahagia sekarang pa, orang tua mas Arshana menerimaku dengan baik. Papa tidak perlu khawatir, terima kasih sudah mengerti kondisi kami pa," jawab Zulfa sambil tersenyum tanpa ada kebohongan didalam senyumannya. Devon bisa melihat itu dari mata dan raut wajah putrinya yang benar-benar berbeda sekarang.
Sedangkan Firsi panas dingin mendengar ucapan Zulfa. Dia ingin sekali mengambil posisi kakak tirinya itu. Kalau bisa dia harus menarik Arshana lagi ke dalam pelukannya. Firsi merasa kalau Arshana masih mencintainya dan hanya pura-pura untuk mencintai Zulfa. Dia bertekad akan mengambil Arshana lagi kedalam pelukannya. Tanpa mau berbagi kepada siapapun lagi. Bagaimana dengan kehamilannya? Apakah Arshaan akan menerima itu? Sedangkan Arshana sudah tau kalau dia hamil anak Handian.
🍂
🍂
🍂
Selepas dari rumah Devon, Arshana berniat mengantarkan Zulfa pulang dulu setelah itu dia akan pergi ke perusahaan. Tapi Zulfa tidak mau pulang kalau tidak bersama Arshana. Dia ingin ikut ke perusahaan, walau Arshana sudah melarang. Zulfa malah ngambek dan mendiami Arshana sepanjang jalan.
"Kamu kan tau pernikahan kita saja belum dipublik, kalau kamu ikut ke kantor nanti karyawan aku pada bertanya-tanya gimana? Bukannya aku gak mau ngajak kamu sayang," ucap Arshana sambil fokus menyetir mobil.
Pernikahan mereka belum diketahui oleh publik, karna Arshana masih merahasiakan. Kalau dia mengajak Zulfa ke perusahaan secara tiba-tiba, nanti malah para karyawan bertanya-tanya tentang status Zulfa. Dan pasti akan langsung merembet ke semua orang dan media. Pikir Arshana sekalian mengadakan resepsi mereka agar orang lain tau.
"Terserah......" pada akhirnya Zulfa ngambek dan mendiami Arshana sepanjang jalan.
__ADS_1
Arshana hanya bisa menghela nafas dan meneruskan perjalanan untuk pulang. Tapi ditengah jalan, mata Zulfa melihat ada orang jualan cilok dan telur gulung. Rasanya Zulfa ingin sekali membelinya, sudah lama dia tidak pernah makan. Terakhir saat masa kuliah. Zulfa melirik sejenak ke arah Arshana.
"Mas berhenti dong," ucap Zulfa secara tiba-tiba.
"Kenapa?" tanya Arshana langsung menepikan mobilnya.
"Aku mau beli cilok dan telur gulung. Belikan mas," pinta Zulfa, padahal tadi ngambek sekarang malah bersikap manja minta dibelikan. Mood perempuan emang sulit banget ditebak, muda berubah. Pikirnya Arshana.
"Nanti saja ya sayang kita pesan lewat online kalau sudah sampai rumah," kata Arshana, tapi Zulfa tidak mau dan maksa ingin beli sendiri.
"Gak! Kalau kamu gak mau belikan ya sudah biar aku beli sendiri. Lagian mana ada orang jualan cilok lewat online," ujar Zulfa ketus lalu membuka pintu mobil hendak keluar. Langsung saja tangannya dipegang oleh Arshana agar tidak keluar.
"Oke, aku akan belikan untuk kamu. Tunggu dimobil saja, biar aku yang turun," akhirnya Arshana mengalah dari pada harus bertengkar dengan Zulfa.
Zulfa pun gak jadi keluar dari mobil dan memilih untuk berdiam diri di mobil sampai suaminya kembali. Tak lama Arshana masuk ke dalam mobil sambil membawa dua kantong plastik ditangannya.
"Nih sayang, jangan ngambek lagi kan sudah aku belikan. Dimakan loh!" ucap Arshana sambil memberikan dua kantong plastik tersebut kepada Zulfa.
"Iya iya mas, aku akan habiskan kalau perlu," jawab Zulfa melihat cilok dan telur gulung yang ada ditangannya terlihat menggiurkan.
Dia mulai memakan cilok dahulu. "Hmm, enak mas. Mau coba gak, aku suapin ya," kata Zulfa sambil menyodorkan satu tusuk cilok.
"Enggak deh sayang, kamu saja yang makan. Kita lanjut pulang ya," kata Arshana menolak.
"Coba dulu, satu saja baru kita pulang." Zulfa maksa Arshana untuk memakannya.
Pada akhirnya Arshana menerima suapan dari istrinya. Kalau dia terus menolak yang ada nanti Zulfa akan ngambek lagi. Arshana bingung dengan mood istrinya hari ini. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan untuk pulang. Sambil Zulfa memakan cilok dan telur gulungnya sampai habis.
...****...
...Hay guys, lama ya nunggu update. Maaf ya readers tercinta, author sibuk akhir-akhir ini jadi updatenya lama 🙏. ...
...Kalian masih disini kan? ...
__ADS_1
...Makasih banyak atas dukungan kalian 🌹...
...See you all, by by 👋...