
Senin kembali datang, Hayo siapa nih yang nggak suka hari senin Senin bisa menjadi penyemangat menjalani awal pekan. Hari Senin merupakan awal dimulainya kembali segala aktivitas pekerjaan maupun kegiatan sekolah setelah libur akhir pekan.
Namun, bagi sebagian orang, kembali berjumpa dengan hari Senin terasa sebagai hal yang menjengkelkan. Yap, hari Senin memang kerap terasa berat untuk dijalani. Sama hal nya dengan ujian cinta.
Ichana berjalan gontai memasuki ruang kelas karena dua menit lagi waktunya sidosen sialan alias bian masuk dijam pelajarannya. ''Selamat hari Senin untuk seluruh teman teman sekalian. Tetaplah tersenyum karena hal itu adalah ibadah''Ucap icha duduk disamping fadlan yang sudah datang lebih awal.
"ehmm" kode Fadlan, ichana langsung tersenyum lebar.
"Hello"ucapnya melambai kan tangan.
Seorang pria dewasa yang gagah dan berani memasuki ruangan.''Silahkan duduk semua, kita akan mulai pelajarannya" Ucapnya menelusuri seisi ruangan kemudian berhenti dimejanya Iya meletakan benda benda yang iya bawa diatas meja.
Mahasiswa/i tampak menyiapkan barang barang untuk keperluan belajar nya dengan bapak dosen nan tampan dan perfect ini begitu antu sias dan Semangat 87 😂😂..
''Hari ini masuk ke materi pertama yaitu pengukuran, silahkan anda cari dan pahami kemudian bila ada yang ditanyakan langsung tanyakan" ucap bian dengan tegas.
"Pak!"seorang mahasiswa dipojok sana mengangkat tangan.
"Ya ada apa?"Sahut bian.
"Boleh kerja sama dengan teman pak?"tanya gadis berbaju hitam kayak mau pergi ngelayat ini.
__ADS_1
"Ya silahkan'' sahut bian, kemudian fokus kebenda apalah itu yang ada diatas mejanya.
"Ichana" Fadlan menyentuh bahu ichana membuat ichana mendongak karena terlalu fokus dengan memahami materi yang diberikan pak dosen sempurna itu. "Fokus banget sih kamu"ujar Fadlan tertawa kecil karena melihat ekspresi pacar barunya ini.
''aihhhsss Ngagetin aja sih kamu... tu kaaaan" ucap ichana menutup wajahnya, karena pasti wajahnya sudah memerah karena goda an dari pria yang sempat iya sukai ini.
Kegaduhan dari dua insan yang di mabuk cinta itu membuat hati seorang pria matang Teriris, Iya ingin sekali menghanjar mereka namun iya harus melestarikan martabat nya sebagai dosen yang baik. Ehmmm Mendehem membuat semua orang menatap nya. Termasuk ichana.
Bian dan ichana sempat berkontak mata namun si bian langsung berpaling kearah yang lain. Ichana pun menundukan pandangan nya ke buku kembali. aihsss dia pasti mendehem karena kita... ish... menjengkelkan banget sih, sama kayak senin. dumalnya dalam hati.
Bian berkeliling memeriksa apa benar anak anak yang sedang iya ajar ini serius dalam mencari materi. Tiba dibangku ichana, ichana mendongak kan kepalanya, matanya mengisyaratkan hatinya berbicara. "Ada apa?"
Kemudian iya berdiri tegap kembali iya melihat Fadlan.Setelah itu baru kembali ketempat nya kembali "Ada yang perlu kalian tanyakan?"ucapnnya. Menunggu ternyata mereka hanya diam. "Kalian paham dengan semuanya?" tanya ulang dengan pertanyaan yang berbeda.
"Paham"ucap ichana seorang diri membuat semua mata melihat nya. aihhsss kok malah aku sendiri yang jawab sih ketusnya dalam hati. "Woy...kok ditanya itu dijawab dong...kalau paham bilang paham, kalau nggak paham bilang paham....susah banget jadi orang" ketusnya marah marah kepada anak anak yang lain.
"Lah bohong jadinya dong, masa nggak paham dibilang paham..." Nyolot mike anak sok cantik dan sok kaya dikelas ini.
"Ya udah... tinggal bilang nggak paham aja.. nggak usah Nyolot juga kali" ketus ichana memutar bola matanya.
aiehsss .... bian mendumal dalam hati melihat mereka,mahasiswa mahasiswi yang memiliki darah panas ini. "Sudah sudah, seharus nya saya yang marah, kok. malah kalian yang ribut" ucap bian menghentakan buku yang iya pegang ke meja. "Jam sudah habis sampai ketemu diminggu besok, tolong buat tugas makalah tentang pengukuran kemudian kempulkan dimeja saya besok jam 07:00 lewat dari itu nilai kalian Nol" tegasnya Kemudian merapikan bukunya dan pergi dari kelas itu.
__ADS_1
"Ini semua gara gara lo tau nggak sih?"ketus mike menunjuk ichana.
"What gue??, eh manusia jadian jadian sejelad itu lo yang Nyolot duluan" balas ichana nggak tinggal diam.
"Ajg banget lo ya... jelas jelae lo. yang mulai malah nuduh gue yang mulai" ketus mike.
"ya cha jelas jelas lo yang duluan Nyolot malah nyalahin mike lagi..." ketus teman nya yang lain ikut menyalahkan ichana.
Sontak ichana tak terima dengan ini iya berdiri dan "eh lo jangan ikut campur dong" ketusnya menunjuk teman temannya yang lain yang membela mike. "Dan lo. mike jangan sok kecantikan dan sok kaya deh lo.. rumah gubuk aja sok" caci ichana membuat mike naik darah.
"Icha"tegur fadlan menarik tangan ichana.
"anjg dari awal gue udah nggak demen liat lu ya...sok kaya dan sok cantik banget lo ya"ketus mike menjambak rambut ichana.
"aa.. lepas..sakit" pekik ichana memegang rambutnya menahan sakit. Namun mike makin manariknya dengan sangat kuat, sampai tangan kekar seseorang datang menggenggam tangan ichana yang memegang rambutnya nya ini membuat mike terkejut dengan segera iya melepaskan rambut ichana.
"pak,, pak bian" ucapnya langsung menunduk.
Ichana langsung bersembunyi dibalik punggung pak bian,iya memegang baju pak bian, karena takut. Iya mampu bertarung dengan siapa pun namun iya tak mampu menahan kesakitan. Sakit adalah trauma terdalam dalam hidupnya. Mampu bertarung tapi tak mampu menahan sakit,kemana pula itu ya 😬😬.
"Apakah begini cara seorang maha menyelesaikan masalah,kalau begini mah bukan maha tapi siswa SD" ucap bian menekan keduanya. "Kalian berdua ikur keruangan saya" tegus Bian kemudain pergi.
__ADS_1