
"Aku tak berbohong'' tutur bian terus berjalan dengan coolnya.
"Bila kau tak berbohong bisa kah aku bertemu dengan istri mu itu?" ucap ani menarik tangan bian.
"Kau akan bertemu dengannya dua kali seminggu?"
"maksudnya?"
"Dia mahasiswa disini dan kau mengajarnya"
"Mahasiswa dengan punya anak berusia empat tahun, pasti dia semester 7 atau delapan kalau nggak s2 atau S3. tapi aku tak mengajar mereka semua."
Bian hanya tersenyum,kemudian menjauhi ani. Sedangkan ani otaknya berpikir keras siapa wanita itu.
Malam hari
Bian,ichana dan alysha makan bersama. Bian makan dengan lahap, tidak dengan ichana yang merasa dirinya dirantai. Sampai kapan aku harus berpura pura baik kepada Alysha. Rasanya capek.
"Ny.Bian tak makan.?"tanya putri kecilnya itu.
"What,nyonya bian?." ucap bian agak ganjil terasa di telinganya.
"Hm jangan panggil aku Ny.Bian, alysha" cegah ichana juga merasa tak enak.
"Lalu aku harus panggil mama apa?"
"panggil seperti teman teman mu memanggil mamanya, cantik" sahut bian mengusap rambut alysha.
"Setelah kau saja!" ketus ichana langsung tersinggung.
Makanan yang tadinya enak untuk disantap, tiba tiba rasanya hilang mendadak di lidah bian. Bian meletakan sendok nya kemudian ia pun mendeguk air putihnya kemudian pergi meninggal kan ruang makan itu tanpa menghabiskan makanya.
"Papa" namun bian tak menyahutinya.
Sedangkan ichana b aja,iya melanjutkan makanya dengan tanpa mempedulikan bian yang pergi. Namun alysha menyusul papanya keluar dari rumah itu. Bian melihat dirinya di pantulan air kolam renang.
"Papa" Panggil gadis kecil ini.
"eh... ada apa sayang?.kamu udah selesai makan nya?" sahut bian, memegang pinggang gadis ini.
"Papa kenapa tak menghabiskan makanannya, apa papa marah pada icha." ucap alysha mengerut kan bibirnya. Bibit gadis ini mengerucutkan dengan gemas.
"Tidak, papa udah kenyang."
"Papa" Panggil Alysha.
"IYa, Sayang"
"Mama beda sekarang ya. Mama tidak seperti Mama Alysha lagi yang baik hati dan selalu tersenyum. Mama lebih sering menghela nafas lalu menghembuskan nya dengan kesal. Seperti nya Mama tidak sayang Alysha lagi ya, pa."
Bian sekali lagi hanya bisa tersenyum dan tersenyum untuk menanggapi pertanyaan anaknya tersebut. Ia pun menggendong alysha masuk ke dalam rumah. Dalam hati iya benar benar minta maaf. Seharusnya anak seumuran alysha mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya yang lengkap bukan nya begini.
''Alysha,kamu tidur ya" ucap bian mengantarkan alysha kedalam kamarnya.
"Papa,jangan marah sama mama ya?" tutur Alysha memegang selimut nya.
"Yuk tidur, besok kamu mau ikut sama papa ke kampus nggak?"
"Ke kampus?".
"IYa... mau?"
__ADS_1
"Hm, tentu"
"Ya udah tidur gih"
"siap papa"
Alysha berbaring dan bian menyelimuti nya saat bian hendak pergi, alysha meraih tangan papa nya kembali. Membuat bian membungkuk.
''ada apa? "
"papa belum mencium ku"
"ah... iya papa lupa"
Cup
Bian mengecup ringan kening putri cantiknya '' selamat malam,sayang''
"Malam papa" Sahut alysha tersenyum.
"selamat malam, nona bian" Sapa Ichana mata keduanya menatap Ichana.
"Mah,'' Alysha langsung bangkit, "Mama belum tidur." Tanya alysha.
"Ini mau tidur, bolehkah aku tidur dengan mu malam ini, Aku tak punya tempat tidur." ucap ichana. Iya sengaja untuk menghindari bian,karena iya tau kalau bian akan menceramahi dirinya bila mereka berdua saja.
''tentu boleh, ayo mah tidur disini'' sahut gadis ini.
Ichana langsung berbaring,iya mencibir kepada bian, bian merapatkan giginya matanya membelalak namun segera iya berikan senyuman untuk putrinya.
''Okey selamat tidur buat, dunia wanita kecil ku'' ucap bian sekali lagi mencium kening putrinya.
"Tentu,"
aiiiisssss sial. dalam hati ichana mengucapkan nya.
