Sikecil Milik SiDosen

Sikecil Milik SiDosen
pulang kerumah


__ADS_3

Icahana melihat dirinya didepan cermin dengan balutan mini dress putih ini. Iya melihat bentuk badan yang proporsional, badannya sangat seksi dengan bentuk lekuk tubuh yang ideal, dan kulitnya yang putih halus. Wajahnya yang cantik terkesan lugu seperti boneka, karena matanya yang kemayu dihiasi bulu mata lentik dan alis mata yang indah.


''Ternyata aku memiliki wajah secantik ini''.. Tapi kenapa fadlan tak pernah menyukai ku. Ichana sudah lama tak berdandan karena sibuk menyembunyikan diri nya dari bian.



Ichana mengelus wajahnya."Aishhhhh tapi, Welcome to hidup menyedihkan mu kembali Ichana. "ucap ichana dalam hati melihat dirinya dipantulan cermin.


Bian melihat punggung ichana, jas yang telah terpasang di badannya iya lepas lagi kemudian iya melangkah mendekati ichana. "Maaf, Baju mu terlalu pendek,karena kamu sudah lumayan lama meninggalkan rumah jadi aku tidak mengenali ukuran tubuhmu yang bertambah lagi." ucap bian melingkarkan jas nya itu.


"kenapa?,padahal aku suka dengan baju yang terbuka seperti ini loh." Ucap ichana melepas jas itu kembali namun bian memegang tangannya.


"iya, Makasih sudah mau kembali ke rumah lagi." ucap bian mengambil jasnya kembali.


Ichana tampak cantik sekali dengan gaya yang iya pakai ini. Dari pakaiannya baru lah terlihat dirinya adalah anak aset negara. Bukan lagi anak jalanan yang diinginkan wanita menyebalkan ini.


"Masih aku yang paling cantik bukan?" ucap ichana melihat mata bian.


Mata birunya memberikan sensasi tersendiri untuk Bian. "mm"


"Dari pada putri mu itu,tetap aku kan yang paling cantik bukan?" tanya ichana kembali.


"Hm,kalian.... Kalian sama sama cantik" Sahut bian tersenyum.


"Apakah kamu pernah dengar ada dua pemenang?"


"Maksudnya,


" Adakah dua pemenang disatu pertarungan?...Nggak ada bukan... yang ada itu seri.... katakan siapa paling cantik?" pertanyaan apa ini, mau jawab apa hayoo bian. Siapa paling cantik istri mu atau putri mu.


''Kamu memiliki kecantikan tersendiri,begitu juga Alysha.'' sahut bian.


Saat ichana hendak bicara lagi, Namun ponsel bian berdering ,Bian melihat layar ponselnya. Putri kecil ku itulah yang tertulis dilayar ponselnya. Putri kecil itu melakukan video call Bian mengangkatnya.

__ADS_1


''Hallo papa,papa dimana aku sudah menunggu papa'' ucap alysha melambai kan tangan.


"Sebentar lagi papa akan jalan.''


"Dengan mama bukan kan?"


"Tunggu papa ya. Sampai jumpa dirumah sayang''


"okey papa''


Bian mengendarai mobil, ichana melihat ke jalanan, jalanan ramai namun tidak macet. Bian melihat ichana sekilas,bibirnya memancarkan senyuman yang sulit diartikan.


"Sudah lama rasanya aku tak menempuh jalan ini. Tapi berapa lama ya "


"Baru tiga bulan'' sahut bian, tak lama iya sampai didepan gerbang tinggi itu, dengan otomatis gerbang itu terbuka. Dua orang berseragam hitam hormat, Mobil itu tiba didepan rumah,Ichana dibukakan pintu oleh pengawalnya.


Seorang gadis kecil berlari lari dari dalam rumah, dengan senyuman merekah nya ''mamaaaaa'' iya langsung memeluk ichana dengan erat. '' Mama, Ica sangat merindukan mama'' ucap gadis ini menangis.


Ichana melihat bebysister nya, untuk mengkode agar membawa alysha pergi.


''Biarkan saja, pergi lah '' Pinta bian, mereka langsung pergi.


Ichana menatap tajam kepada bian,Namun bian b aja. Dia malah menatap ichana dengan tersenyum. Ichana melepaskan pelukannya dari alysha. Iya menarik tubuh alysha agar iya bisa melihat wajah putrinya ini.


Ichana melihat wajah Alysha yang dibanjiri air mata ini. Iya menghapus air mata alysha kemudian tersenyum. " jangan menangis lagi, aku sudah ada disini" ucapnya menenangkan putri kecil nya ini.


Bian yang melihat seperti nya tak tahan dengan itu semua. Iya pun segara masuk kedalam rumah meninggal kan mereka berdua diluar.


''Apa kamu tidak menyuruh ku masuk" ucap ichana melihat kan senyuman manisnya.


''Mama jangan pergi lagi ya..


"hm

__ADS_1


"janji.


"janji'' ichana menunjukan kelingking nya dan alysha juga,mereka menautkan jarinya. Dan alysha langsung tersenyum dan tertawa.


"Kamu bahagia sekarang.?


"Tentu.. Mama"


"Maafkan aku ya, udah meninggalkan kamu selama ini,''


"Aku sayang mama" Ucapnya.


Sekali lagi mereka berpelukan hangat. Ichana menepuk nepuk pelan punggung Alysha. Kemudian iya menggendong Alysha untuk masuk kedalam rumah.


"Kamu sangat berat sekarang" ujar ichana.


"Mama sekarang sedikit gemuk" balas alysha


"Mada ada, ini adalah namanya badan ideal, kalau kemarin itu Aku kurus banget" sahutnya.


"Mama sangat cantik" puji alysha.


"Aku tau itu, bahkan aku lebih cantik dari mu" sahut ichana.


"No, no no.. aku yang lebih cantik dari Mama." sahut alysha.


"Aku


"Aku


"Dahlah"


Ichana memilih mengalah. Berjalan lurus ketempat tujuan.

__ADS_1


Next..... 😀


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2