Bian juga mencium kening istri kecil nya. "selamat tidur, sayang'' bisiknya ke telinga ichana.
Ichana wajahnya memerah, karena ulah suaminya ini,namun segera iya kendali kan dengan memeluk sigadis kecilnya. " katakan selamat malam, papa" suruh Ichana.
"Selamat malam, papa ku sayang '' ucap mereka secara serentak namun ichana tak memakai kata sayang.
"malam wanita kecilku.''
Bian akhirnya pergi. '' dia sungguh tau gerak gerik ku" gumam bian dalam hati sambil berjalan lurus dan menutup pintu.
Sedangkan ichana melihat alysha yang memeluknya. Iya tak membenci gadis ini namun iya tidak suka aja melihat dirinya ketika membayangkan bahwa dia seorang ibu diusia yang sangat muda sekali. " kenapa kamu harus lahir dari rahim ku?, pasti sangat menderita bukan menjadi anakku?" gumamnya dalam hati.
''Mah,.".
"IYah"
"Besok aku akan pergi sama papa ke kampusnya"
Ichana terkejut dan langsung duduk, '' what?" Ichana melihat alysha. "Kamu serius akan pergi sama pria sialll...
"sial?"
"tidak, maksudnya papa tampan.." ujar Ichana hampir saja.
"Hmm... jadi papa itu benar benar tampan mah, nggak salah dong orang tua teman icha bilang kalau papa itu tampan.'' sahut alysha.
__ADS_1
Aiiissss kenapa dia harus membawa sibawel ini ke kampus apa dia ingin membuat ku gila kah?
''oh ya kamu tidur duluan ya.. aku mau bicara dengan papa kamu bentar." tutur Ichana bangkit dari ranjang tersebut.
"Yah, aku nggak jadi tidur sama mama dong." jawab Alysha kecewa.
"5 menit saja sayang. aku akan kembali padamu"
"okey mah"
Ichana pun keluar kemudian membuka pintu sebelah nya itu tanpa mengetuk, sedangkan bian sedang mengganti pakaian nya untung masih pakai handuk.
''Pakai baju dulu!" ketus ichana segera balik badan.
Bian mengganti pakaiannya. "why?...apa putri mu bawel sehingga kau harus pindah ke kamar ini" sahut bian mengancingkan baju tidurnya.
''Udah belum!" ketusnya.
"udah"
Ichana pun berbalik badan, Iya menghampiri bian,namun bian menjauh ke pintu masuk dan menutup pintu yang terbuka tadi.
"Apa kamu serius membawa alysha ke kampus hah? "
"Why?''
"Bian
"aku besar dari mu!
"Baiklah... tuan bian''
"Lumayan
"Kenapa harus membawanya bagaimana kalau dia melihat ku nantik.!!?'' ichana membentak bian,tangan mengepal,bibirnya gemetar pelan tidak terlalu jelas.
"Itu yang aku harap kan'' sahut bian berjalan menghampiri ichana. Iya menyentuh dagu ichana dan sedikit mengangkatnya membuat ichana mendongak tubuhnya seperti terhipnotis karena bian.
Kenapa dia sangat tampan dengan rambut basahnya begitu. Baru tau aku kalau aku punya suami setampan dirinya.
Bian menurunkan wajahnya, iya menempelkan bibir mungil nya ke si mungil milik ichana. Gadis ini tenang seperti air yang tenang mengikuti alirannya.
Baru kali ini iya merasakan jiwa ketenangan dari wanita yang iya nikahi ini. Bahkan sedikit demi sedikit si kecil pertamanya ini membalas nya meski cara balasnya itu tak tepat.
"mah" aishhhh alysha kenapa harus datang sih, membuat dia jadi terkejutkan. Padahal kan lagi nikmat nikmat nya.
Deg!
suara putrinya membuat mereka saling menjauh. Kedua duanya langsung melihat alysha yang melihat mereka. Namun seperti nya iya tak melihat apa yang telah dilakukan kedua nya karena tubuh bian yang tegap dan besar menutup pandangan nya
Sedangkan ichana gemetar,wajahnya langsung merah padam. apa yang udah lo lakukan apa lo gila aissh. Beraninya Lo menikmati ciuman itu. ada rada rada gilanya Lo mah Ichana.
"Ica mau tidur dengan mama dan papa"
"hah. tidur.. okey ayo. sini. kita tidur bersama''
Alysha menghampiri mereka, ichana menggosok lehernya wajahnya menunduk. Saat hendak keluar bian menarik tangannya sehingga membuat dirinya semakin salah tingkah "Tidur lah disini, putri kita ingin tidur bersama''
aishhhh harus kah dalam hati iya merucap,ya deh terpaksa.
Bersambung..........
__ADS_1